Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Penyebab Diare dan Cara Mengatasinya

HEALTH TIPS  |  12 Jan '19

Saat diare, anak akan menjadi tidak bersemangat, rewel dan lemas karena rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dirasakannya.

Diare merupakan salah satu masalah pencernaan yang dapat mengganggu aktivitas. Umumnya, kondisi ini juga disertai dengan masalah sistem pencernaan seperti nyeri perut, mual dan muntah.

Diare umumnya disebabkan oleh beberapa hal:

Infeksi bakteri (seperti shigellasalmonella dan escherichia coli)
Bakteri penyebab diare tersebut biasanya menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi serta kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Infeksi virus
Misalnya infeksi virus rotavirus dan norovirus. Kelompok virus tersebut sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya.

Cuaca
Pada musim hujan, cuaca cenderung dingin dan lembap. Dalam kondisi seperti ini, virus dan bakteri mudah menyebar.

Obat-obatan tertentu
Terkadang penggunaan obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab diare. Salah satu jenis obat-obatan yang dapat memicu diare adalah antibiotik. Meski antibiotik dapat membunuh bakteri jahat, obat ini juga dapat membunuh bakteri baik yang melindungi usus.

Keracunan makanan
Diare juga bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan kedaluwarsa yang telah terkontaminasi oleh bakteri.

Diare ditandai dengan konsistensi feses cair dan frekuensi kurang lebih 3 kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam.

Yang penting untuk dilakukan pertama kali adalah mengganti cairan tubuh yang keluar, BUKAN menghentikan diarenya. Hindari Dehidrasi! Berikan cairan, cairan dan CAIRAN!

Tanda Dehidrasi

  1. Produksi Urine Berkurang 
  2. Frekuensi Buang air Kecil Jarang
  3. Warna Urine Lebih Pekat
  4. Mulut dan Kulit Kering 
  5. Tubuh Lemas.

Cairan yang dapat diberikan pada anak antara lain: air putih, air kaldu, juice dan oralit yang dapat Moms buat sendiri di rumah.

Bahan dan cara membuat oralit sangat mudah, yaitu: larutkan 1 sdt gula dan ¼ sdt garam dalam 200 ml air matang dan hangat.

Jika anak masih minum ASI, terus berikan ASI sesering mungkin. Jika anak minum susu formula, berikan susu formula seperti biasanya. Namun, jika anak diare karena terbukti mengalami gangguan mencerna laktosa, sebaiknya ganti dengan susu formula yang rendah laktosa atau bebas laktosa.

Tetap berikan makanan, sedikit-sedikit namun sering, terutama yang rendah serat. Buah pisang adalah salah satu pilihan yang dianjurkan.

Perhatikan tanda-tanda darurat!

  • Diare berlendir
  • Berdarah atau hitam
  • Adanya tanda dehidrasi
  • Nyeri hebat pada perut
  • Demam lebih dari 39 derajat celcius.

Segera ke dokter jika ditemukan salah satu tanda darurat di atas ya Moms.

 

Semoga bermanfaat.

By: Salsabila Setiaji Halim

Copyright by Babyologist

227 Salsabila Setiaji Halim

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Segudang Manfaat Minyak Kelapa Murni Untuk Anak

Apakah Moms sudah tahu bahwa minyak kelapa memiliki segudang manfaat? yuk, simak informasi selengkapnya.

Gejala Hepatitis A Awal, Lanjutan dan Parah yang Perlu Diwaspadai

Hepatitis A adalah kondisi peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Apa saja gejalanya?

4 Cara Mudah Mengatasi Keputihan

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi keputihan yang bisa Moms lakukan di rumah.

Demam Berdarah Dengue Penyakit Mematikan! Ini Daftar Gejalanya

Demam berdarah dengue (DBD) adalah jenis penyakit demam berdarah ganas yang mematikan

Ini Tanda dan Gejala Demam Berdarah pada Anak

Apa saja tanda anak terserang demam berdarah? Lalu bagaimana mencegah anak terkena demam berdarah?

5 Hal Penting Saat Gejala Usus Buntu pada Wanita Muncul

Radang usus buntu terjadi ketika usus buntu tersumbat dan menyebabkan peradangan bahkan pembengkakan.

Cepat Atasi Diare dengan Memerhatikan Tanda dan Gejala Diare Berikut

Yuk, atasi penyakit diare secara cepat dengan memperhatikan tanda-tanda berikut! Simak informasi selengkapnya.

Bolehkah Ibu Menyusui Menggunakan Deodoran?

Apakah Moms yang sedang menyusui menggunakan deodoran? Sebenarnya pemakaian deodoran berbahaya tidak?

Ciri-ciri Gejala Tipes, Penanganan, dan Pengobatannya

Penyakit tipes tentunya sudah sering didengar oleh para Moms. Tetapi apakah Moms tahu cara penanganan dan pengobatannya?

Perawatan Campak pada Anak Paling Efektif

Penyakit campak adalah salah satu penyakit paling umum dan rentan diderita anak berusia kurang dari 10 tahun

Manfaat Konsumsi Jahe Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah tahu manfaat jahe bagi seorang ibu yang baru melahirkan? Yuk, simak informasi berikut!

Apakah Moms Sudah Menyusui dengan Benar?

Apakah Moms mengetahui bahwa sudah menyusui dengan benar atau tidak? Yuk, simak informasinya berikut ini.

8 Kondisi Saat Moms Harus Menghindari Pijat Pasca Melahirkan

Apakah Moms baru melahirkan dan ingin melakukan pijat? Cek kondisi saat harus menghindari pijat pasca melahirkan!

7 Cara Atasi Saluran Payudara Tersumbat

Apakah Moms merasakan benjolan kecil dan keras yang sakit saat disentuh di bagian payudara? Bagaimana mengatasinya?

Ide Me Time di Rumah untuk Ibu

Terkadang sejak punya anak, Moms lupa akan "me time" dirumah, berikut beberapa ide me time dirumah untuk Moms.

15 Gejala Sakit Ginjal yang Harus Diwaspadai

Untuk mengetahui gejala-gejala sakit ginjal yang harus diwaspadai, perhatikan penjelasan berikut.

6 Anjuran dari Ahli Diet untuk si Kecil yang Berpuasa

Berpuasa selama bulan suci Ramadan adalah salah satu dari lima kewajiban yang harus dipenuhi setiap Muslim.

Simak dan Waspadai Definisi, Penyebab, dan Gejala Tekanan Darah Tinggi Berikut Ini

Tekanan darah tidak normal akan mengganggu sirkulasi darah. Tanpa perawatan, tekanan darah tinggi dapat berakibat fatal

Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan Penyakit Asam Lambung (GERD)

Apa penyebab penyakit GERD dan bagaimana pengobatannya? Yuk simak informasinya berikut ini

Dos and Donts for Pregnancy Planning

Apa sih yang harus dilakukan dan tidak ketika melakukan program hamil? Yuk, simak tips ala Mom Fenni.