Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pentingnya Tes Pendengaran sebelum Anak berusia 2 Tahun

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  21 Mar '19

Hai Moms, saya mau berbagi info dan sharing lagi untuk melanjutkan tulisan saya mengenai tumbuh kembang anak saya yang terhambat karena pengaruh TV dan gadget

Jadi, pada waktu saya ke dokter tumbuh kembang, saya sudah disarankan untuk segera tes pendengaran anak. 

“Kenapa harus tes pendengaran dok?”

“Kalau memang Ibu dan Bapak merasa bahwa pertumbuhan anak ini ada keterlambatan, anak tidak fokus dan punya dunia sendiri bisa jadi ada masalah di pendengaran anak ibu dan bapak. Karena semua pusat ada di pendengaran. Kalau memang anak ibu ada masalah di pendengaran maka informasi yang disampaikan tidak akan diterima dengan baik.”

Sempat kaget karena saya dan suami tidak terpikir ke arah sana. Kami selalu yakin anak kami normal tidak ada gangguan apapun.

Singkat cerita saya berunding di rumah dengan suami saya. Apakah kita harus mengikuti saran dokter untuk mengetes pendengaran anak saya? Hmm.. kita tidak langsung melakukannya, karena saya dan suami ya awalnya tidak khawatir, malah jadi kepikiran dan cemas mengenai hal yang sudah dibicarakan dokter. Kita tetap melakukan hal yang positif dan stimulasi terus-menerus di rumah tanpa memikirkan lebih lanjut untuk tes pendengaran. Pada saat itu kami masih mengesampingkan mengenai hal tersebut.

Sampailah puncaknya di hari Sabtu kemarin akhirnya saya dan suami memberanikan diri untuk mengikuti saran dokter tumbuh kembang. Saya dan suami membawa anak kami ke RSCM bertemu dengan dokter spesialis THT. 

Setelah berkonsultasi cukup lama, dokter pun langsung menyarankan untuk tes pendengaran hari itu juga. Tes pendengaran yang dijalankan oleh anak saya meliputi:

  1. Tes OAE (OtoAcoustic Emission)
  2. Tes BERA (brainstem evoke response audiometry)

Mungkin Moms banyak yang masih asing dengan tes BERA. Apa sih BERA? 

Tes ini disebut juga dengan tes brainstem evoke response audiometry (BERA). Dalam tes ini, dokter menggunakan elektroda yang tersambung pada mesin untuk merekam respons otak pasien. Umumnya pasien anak-anak yang cenderung sulit tenang akan dipasangkan elektroda, dan dokter akan memberikan obat penenang. 

Tes berlangsung kurang lebih 1 jam, dan hasilnya Puji Tuhan Semua normal dan baik. Tidak ada masalah di pendengeran anak kami sampai ke batang otaknya. Saya dan suami cukup merasa tenang.

Well, kesimpulan dari konsultasi dan tes hari itu dari dokter adalah bahwa anak kami hanya perlu fokus untuk terapi wicara dan pastinya stimulasi dan interaksi secara terus-menerus. Setidaknya sekarang kami bisa bernapas lega. Setelah ini saya dan suami akan memikirkan mengenai saran dokter selanjutnya.

Jadi jika ada Moms yang mengalami kondisi anak seperti saya, boleh dilakukan tes tersebut ya Moms. Usahakan sebelum si anak berusia 2 tahun agar penanganan bisa cepat teratasi sebelum terlambat. Sekian sharing dari saya.

Semoga bermanfaat.

By: Tara Girsang

Copyright by Babyologist

 

162 Tara Girsang

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Waspada Bayi yang Baru Bisa Tengkurap!

Sebagai mommy, tentunya kita senang melihat bayi kita berkembang seturut dengan usianya.

Belajar Lebih Menyenangkan dengan Bantuan Flashcard

Setuju tidak moms kalau flashcard jd salah satu media lain selain buku yg membantu anak belajar?

Ide Bermain untuk si Kecil: Number Match 0-9

Bagaimana cara mengajarkan si Kecil agar ia lebih mudah mengenal bentuk-bentuk dari angka?

Ide Bermain untuk si Kecil: Blooming Flowers

Moms, punya banyak pipet drop bekas obat sirup si kecil? Sebaiknya jangan dibuang ya moms, yuk kita manfaatin untuk permainan yang satu ini.

Bolehkah si Kecil Main Hujan? Adakah Manfaatnya?

Anak-anak, sekalipun masih balita boleh-boleh saja jika mau dikenalkan dengan hujan

Toilet Training Kakak Dastan

Mama Dastan mau share tentang toilet trainingnya kak Dastan, siapa tau bisa bermanfaat buat Moms lain yang mau mulai toilet training.

Mengapa Anakku Terlambat Perkembangan Motoriknya?

Apakah si Kecil terlihat "kalem" Moms? Hati-hati, mungkin anak Moms mempunyai keterlambatan motorik.

Menghadapi si Kecil yang Sering Begadang

Momy2 disini ada yg balita nya suka begadang gak sih??... Klo ada sharing dong gmn caranya nya biar anak ga sll begadang

Tips Memilih Toddler School

Mengapa Mom Jesselyn memilih untuk menyekolahkan anak di usia dini? Apa tips memilih sekolah untuk anak?

Stimulasi Merangkak dengan Baby Spa atau Berenang

Merangkak merupakan sebuah fase yang penting dalam perkembangan bayi. Lalu bagaimana menstimulus bayi agar merangkak?

Tips Membuat Pesta Ultah Anak yang Pertama dengan Budget Minim

Kalau ditanya sebetulnya penting atau tidak sih membuat pesta ulang tahun anak yang pertama? Saya selalu jawab bukan permasalahan penting atau tidak,

Tips Mengajak Bayi Main di Arena Bermain Publik

Ini kali ke-3 Clai main di playground, sebenarnya arena bermain kaya gini memang untuk toddler tapi karena Clai anak yang berani, suka eksplor

Memanfaatkan Core Bekas Bubble Wrap

Karena orang taunya aku mempunyai usaha berdagang di online shop, maka keberadaan segulung besar bubble wrap bukan hal yang baru lagi untuk anak-anak.

Stimulasi Tengkurap yang Saya Terapkan Ke Anak

Kapan sih baiknya kita memberikan stimulasi untuk si Kecil agar bisa tengkurap?

Menidurkan Bayi dari 3 Bulan ke Atas

Bagaimana membuat bayi tidak begadang agar jam tidurnya teratur? Kan bayi belum paham?

Anak Saya Mampu Berjalan saat Usia 17 Bulan

Setiap anak memang mempunyai kemampuan dan tumbuh kembang yang berbeda-beda.

Tantangan Mencari Sekolah Dasar Inklusi untuk Anak

Memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus itu tidak mudah. Yuk, simak cerita Mom Mira!

Ide Bermain Montessori di Rumah

2 aktivitas Montessori berikut ini dapat Moms buat sendiri di rumah untuk melatih dan menstimulasi si Kecil.

Pengaruh Gadget terhadap Kemampuan Bicara Anak

Gadget sebenarnya tidak berpengaruh buruk pada kemampuan komunikasi si Kecil asal dengan melakukan cara berikut.

Mengembalikan Percaya Diri Anak yang Trauma Jatuh Saat Baru Belajar Berjalan

Moms si Kecil enggan belajar jalan? Yuk Moms coba berikan perhatian lebih karena bisa jadi ia trauma jalan