Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Perawatan Kulit yang Tepat untuk Bayi dengan Dermatitis Atopik

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  12 Mar '19


Saat berusia 2 bulan, anak pertama saya, Baby C, didiagnosa dokter sebagai anak dengan dermatitis atopik. Anak dengan dermatitis atopik biasanya memiliki kulit yang kering, dan sangat sensitif dibandingkan dengan bayi lainnya. Dan memang benar, kulit Baby C sangat sangat kering, di setiap lipatan tubuhnya terdapat ruam-ruam kemerahan, bahkan cuping telinganya seringkali berdarah karena terlalu kering. Sangat menyedihkan ya? Tapi kondisi ini ternyata akan berangsur-angsur membaik seiring dengan berjalannya waktu dan tentunya dengan penanganan serta perawatan yang tepat, Moms.

Berikut ini beberapa tips perawatan kulit dari saya (sesuai saran dokter, tentunya) untuk anak yang mengalami kondisi dermatitis atopik/eczema seperti Baby C. Simak yuk, Moms!

  1. Selektif memilih produk-produk yang digunakan untuk si Kecil, terutama untuk peralatan mandinya dan juga detergen pencuci baju. Pastikan perlengkapan mandi si Kecil dan juga deterjennya tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya (SLS, SLES, paraben) serta aman dan cocok untuk kulitnya. Pilih juga yang tidak mengandung pewangi dan pelembut, karena dapat berisiko mengiritasi kulit bayi.

  2. Sebisa mungkin hindari menggunakan minyak-minyak, seperti baby oil atau minyak telon, karena banyak sekali kasus bayi yang kulitnya alergi terhadap minyak-minyakan tersebut, apalagi bayi dengan kulit sensitif/dermatitis atopik. Untuk mencegah anak masuk angin, Moms bisa memberikan si Kecil pakaian yang hangat dan nyaman.

    Jika ingin memijat si Kecil, Moms bisa mencoba dengan menggunakan minyak kelapa (VCO/virgin coconut oil) atau minyak zaitun sebagai pengganti baby oil yang biasanya lebih aman untuk kulit sensitif bayi. Tapi tentu saja, Moms bisa mencobakan minyak tersebut dalam jumlah sedikit terlebih dahulu, karena kondisi kulit setiap anak bisa saja berbeda.

  3. Mandi menggunakan air dengan suhu ruang (tidak terlalu hangat dan tidak terlalu dingin), dan batasi waktu mandinya agar tidak lebih dari 10 menit agar kelembapan kulitnya tidak terlalu banyak yang hilang.

  4. Gunakan lotion khusus untuk menjaga kelembapan kulitnya. Saat Baby C berusia 2 bulan, dokter malah menganjurkan saya untuk mengoleskan lotion setiap 2 jam sekali. Dan memang benar, saat itu, bila saya terlewat dalam mengoleskan lotion, maka yang terjadi adalah kulit Baby C jadi kering, dan super merah.

    Adapun lotion yang dianjurkan oleh dokter dan sudah pernah kami gunakan adalah: Physiogel Lotion, Atopiclair Lotion, Ezzera, dan Ceradan Cream. Semua lotion tadi dianjurkan untuk melembapkan kulit, dan membantu menghilangkan ruam ruam merah/rash saat alergi muncul. Tapi yang paling cocok untuk Baby C dan masih digunakan sampai sekarang adalah Atopiclair Lotion.

  5. Tidak boleh berjemur di bawah sinar matahari (sesuaikan dengan kondisi bayi dan anjuran dokter). Baby C benar-benar kami jaga agar tidak kepanasan. Karena jika ia kepanasan, selain kulitnya mudah kering, ia juga gampang berkeringat dan gatal-gatal di sekujur tubuhnya.

  6. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.

  7. Diet alergi/diet eliminasi

    Kunci dalam menangani alergi adalah menemukan pencetus alergi dan menghindarinya. Nah, karena Baby C merupakan anak ASI, maka selama masa pemberian ASI, mamanya juga ikut diet. Dan saat pemberian MPASI, juga harus benar-benar memperhatikan makanan apa saja yang kiranya dapat menimbulkan alergi pada Baby C. Jujur, saat itu sangat-sangat melelahkan untuk saya, karena anak saya alergi terhadap hampir semua jenis makanan. Bayangkan Moms, ia saat itu hanya bisa makan apel, pear, dan bubur beras saja. Lain-lainnya, saya masih menerka-nerka apakah ini aman bagi alerginya. Tetapi, saya tetap kukuh dan yakin, bahwa alergi ini akan berangsur membaik seiring berjalannya waktu. Dan Puji Tuhan, memang benar, semakin besar, daya tahan tubuhnya semakin kuat. Sekarang di umurnya yang 3,5 tahun, ia sudah dapat makan berbagai jenis makanan dan hanya alergi terhadap sekelompok kecil makanan tertentu saja (telur dan cokelat).

