Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pentingnya Stimulasi Sensorik Sejak Bayi

PARENTING  |  13 Jul '18

Seperti yang kita tahu, manusia diciptakan dengan 5 panca indera, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap. Semenjak lahir, manusia mengandalkan kelima indera tersebut untuk memahami hal-hal di sekelilingnya. 

Lalu, apakah fungsi stimulasi sensorik pada bayi?

Otak manusia terdiri dari jutaan sel saraf. Segera setelah lahir, otak mulai menghasilkan koneksi antar sel saraf (sinapsis) yang digunakan untuk mentransmisikan informasi ke otak. Semakin sering stimulasi terhadap kelima panca-indera, semakin kuat koneksi antar sel saraf. Sebaliknya, jika sedikit stimulasi yang diterima, beberapa jalur saraf akan mati (pruning), yang merupakan hal lumrah dimana otak manusia secara otomatis memangkas sinapsis yang dianggap tidak berguna untuk mencegah "overload" pada otak. 

Ketika sinapsis sudah kuat dan otak menyadari ada jalur informasi yang aktif disana, maka sel saraf tersebut akan mulai dilapisi oleh selubung mielin, yang fungsinya untuk mempercepat penyampaian informasi ke otak.

Dapat disimpulkan, semakin cepat dan sering stimulasi diberikan sejak bayi, semakin kuat dan banyak sinapsis yang terbentuk, yang nantinya akan mempengaruhi proses belajar anak. Tapi jangan sampai overstimulasi juga ya Moms karena terdapat dampak negatif..

Contoh stimulasi yang dapat diberikan pada bayi :

  • Penglihatan : perlihatkan barang berbagai warna
  • Pendengaran : ajak bicara dengan berbagai nada
  • Peraba : biarkan bayi merasakan tekstur benda disekitarnya
  • Penciuman : perkenalkan aroma-aroma di sekitar
  • Pengecap : kalau sudah MPASI,  perkenalkan berbagai rasa

Semoga bermanfaat.

By: Kristiani Chen

 

 

2290 Kristiani Chen Send Message to Writer

Related Stories