Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pentingnya Menjaga Kebersihan Training Cups

FEEDING  |  16 Oct '18


Moms masih ingat dengan kisah ayah asal Kanada, Simon O’kanada yang mengunggah foto training cup anaknya yang penuh dengan mold atau kapang? Unggahan foto dan video tersebut dengan cepat menjadi viral di sosial media. Melihat unggahan tersebut banyak orang tua melakukan hal sama: memeriksa training cup dan mengunggahnya di sosial media. Ternyata, tidak sedikit orang tua yang menemukan kasus serupa dengan O’kanada. Mereka menemukan banyak kapang di area training cup yang sulit dibersihkan seperti pada valve, tutup training cup, maupun sedotan. Sejak saat itu, kesadaran akan menjaga kebersihan pada training cup terutama pada bagian-bagian tersebut semakin meningkat.

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu kapang dan apa bahayanya bagi kesehatan si Kecil?

Kapang adalah mikroorganisme yang tumbuh pada permukaan makanan basi atau makanan yang sudah lama tidak diolah. Kapang biasanya berkembang biak dengan pesat ketika berada di tempat yang hangat dan lembap, termasuk di sela-sela valve, sedotan maupun tutup training cup si Kecil. Jika tak dibersihkan, kapang bisa tertelan oleh si Kecil.

Sebetulnya, tidak semua kapang itu berbahaya. Namun untuk beberapa anak, kapang dapat menyebabkan reaksi alergi mulai dari hidung tersumbat, bersin, mata berair, batuk, mata gatal atau gangguan tenggorokan. Selain yang berhubungan dengan sistem pernapasan, menelan kapang juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya seperti mual, diare, dan berbagai masalah pencernaan lainnya. Kasus yang kedua inilah terjadi pada anak Simon O’kanada, Moms.

Bagaimana cara membersihkan training cup agar terbebas dari kapang?

Meski training cup si Kecil rentan terkena kapang, tapi Moms tidak perlu khawatir. Selama Moms rajin menjaga kebersihan training cup dengan cara yang tepat, training cup si Kecil pun akan terhindar dari kapang. Dirangkum dari MomLovesBest.com, berikut ini adalah langkah-langkah mencuci training cup dengan baik:

Segera cuci training cup setelah dipakai

Cucilah training cup setelah dipakai. Dengan begitu, partikel-partikel susu atau jus pada cup akan lebih mudah dibersihkan. Selain itu, hal ini juga akan menghambat pertumbuhan jamur secara langsung.

Bongkar training cup saat dicuci

Sebelum dicuci, Moms sebaiknya melepaskan bagian-bagian training cup mulai dari tutup hingga sedotannya. Hal ini dilakukan agar proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh. Selain itu, ring silikon pada penutupnya pun sebaiknya dibuka dan dicuci hingga bersih.

Rendam semua bagian training cup

Rendam semua bagian training cup di air hangat yang sudah diberi sabun cuci yang aman bagi si Kecil. Tunggulah hingga 15 menit agar kotoran lebih mudah dibersihkan.

Bersihkan dengan sponge atau sikat lembut seluruh bagian training cup

Setelah proses perendaman selesai, bersihkanlah bagian-bagian training cup dengan sponge atau sikat dengan lembut. Jika perlu, Moms juga bisa menggunakan tusukan gigi untuk membersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau.

Keringkan dan pastikan training cup tidak lembap

Sebelum disimpan, keringkan dan pastikan training cup tidak lembap. Jangan memasangkan bagian-bagian cup sebelum benar-benar kering. Hal ini dapat membuat kapang tumbuh dengan mudah. Selain itu hindari mengelap training cup dengan handuk atau lap yang tidak higienis.

Setelah dibersihkan, sterilkan training cup

Sebetulnya, jika kelima langkah sudah dilakukan dengan benar, Moms tidak perlu khawatir lagi akan munculnya kapang. Akan tetapi, dengan sterilisasi, kebersihan training cup akan benar-benar terjamin.

Pastikan bagian-bagian training cup tidak hilang saat dicuci

Menjaga kelengkapan bagian-bagian training cup juga sangat penting, Moms. Sebab, jika Moms tidak memasang salah satu bagian penting tersebut, fungsi dari training cup pun tidak akan maksimal. Misalnya, jika silikon pada tutup training cup hilang, maka resiko kebocoran akan sering terjadi. Tak hanya itu, ketika silikon tidak terpasang, kuman pun akan lebih mudah masuk melalui sela-sela tutup training cup.

Buang cup jika noda tidak hilang setelah dibersihkan

Langkah selanjutnya biasanya langkah yang paling sering Moms abaikan yakni membuang training cup yang sudah berubah warna. Perubahan warna mengindikasikan noda-noda bekas minuman seperti susu atau jus yang tertinggal.

Tips Memilih Training Cup

Pilihlah training cup yang memiliki spare part seperti valve, sedotan, dan tutup yang mudah dibuka. Dengan begitu, proses pembersihan pun bisa dilakukan lebih mudah. Selain itu, kotoran-kotoran yang menempel pun dapat dibersihkan dengan maksimal.

Agar si Kecil lebih nyaman, pilihlah botol anti tumpah, berteknologi insulation untuk menjaga kesegaran minuman, sedotan dan spout silikon yang lembut. Yang terpenting, jika ini akan menjadi pengalaman baru untuk si Kecil, berilah ia botol yang dilengkapi dengan pegangan. Hal ini untuk membantu melatih gerak motorik "memegang" pada bayi.

Itulah pentingnya menjaga kebersihan training cup serta tips membersihkan dan memilih training cup yang tepat untuk si Kecil. 

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1053 Dr. Brown's Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.