Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  25 Jan '20


Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah", padahal yang dipegang oleh anak kita sama hanya beda warna tapi namanya anak-anak inginnya pegang juga punya temannya.


Sebelum saya mengajarkan anak saya untuk tidak merebut mainan temannya saat bermain. Ada hal yang saya ajarkan terlebih dahulu ke kakak Dastan. Yaitu mempertahankan haknya, artinya apa yang sudah dipegang terlebih dahulu, pertahankan dulu sebelum diberikan kepada temannya jika belum selesai bermain ini akan berdampak ke depannya supaya anak tidak merebut hak orang lain.

Lalu, bagaimana cara saya mengajarkan kakak Dastan mempertahankan haknya ketika bermain terutama di playground atau tempat umum? Yuk simak cara saya berikut ini.

1. Mengajarkan si Kecil fokus pada 1 kegiatan terlebih dahulu.
Saya selalu mengajarkan kepada kakak Dastan saat bermain untuk fokus pada 1 kegiatan terlebih dahulu. Misalnya ingin bermain pasir, bermain pasir dahulu jika sudah selesai, rapikan baru bisa bermain yang lain. Hal ini membuat si Kecil belajar bertanggung jawab dan mengurangi pengertian "mainan tetangga lebih indah" karena anak sedang fokus dengan apa yang sedang dia lakukan.

2. Sounding dengan kata: "kalau kakak sudah selesai, nanti pinjamkan temannya ya"
Selalu saya menekankan kata-kata seperti ini. Karena jika kita yang mengatakan: "ayo dong pinjemin temannya, gak boleh pelit". Anak akan meminjamkan tapi dengan terpaksa dan belum ikhlas karena dia merasa dia belum selesai bermain tapi "disuruh" meminjamkan temannya. Jadi, saat sedang bermain dan ada yang ingin merebut mainan yang kakak Dastan pegang, kakak akan bilang: "tunggu dulu, aku belum selesai gantian ya". Setelah selesai, kakak Dastan akan memberikan mainan yang tadi ingin dipinjam temannya.

3. Jika melihat anak kita yang ingin mainan anak lain. Katakan ini: "kakak Dastan mau mainan itu? Nanti gantian ya kalau kakak itu sudah selesai mainnya baru kakak Dastan boleh pinjam". 
Selain kita mengajarkan si Kecil untuk mempertahankan haknya, tentu kita harus mengajarkan si Kecil tidak merebut hak orang lain dengan mengatakan kata-kata tersebut Moms.

Sesederhana itu sih menurut saya bagaimana kita mengajarkan si Kecil untuk mempertahankan haknya. Apa yang dia pegang terlebih dahulu saya ajarkan untuk dipertahankan. Jika sudah selesai, atau sudah bosan baru bisa pinjamkan ke yang lain. Begitu juga sebaliknya. 

Ada gak sih dampak kita mengajarkan si Kecil mempertahankan haknya? Tentu ada Moms. Berikut dampak yang saya rasakan dari sikap kakak Dastan.

1. Tidak Berebut saat bermain.
Dengan mempertahankan hak, kita bisa mengajarkan si Kecil tidak berebut saat bermain. 

2. Sabar menunggu giliran bermain.
Biasanya saat bermain perosotan. Kakak Dastan selalu sabar bergantian dan ketika sudah turun dia akan cepat-cepat naik ke atas supaya temannya yang lain dapat gilirannya dan kakak Dastan kembali antri di atas tanpa mendorong temannya.

3. Bermain tidak secara kasar.
Tentu setiap orang tua tidak ingin anaknya menjadi kasar saat bermain. Mendorong teman, memukul dan sebagainya. Dengan cara kita mengajarkan si Kecil mempertahankan hak, banyak hal positif yang bisa kita ambil. Si Kecil tidak bermain secara kasar.

Tentu kita tidak ingin jika anak kita melukai anak orang lain sehingga ada hal-hal yang perlu kita ajarkan seperti mempertahankan hak yang bisa berdampak positif di kemudian hari.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

374 Dinar Indah Palupi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu.

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri.

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Anakku Hiperaktif Banget...

Moms punya kendala yang sama gak? Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian kewalahan hadapinya.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

Di masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku, dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Screen Time: Yes or No?

Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu & tontonan.

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.

Anak Juga Butuh Sosialisasi

Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan orang lain. Balita juga perlu bersosialisasi lho Moms.