Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perjalanan Melahirkanku: Sambut Buah Hati Tanpa Trauma

MY STORY  |  PREGNANCY  |  23 Nov '19


Moment Idul Fitri tahun 2018, Jumat 15 Juni 2018.

Pagi itu adzan subuh sudah terdengar, aku pun bangun, bersiap untuk salat Ied. Namun, ketika turun dari kasur rasanya ada yang keluar seperti awal mens, cek ke kamar mandi ternyata 'bloody show'. Alhamdulillah ternyata yang ditunggu2 akhirnya datang juga karena HPL tgl 17, sedangkan tetangga dan teman yang hampir sama HPLnya sudah lahiran. Setelah mandi, langsung deh ke bidan terdekat untuk cek. Di bidan saya di cek VT, Tau kan? Cek pembukaan pake jari tangan yang dimasukkan ke vagina. Ngilu rasanya, tapi setelah itu biasa aja kok. Awalnya aku takut sih, soalnya bayangin pasti sakit.

Tipsnya: ketika di VT relaks saja dan ambil nafas dalam-dalam. Jangan bayangin sakitnya tapi bayangin bakal ketemu dedek bayi.

Kata Bu Bidan, masih pembukaan 1. Beliau mengatakan bahwa biasanya kelahiran pertama itu jarak pembukaannya sangat lama bahkan bisa dua hari. Jadi, Bu Bidan meminta aku tetap beraktivitas seperti biasanya dan lakukan gerakan-gerakan yang mempercepat pembukaan. Pesan beliau jika sudah mules atau kontraksinya intens setiap 5 menit sekali segera VT lagi. Setelah itu aku pulang dan Bu Bidan tidak mau dibayar. Sungguh mulia, terima kasih Bu Bidan Arinta ❤

Pukul 06.30 WIB
Masih sempat ikut ke lapangan tapi tidak ikut salat Ied, hanya berdiri nunggu di pinggir lapangan bersama perempuan2 lain yang sedang haid. Kenapa kok ikut ke lapangan? Karena rasanya ada yang kurang kalo cuma nunggu keluarga di rumah sendirian. Mungkin kalau ada orang yang melihat jadi pertanyaan. Itu orang hamil kenapa tidak ikut salat. Padahal sudah ngeflek, mau lahiran.😆

Pukul 08.30 WIB
Sepulang dari lapangan. Tradisi di tempat kami terdapat halal bi halal di masjid. Setelah itu, berkunjung ke tempat simbah, pakde, bude, om, bulik. Masih nyaman2 aja nyampe sore, bahkan aku masih bisa tidur siang nyenyak. Walaupun pikiran sudah gelisah dan antusias. Tidak hanya tidur, aku pun melakukan gerakan2 yang mempercepat pembukaan yang sudah aku dapatkan ketika ikut kelas Yoga. Pokoknya saat itu aku juga melakukan usaha, supaya persalinan nyaman, lancar, dan selamat.

Pukul 21.00 WIB
Jam 9 malem ketika pulang ke rumah orang tuaku yang tidak jauh dari rumah. Aku merasa nyerinya semakin sering tapi aku masih merasa baik2 aja jadi aku ga panik karena kata Bu Bidan anak pertama biasanya lama pembukaannya. Rasanya seperti apa? Yang aku rasakan hanya cekit cekit aja di perut. Berhubung ini pengalaman pertamaku aku bingung apakah ini kontraksi? Malam itu aku berpikir tidak ada salahnya ngecek pembukaan siapa tau sudah nambah. Aku datang ke suatu klinik salah satu cabang dari rumah sakit yang ternama di kotaku. Eh, ternyata uda bukaan 4 tapi sudah tipis (mungkin karena sering praktik Yoga di rumah). Sampai sana Bidan bilang "Mbak kamu tahan sakit ya, udah bukaan segitu masih keliatan biasa aja". Tapi beneran deh aku ga ngerasa sakit yang gimana2 padahal aku sering baca dan denger beberapa cerita kalau sudah bukaan 4 itu mulai sakit. Rasanya cuma kayak kesemutan di daerah perut.

Pukul 21.20 WIB
Setelah cek VT di klinik, aku ditanya sama Bidan mau melahirkan di mana? Aku jawab di rumah sakit yang biasa aku datangi untuk kontrol selama hamil. Aku pun bersama suami, ibu mertua, bude, dan pakde menuju ke rumah sakit. Padahal jalan menuju ke rumah sakit macet. Tradisi di daerahku ketika lebaran ada pasar malam yang pasti rame. Suami pun cari jalan pintas supaya segera nyampe sana, dia yang panik akunya tetap tenang saja duduk di mobil.

Setibanya di rumah sakit aku dicek VT lagi dong, aku suruh nunggu di IGD. Setelah mengurus administrasi aku dipersilakan menuju ruang bersalin. Ditanya tuh sama Bidan, 
"Mbak mau pake kursi roda atau jalan aja? Masih kuat jalan kan?"
Aku jawab "Masih"
"Ya udah mari mbak jalan aja malah nanti bisa mempercepat bukaan"
Jalan masih biasa tuh, nyampe ruang bersalin aku diminta ganti baju. Terus aku suruh nunggu tiduran di bed luar.

Jam 10 malam masuk ruang bersalin. Bukaan mulai nambah satu, setelah masuk ruang bersalin kontraksinya makin terasa, namun aku masih bisa mengendalikan kontraksi. Yang aku lakukan hanya minum dan makan kurma. Sebetulnya aku belum makan malam tapi mau makan nasi tuh rasanya udah ga nafsu. Waktu itu yang nunggu gantian antara ibu, ibu mertua, dan suami. Nah, mulai bukaan 8-10 aduhaiiii rasanya nikmat sekali, yang dampingi aja nyampe ikut bantuin atur nafas (suamiku).

Pukul 01.00 WIB hari Sabtu
Sabtu, kurang lebih jam 01.00 bukaan lengkap dan sudah diperbolehkan ngeden. Dimulailah drama 'ngeden'...kayaknya cuma 'ngeden' ya pasti semua juga bisa, tapi ternyata 'ngeden' yang ini aku kok merasa tidak segampang yang dibayangkan. Katanya ngedenku di tenggorokan. Sejam sendiri aku ngeden tapi ga keluar2. Hanya kepala aja yang kelihatan, cerita dari suamiku. Nyampe Bidan memintaku untuk lebih semangat. Berkat dua bidan yang super sabar nunggu selama satu jam buat aku bisa 'ngeden' yang bener, diakhiri dengan bimbingan 3* doa Hasballah oleh dua bidan dan dampingan suamiku.

Pukul 02.03
Lahirlah bayi laki-laki kami melalui persalinan pervagina dengan berat 3,45 panjang 50 cm.

Kalau ditanya sakit ga sih melahirkan? Enggak sakit bahkan aku lupa rasanya melahirkan seperti apa. Sakitnya itu ketika dijahit. Soalnya aku dijahit banyak karna susah ngedennya. Aku ga tahan deh ketika dijahit nyampe aku bilang "Aduh Buk pelan-pelan masih lamakah?" Tapi, kalo Mom lebih bisa pinter ngedennya pasti ga akan dirobek panjang kayak aku 🙈

Terima kasih ya Allah sudah membersamai kami, Engkau lancarkan hajat kami....Alhamdulillah 🙏😇 Terima kasih, juga buat kedua pasang orang tua yang setia menemani dan mendoakan di luar ruang bersalin hingga rela tidak tidur dan bermalam di rumah sakit.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

346 Ninditya Ika

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?