  8. Saat alergi kambuh, dan rash di badan anak terlalu parah, segera konsultasi dengan dokter

    Biasanya dokter akan meresepkan antihistamin (untuk mengurangi gatal dan alerginya) serta salep steroid. Biasanya saya akan mencoba menghindari pemakaian steroid sebisa mungkin. Tetapi, jika memang kondisinya terlalu parah, penggunaan steroid tidak apa-apa, asal sesuai dengan petunjuk dokter dan tidak dipakai melebihi jangka waktu yang ditentukan (max. 1 minggu).

Semoga bermanfaat.

By: Feny Yuvita

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

524 Feny Yuvita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Me Time Ibu Rumah Tangga di Masa New Normal

Sebagai IRT, apa yang sebaiknya dilakukan di masa new normal ini? Yuk, simak tips berikut ini.

Sudah Siapkah Survival Kit Suami Menyambut New Normal, Moms?

Suami sudah harus kembali bekerja di kantor di masa new normal? Pastikan survival kit ini lengkap untuk suami ya!

Persiapan Sehat Dalam Menyambut New Normal

Moms, yuk simak tips agar kita semua sehat selalu dalam masa new normal ini.

Persiapanku Menghadapi The New Normal Besok

Apa saja persiapan yang sebaiknya dilakukan untuk tetap sehat dalam menjalani masa the new normal? Yuk simak berikut ini.

Siap Menjalani New Normal Setelah WFH

Buat para orang tua yang harus kembali beraktivitas di luar rumah setelah WFH 3 bulan ini, tips berikut ini sangat membantu.

Bagaimana Upaya Pengguna Transportasi Umum dalam Menghadapi New Normal?

Di masa new normal ini, apa yang sebaiknya dilakukan oleh para pengguna transportasi umum? Yuk, simak berikut ini.

Re-Opening Usaha Kuliner di Masa New Normal, Mungkinkah?

Bagi pengusaha kuliner, yuk simak tips berikut ini agar usaha bisa berjalan kembali di periode new normal.

Memaksimalkan Kesehatan Keluarga Di Masa New Normal

Bagaimana caranya memaksimalkan kesehatan keluarga di masa new normal ini? Yuk, simak tips berikut ini.

Bagaimana Sebaiknya Ibu Pekerja Menyambut The New Normal?

Buat para working Moms, apa sebaiknya yang dilakukan di masa new normal ini? Simak tips berikut ini ya.

Jaga Nutrisi ASI di Masa Pandemi

Bagaimana cara memastikan kebutuhan nutrisi si Kecil terjaga dengan baik selama pandemi ini? Yuk, simak berikut ini.

Jaga Gizi Si Kecil Selama Pandemi dengan Tips Berikut Ini

Moms and Dads, yuk simak tips jaga gizi si Kecil berikut ini.

Menjaga Agar Nutrisi Makanan si Kecil Tetap Terpenuhi Selama Pandemi

Moms, yuk jaga asupan nutrisi si Kecil selama masa pandemi ini agar daya tahan tubuhnya terbentuk dengan baik.

Menjaga Asupan Nutrisi Si Kecil Selama Pandemi Ala Saya

Moms, sudahkah Anda memastikan gizi si Kecil terjaga dengan baik? Yuk simak tips berikut ini.

Hand Sanitizer atau Baby Wipes?

Apakah aman jika kita menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan mungilnya yang notebenenya sangat sensitif?

Baby Wipes vs Hand Sanitizer: Mana yang Lebih Aman?

Menjaga kebersihan sangatlah penting, bukan hanya kebersihan diri pribadi. Sebagai orang tua, Moms pasti lebih mengutamakan menjaga kebersihan [...]

5 Penyakit Berbahaya yang Dapat Dicegah dengan Penggunaan Air Purifier

Penggunaan air purifier sangat dianjurkan oleh banyak praktisi kesehatan untuk menetralkan polutan di udara saat kita berada di rumah. Air [...]

Tips agar si Kecil Tidak Mudah Sakit Saat Musim Hujan

Sebagai Ibu, tentu kita harus mempersiapkan agar si Kecil bisa terus sehat meskipun sedang musim hujan.

Tips agar Mommy dan Baby Tetap Sehat Meski Musim Penghujan Tiba!

Ini tahun pertamaku bersama baby kamayel di musim hujan. Hal-hal yang aku waspadai dan siapkan untuk mengatasinya:

Pakai Minyak Telon dari Newborn

Saya selalu balur badan Syeron dengan minyak telon bayi setiap habis mandi. Kenapa ya?

Ketahui Kandungan dan Segudang Manfaat Minyak Telon

Tahukan Moms bahwa minyak telon juga memiliki ragam manfaat khusus ketika digunakan?