Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perbedaan Mengejan dan Buang Hajat

PREGNANCY  |  01 Jul '18


Ketika proses persalinan, mengejan dan mendorong merupakan tahap kedua Setelah pembukaan lengkap dan setelah ketuban pecan. Mungkin Mom pernah mendengar bahwa mengejan dan mendorong selama persalinan tidak berbeda dengan mengejan dan mendorong ketika buang hajat.

Hal tersebut tentu tidak benar ya Mom. Rasa mulas yang dirasakan ibu bersalin ketika kontraksi memang seperti rasa mulas diare. Namun dalam teknik pengeluarannya tidak sembarangan seperti buang hajat. 

Apa Perbedaan Mengejan Selama Persalinan dan Buang Hajat

1. Ada aturannya

Ketika proses persalinan, seorang bidan, dokter dan sejenisnya mempunyai peran penting bagi keselamatan ibu dan bayinya. Mereka berwenang memberikan arahan kepada ibu bersalin agar tetap menuruti perintah bagaimanapun keadaannya. Kerapihan dalam mengejan dan mendorong selama persalinan si buah hati adalah tindakan penyelamatan proses persalinan.

2. Tenaga yang dikeluarkan

Tenaga yang dikeluarkan ketika mengejan dan mendorong selama persalinan jauh lebih kuat daripada ketika buang hajat. Ini disebabkan ketika kepala bayi sampai pada dasar panggul, timbul suatu refleks yang berakibat pada menutupnya glottis, kontraksi otot-otot perut dan tekanan diafragma ke bawah. Namun mengejan terlalu keras dapat membuat perineum robek lebih besar sehingga membutuhkan jahitan. 

Tenaga mengejan dan mendorong selama persalinan ini hanya dapat berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim. Tanpa tenaga seperti ini, bayi tidak dapat dilahirkan bahkan bagi yang menderita kelumpuhan otot-otot perutnya, persalinan dibantu dengan menggunakan forceps.

Selain berfungsi untuk melahirkan bayi, mengejan dan mendorong selama persalinan juga mengeluarkan plasenta pasca lepasnya plasenta dari dinding rahim.

3. Psikologis yang dirasakan

Tentu perbedaan mencolok mengejan dan mendorong selama persalinan dan buang hajat adalah tingkat kecemasan seorang ibu. Kekhawatiran terhadap keselamatan janinnya membuat kecemasan bagi Mom semakin bertambah. 

4. Pengaturan napas

Berbeda dengan ketika buang hajat, napas yang dilakukan ketika mendorong dan mengejan selama persalinan harus teratur. Mom harus mengambil napas dalam-dalam (tidak terlalu panjang dan pendek), tahan di paru-paru, posisikan dagu pada dada Anda, tarik kaki ke arah dada Anda ketika mendorong, dan buang lewat hidung. 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2760 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Yang Perlu Diminum Setelah Melahirkan Agar Badan Sehat

Setiap budaya memiliki resepnya tersendiri supaya ibu yang setelah melahirkan segera pulih. Berikut adalah minuman kesehatan ala Tionghoa.

Tes Sekret dan Kultur Swab Vagina untuk Masalah Keputihan

Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan, tiba-tiba Saya mengalami keputihan yang cukup banyak, namun tidak berwarna, berbau, ataupun gatal. Lalu [...]

Hal yang Wajib Anda Ketahui Pada Usia Kehamilan 32 Minggu

Apa yang terjadi saat usia kehamilan memasuki 32 minggu?

Mengenal Perkembangan Janin 30 Minggu

Apa saja yang terjadi pada janin berusia 3 minggu? Dan apa saja kekhawatiran calon ibu?

Tes Skrining saat Hamil Trimester Ketiga

Antenatal care didefinisikan sebagai pemeriksaan kesehatan kehamilan oleh dokter terhadap ibu hamil.

Melahirkan Normal dengan Mata Minus

Apakah pernah dengar kalau memiliki mata minus tidak boleh melahirkan normal?

Tas Melahirkan hanya Perlu 3 Kategori Ini saja

Setelah memasuki trisemester ketiga, sebaiknya Bumil sudah perlu mempersiapkan tas melahirkan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Gentle Birth

Siapa sih di sini yang tidak mau melahirkan dengan normal dengan mudah dan menyenangkan?

Perubahan yang Terjadi Pada Kehamilan di Minggu ke-41

Perlu diketahui, beberapa ibu mungkin akan melahirkan setelah melewati minggu ke-40 kehamilan.

4 Hal yang Perlu Moms Perhatikan pada Perkembangan Kehamilan Minggu ke-40

Memasuki usia kehamilan ke-40 minggu, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan.

3 Keluhan Memasuki Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-39

Pada usia 39 minggu kehamilan, posisi janin tidak banyak mengalami perubahan.

Moms, Inilah Perkembangan Kehamilan di Minggu ke-38

 Memasuki usia kehamilan di minggu ke-38, janin akan mengalami proses penyempurnaan.

Ini Bahaya Hamil 42 Minggu Namun Belum Melahirkan

Perlu diketahui, jika Moms belum melahirkan padahal sudah waktunya, Moms bisa mengalami komplikasi kehamilan.

Tips Anti Panik Menjelang Persalinan

Mom Nimas punya tips bagi Moms yang mudah panik dan galau menjelang persalinan. Yuk ikuti tipsnya!

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?

Morning sickness & perubahan berat badan sudah dialami saat trimester 1-2. Lalu apa yang terjadi di trimester 3?

Tips Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ga mau kan Moms si Kecil lahir prematur? Yuk cari tahu cara mencegah agar bayi tidak lahir prematur!

Suasana Hati Mulai Sensitif, Berikut Perkembangan Kehamilan di Minggu 30

Memasuki kehamilan minggu ke-30, perubahan suasana hati akan semakin sering terasa. Apakah mempengaruhi janin?

Persiapan Persalinan Normal

Sebelum menjalani proses persalinan, ada baiknya Moms mempelajari terlebih dahulu tips-tips berikut ya.

Perkembangan Kehamilan di Minggu 36 yang Penting untuk Moms Ketahui

Memasuki usia kehamilan timester yang ketiga, apa saja perubahan yang dialami janin?

Kehamilan Usia 29 Minggu: Janin Sudah Bisa Memukul-mukul Perut Moms

Di usia kehamilan 29 minggu, perkembangan janin akan semakin terasa, salah satunya menjadi semakin aktif.