DAILY FEED

Review by Mom Yenty Jessica: Oops Starry Backpack & Lunch Box Review by Mom Yenty Jessica: Oops Starry Backpack & Lunch Box
21 Apr '19

Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga
16 Apr '19

Apa Saja yang Harus Dipikirkan Sebelum Memutuskan untuk Punya Anak Lagi? Apa Saja yang Harus Dipikirkan Sebelum Memutuskan untuk Punya Anak Lagi?
21 Apr '19

Menjadi Working Mom Sukses dapat Menginspirasi Anak Kita Menjadi Working Mom Sukses dapat Menginspirasi Anak Kita
21 Apr '19

Tantangan Ibu Menyusui? Tantangan Ibu Menyusui?
21 Apr '19

Bekal Praktis dengan OmieBox Bekal Praktis dengan OmieBox
13 Apr '19

Meningkatkan Kualitas ASI ala Silvia Yang Dinata Meningkatkan Kualitas ASI ala Silvia Yang Dinata
21 Apr '19

Bubur Daging Giling Bubur Daging Giling
21 Apr '19

Review by Mom Vivian: Visiofocus 6400, Non-Contact Thermometer Review by Mom Vivian: Visiofocus 6400, Non-Contact Thermometer
20 Apr '19

Menyusui si Kecil saat Traveling dengan Nursing Apron Baby Loop Menyusui si Kecil saat Traveling dengan Nursing Apron Baby Loop
12 Apr '19

Kapankah Saat yang Tepat untuk Me Time di Dalam Rumah? Kapankah Saat yang Tepat untuk Me Time di Dalam Rumah?
20 Apr '19

Resep Aneka Kaldu Resep Aneka Kaldu
20 Apr '19

Botox and Filler saat Hamil? Not Recommended! Botox and Filler saat Hamil? Not Recommended!
20 Apr '19

Jangan Salah Memilih Selimut! Jangan Salah Memilih Selimut!
11 Apr '19

Apa Sih Rahasia Clai Bisa Tumbuh Menjadi Anak Ceria? Apa Sih Rahasia Clai Bisa Tumbuh Menjadi Anak Ceria?
20 Apr '19

Sensory Class, Sekolah untuk Bayi Ternyata Penting Loh! Sensory Class, Sekolah untuk Bayi Ternyata Penting Loh!
20 Apr '19

Sukses Menyapih dalam 3 Hari Sukses Menyapih dalam 3 Hari
20 Apr '19

Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum
09 Apr '19

Kreasi Resep Silky Pudding Promina Kreasi Resep Silky Pudding Promina
20 Apr '19

Tips Terbang Bersama Bayi yang Kolik Tips Terbang Bersama Bayi yang Kolik
20 Apr '19

Tips Mengatur Keuangan Keluarga Tips Mengatur Keuangan Keluarga
20 Apr '19

Nasi Tim Daging Giling Nasi Tim Daging Giling
20 Apr '19

Tekanan Darah Tinggi Menjelang Persalinan Tekanan Darah Tinggi Menjelang Persalinan
20 Apr '19

Pilih Perawatan Alami daripada Botox dan Filler saat Hamil Pilih Perawatan Alami daripada Botox dan Filler saat Hamil
20 Apr '19

Pernikahan Tetap Romantis meski Terpaut Usia yang Jauh Pernikahan Tetap Romantis meski Terpaut Usia yang Jauh
20 Apr '19

Bubur Kacang Hijau Saus Susu Bubur Kacang Hijau Saus Susu
20 Apr '19

Si Kecil Suka Merobek Tissue atau Kertas? Jangan Dilarang Moms! Si Kecil Suka Merobek Tissue atau Kertas? Jangan Dilarang Moms!
20 Apr '19

Melahirkan Normal dengan Induksi Melahirkan Normal dengan Induksi
20 Apr '19

Soy Pudding Saus Kurma Soy Pudding Saus Kurma
20 Apr '19

Hindari Mengucapkan 5 Kalimat Ini Saat Istri Sedang Hamil! Hindari Mengucapkan 5 Kalimat Ini Saat Istri Sedang Hamil!
19 Apr '19

Semua Akan Terjawab Di Waktu yang Tepat Semua Akan Terjawab Di Waktu yang Tepat
19 Apr '19

Review Jack n Jill Toothpaste Banana Flavour by Mom Deborah Review Jack n Jill Toothpaste Banana Flavour by Mom Deborah
19 Apr '19

Ajak si Kecil Ke Pantai Yuk Moms Ajak si Kecil Ke Pantai Yuk Moms
19 Apr '19

Tips Manajemen ASIP untuk Ibu Pekerja ala Mom Anggraini Tips Manajemen ASIP untuk Ibu Pekerja ala Mom Anggraini
19 Apr '19

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3? Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?
19 Apr '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Penyebab Hubungan Mertua dan Menantu Tidak Harmonis

PARENTING  |  13 Jan '19

Moms, tentu kita sering menjumpai sinetron ataupun film yang menampilkan kisah ketidakharmonisan antara menantu dan mertuanya. Memang terdengar klise, namun faktanya di kehidupan nyata memang masih banyak terjadi kasus ketidakharmonisan antara mertua dan menantu. Walaupun memang ada hubungan mertua dan menantu yang harmonis, namun tak bisa dipungkiri bahwa kasus mertua dan menantu yang berkonflik jumlahnya lebih tinggi. Terlebih bila menantu dan mertua tinggal dalam satu rumah, maka risiko konflik yang mungkin terjadi akan semakin besar. Bukan rahasia umum juga bila menantu perempuan dengan mertua perempuanlah yang paling sering berkonflik. Hal ini dikarenakan jiwa kompetisi antar wanita lebih tinggi sehingga secara otomatis perselisihan dan konflik pun akan turut menyertai.

