Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Penyebab ASI Keluar Sedikit dan Solusi Mengatasinya

FEEDING  |  24 Apr '19

Ibu yang baru melahirkan sering dilanda perasaan khawatir jika ASI yang akan diberikan pada buah hati hanya keluar sedikit. Sering timbulnya perasaan khawatir ini juga akhirnya membuat Moms menyerah dan beralih menggunakan susu formula sebagai pengganti ASI. Padahal, ASI yang hanya keluar sedikit ini bisa disebabkan karena beberapa faktor. Jika Moms mengetahui penyebab ASI yang keluar sedikit dan solusi mengatasinya, Moms tentunya masih bisa memberikan ASI eksklusif pada si Kecil tanpa rasa khawatir lagi.

Faktor Penyebab ASI Keluar Sedikit

  1. Cara Menyusui
    Cara menyusui dan posisi menyusui jangan disepelekan ya Moms. Menyusui adalah salah satu cara Moms menstimulasi tubuh untuk memproduksi ASI. Semakin sering bayi menyusu, semakin meningkat pula produksi ASI Moms.
  • Posisi Menyusui: Perhatikanlah cara pelekatan mulut bayi pada puting payudara saat menyusui. Jika posisi mulut tidak pas, otomatis aliran ASI melalui payudara ke mulut juga jadi tidak lancar dan berkurang. Sehingga stimulus dan rangsangan untuk memproduksi ASI pada payudara juga tidak optimal. Maka dari itu, posisi menyusui Moms dan bayi haruslah benar dan tepat, yaitu melekatnya mulut bayi secara sempurna saat menyusu.

  • Frekuensi Menyusui: Semakin sering Moms menyusui, semakin banyak pula produksi ASI yang dihasilkan. Sebaliknya jika Moms membatasi menyusui secara langsung, ini dapat menyebabkan ASI yang keluar hanya sedikit karena tidak adanya rangsangan terus-menerus pada tubuh Moms.

  • Penambahan Susu Formula: Memberi ASI sekaligus memberi sufor memang tidak ada salahnya. Namun dua kombinasi ini tentunya juga ada konsekuensinya. Hal ini otomatis membuat pemberian ASI dirasa terbatas, sehingga dapat menyebabkan menurunnya produksi ASI. Seperti penyebab di atas karena frekuensi menyusui berkurang, maka rangsangan produksi ASI pada payudara pun menurun.
  1. Kondisi Ibu
    Selain faktor penyebab cara menyusui di atas, kondisi Ibu baik secara fisik maupun psikologis juga mempengaruhi penyebab ASI yang keluar sedikit. Secara psikologis, faktor yang mempengaruhinya adalah seperti kelelahan, kecemasan, stres, baby blues, dan faktor emosional lainnya. Sementara faktor fisik yang bisa dilihat sebagai kemungkinan penyebab ASI sedikit adalah:
  • Ibu sedang hamil lagi.
  • Ibu mengalami obesitas atau masalah berat badan atau sebaliknya, terlalu kurus.
  • Pendarahan postpartum, yaitu Ibu dengan riwayat melahirkan yang kompleks dengan proses pemulihan yang lama. 
  • Riwayat operasi payudara.
  • Ibu mengalami hipoplasia payudara, yaitu kondisi jaringan dan kelenjar ASI payudara yang tidak berkembang sebagaimana mestinya.
  • Menstruasi setelah melahirkan.
  • Menderita penyakit seperti kanker payudara, gangguan tiroid, gangguan ovarium, ataupun menderita diabetes.
  • Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok atau sering minum alkohol. 
  • Menderita efek samping dari obat-obatan tertentu. 
  • Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil atau suntik KB yang dapat mengganggu hormon.
  1. Kondisi Bayi
    Kondisi si Kecil juga bisa memicu berkurangnya ASI. Hal ini disebabkan jika si Kecil sering tidur lama yang mengakibatkan dirinya kurang menyusu. Sehingga produksi kelenjar ASI pun tidak terangsang dan terbatas. Oleh karena itu jika si Kecil sering tertidur lama, Moms hendaknya membangunkannya untuk sekadar menyusui. Sempatkan juga menyusui pada malam hari minimal sebanyak satu sampai dua kali supaya rangsangan produksi ASI tetap terus berkelanjutan.

Jangan Menyerah Moms. Penyebab ASI keluar sedikit dan solusi mengatasinya bisa dengan mudah Moms perhatikan seperti:

  • Memperbaiki posisi menyusui Moms dengan si Kecil.
  • Menyusui sesering mungkin dan terus berkelanjutan.
  • Jangan lupa makanan bernutrisi untuk menghasilkan ASI yang banyak.
  • Memompa ASI.
  • Menerapkan gaya hidup sehat.

Tepis rasa khawatir Moms mengenai ASI yang sedikit. Pasokan ASI yang kurang atau banyak sebenarnya relatif. Moms bisa mengetahui tanda kecukupan ASI pada si Kecil, tanda-tandanya adalah: pertumbuhan berat badan bayi. Jika bayi baru lahir, maka minimal pertambahan berat badannya sebesar 1 ons. Selain itu, dapat dilihat dari banyak sedikitnya frekuensi pipis si Kecil. Jika banyak dan sering, maka kebutuhan ASI tandanya tercukupi. Jika pipis hanya sedikit dan meninggalkan jejak warna kuning yang pekat, maka ASI yang diberikan kurang. Tanda kecukupan ASI juga bisa dilihat dari bayinya, apakah tampak sehat dan aktif menyusu. Selalu pantau terus kecukupan ASI si Kecil dan jangan lupa konsultasi ke dokter jika produksi ASI Moms terus sedikit dan tidak mengalami perubahan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Yuni Nurmalia

Copyright by Babyologist

78 Yuni Nurmalia

Comments

Related Stories