Beberapa pencetus konflik antara mertua dan menantu:

  1. Perbedaan Umur yang Terlampau Jauh
    Perbedaan umur yang jauh antara menantu dan mertua tentunya membuat visi, misi, perspektif dalam melihat dan menentukan suatu hal menjadi berbeda. Sering kali perbedaan pemikiran menyebabkan konflik rawan terjadi.
  1. Perbedaan Sifat dan Latar Belakang Kehidupan
    Setelah menikah, segala perbedaan yang ada berusaha untuk disatukan. Namun ada perbedaan yang bisa diterima dan ada perbedaan yang tidak bisa diterima. Hal-hal kontra yang terus menerus terjadi pastinya akan menimbulkan perselisihan terlebih bila masing-masing pihak merasa benar dan tidak bisa menurunkan egonya masing-masing.
  1. Menantu Gagal Menyesuaikan Diri di Rumah Mertuanya
    Setelah menikah, menantu terutama yang tinggal bersama mertua otomatis harus menyesuaikan diri dengan anggota keluarga pasangan serta keadaan rumah sang mertua. Proses adaptasi ini terkadang tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan aturan dan disiplin dalam rumah pastinya tidak akan selalu sama dengan keadaan rumah keluarganya sendiri sebelum menikah. Sering kali sang mertua menilai menantunya tidak cukup baik beradaptasi dan menilainya sebagai menantu yang gagal.
  1. Sejak Awal Sebelum Menikah, Sang Mertua Tidak Suka dengan si Calon Menantu
    Karena sang anak tetap bersikukuh menikahi pilihannya, maka dengan terpaksa mertua menerima sang menantu. Sikap antipati dan tidak suka akan terus membayangi. Sehingga semua hal yang dilakukan menantu menjadi salah di mata mertua.
  1. Sikap Saling Membanding-bandingkan
    Tidak ada orang yang suka bila dibanding-bandingkan. Sering kali mertua membandingkan menantunya dengan menantu orang lain ataupun sebaliknya.
  1. Tuntutan Mertua Terlalu Tinggi 
    Mertua menerapkan standar dan harapan yang tinggi terhadap menantunya. Banyaknya tuntutan terhadap menantu tanpa adanya komunikasi yang baik dari mertua berujung timbulnya konflik dan perselisihan.
  1. Salah Satu Pihak Terlalu Mendominasi
    Salah satu pihak entah mertua atau menantu terlalu mendominasi. Terlalu banyak mengatur dan mengendalikan banyak hal tanpa kompromi sehingga menimbulkan ketimpangan yang berakibat salah satu pihak merasa dirugikan.
  1. Intervensi Mertua dalam Pernikahan
    Mertua yang terlalu banyak ikut campur dalam pernikahan sang anak bukanlah tindakan yang bijak dan etis. Tindakan tersebut justru akan memicu konflik dan perselisihan yang terus menerus. Terlebih bila suami tidak bisa bertindak tegas.
  1. Rendahnya Tingkat Kematangan Emosi Keduanya
    Kematangan emosi memang tidak melulu ditentukan oleh faktor usia. Entah mertua atau menantu yang memiliki tingkat emosi rendah justru akan membuat suasana hubungan semakin memanas.
  1. Adanya Jiwa Kompetisi
    Masing-masing pihak berlomba menjadi sosok yang paling baik. Sang mertua ingin menjadi sosok yang terbaik untuk anaknya, sementara sang menantu ingin menjadi sosok yang terbaik untuk suaminya.
  1. Adanya Perasaan Cemburu
    Setelah menikah otomatis perhatian anak akan berubah tak melulu untuk sang ibu namun juga terbagi untuk istrinya. Terkadang sang ibu merasa sudah ada wanita baru yang akan mengubah sang anak sehingga muncul perasaan takut kehilangan anaknya. Sementara sang menantu merasa takut kehilangan sang suami bila melihat suaminya lebih lengket dengan ibunya.
  1. Menantu Tidak Menghormati dan Tidak Bisa Menerima Mertuanya
    Bagaimanapun mertua adalah sosok yang harus dihormati. Setelah menikah, otomatis menantu harus bisa menerima mertuanya layaknya orang tuanya sendiri.
  1. Terlalu Banyak Perasaan Khawatir
    Mertua sering kali merasa khawatir bahwa sang menantu tidak bisa mengurus anaknya dengan baik sebagaimana sang mertua mengurus sang anak sebelum menikah.
  1. Perbedaan Nilai yang Dianggap Penting
    Sebagai contoh, perbedaan gaya hidup antara mertua dan menantu. Sang menantu loyal sementara sang mertua sederhana ataupun sebaliknya. Sang mertua berpikiran tradisional sementara sang menantu berpikiran modern. Perbedaan nilai yang dianggap penting namun tidak bisa dikomunikasikan dengan baik lambat laun akan menjadi konflik.

Menelaos Apostolou seorang dosen Fakultas Humaniora, Ilmu Sosial dan Hukum University Of Nicosia memberikan saran untuk para menantu:

"Tunjukan dan yakinkan mertuamu kalau kamu adalah pasangan terbaik untuk anak mereka. Sebelum menikah, usahakan jalin hubungan dekat dengan calon mertua."

Sedangkan Ellen Breslau Pimpinan redaksi Grandparents.com memberikan saran untuk mertua:

"Jadilah temannya, bukan ibunya. Pahamilah kenyataan bahwa dialah istri anak laki-lakimu dan perlakukanlah dia sebagaimana kamu menginginkannya memperlakukanmu."

 

Semoga bermanfaat.

By: Kurniati Solekha

Copyright by Babyologist

1683 Kurniati Solekha Send Message to Writer

Related Stories