Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalamanku Operasi Wisdom Tooth Saat Masa Menyusui

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  12 Jan '20


Menjaga kesehatan gigi penting sekali hukumnya agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Namun nyatanya masalah yang timbul pada gigi tidak hanya gigi yang berlubang saja. Ada pula gigi geraham bungsu atau wisdom tooth yang tumbuh miring yang juga perlu diperhatikan, hal ini biasa disebut Impaksi atau gigi terpendam.

Biasanya apabila kita mengalami impaksi, gigi kita harus mendapatkan operasi kecil pada gigi.
Namun bagaimana jika hal ini terjadi pada ibu menyusui? Aman kah proses pencabutan ini dan obat-obatan yang digunakan untuk produksi ASI? Dalam artikel ini akan saya share dalam 3 tahapan persiapan, proses dan pasca operasi.

Impaksi pada gigi biasanya terjadi pada gigi geraham bungsu atau Wisdom Tooth yang tumbuh belakangan, biasanya gigi ini tumbuh di usia 17-25 tahun. Karena Gigi ini merupakan gigi terakhir yang tumbuh, tidak jarang gigi ini tumbuh tidak lurus sempurna dan sering kali tumbuh miring menabrak gigi sampingnya atau tumbuh tertahan di dalam gusi karena kurangnya tempat untuk tumbuh.

Tahapan menjalani operasi wisdom tooth

1. Persiapan

Belakangan ini saya sering sekali merasakan nyeri pada gigi geraham bungsu sampai rasa nyeri ini membuat kepala saya pusing sebelah atau migrain. Karena tidak kuat dan takut terjadi hal yang lebih serius akhirnya saya memutuskan untuk mengontrol gigi tersebut.

Setelah dokter memeriksa nya, ternyata saya memiliki impaksi dan lubang pada gigi. Dokter pun menjadwalkan untuk operasi pencabutan seminggu kemudian. Sebelumnya saya juga diharuskan untuk melakukan rontgen gigi dan tes gula darah.

2. Proses operasi wisdom tooth

Pada hari operasi pencabutan akan dilaksanakan saya disarankan untuk makan dulu sebelumnya, karena setelah operasi kita tidak diperbolehkan untuk makan dan berkumur sesudahnya. Bahkan untuk membuka mulut saja sulit. Operasi pun dimulai, saya diberikan suntikan bius lokal tepat dibagian gigi yang akan dicabut. Hal ini membuat bagian rahang, dan pipi pada bagian tersebut kebas.

Selama proses berlangsung suasana relax sangat diperlukan untuk membuat si pasien dan dokter relax dalam menjalani proses ini karena mengingat operasi ini terbilang cukup rumit. Saat operasi berlangsung saya tidak merasakan nyeri sama sekali namun saya dapat merasakan tulang gigi saya ditarik. Operasi wisdom tooth ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit.

Setelah gigi berhasil tercabut, dokter akan menjahit bagian gusi yang berlubang tersebut. Dan memberikan kassa dengan betadine yang harus digigit selama satu jam. Setelah 1 jam kassa tersebut harus diganti dengan kassa baru dan harus digigit lagi. Hal ini saya lakukan sampai 2 hari setelahnya, selama darah masih keluar.

Setelah selesai pencabutan juga kita tidak diperbolehkan berkumur atau meludah karena hal ini bermaksud untuk membuat gumpalan darah pada gusi. Usahakan makan yang mudah untuk dikunyah seperti bubur, dan jangan makan minum yang panas ataupun hangat selama darah belum berhenti. Dan yang paling penting istirahat yang cukup serta minum obat yang dokter berikan.

3. Pasca Operasi

Usahakan untuk langsung pulang dan beristirahat, lalu segera minum obat yang diberikan agar tidak terasa nyeri setelah bius hilang. Hindari menyikat gigi dibagian operasi dan jangan berkumur terlalu keras agar jahitan tidak rusak. Setelah keesokan hari nya pipi mungkin akan terlihat bengkak, hal ini terjadi sampai hari 3 dan mulai mengempis dihari ke4 dan ke5. Setelah seminggu, benang pada gusi pun dicabut disinilah kita dapat makan dengan normal.

Untuk kita sebagai ibu menyusui ini sempat membuat saya khawatir, ternyata hal ini tidak membahayakan dan obat yang digunakan juga tidak mengganggu produksi ASI. Namun ada baiknya Moms mengatakan kepada dokter kondisi Moms sedang menyusui agar lebih aman untuk obat yang diberikan.

Dokter pun menyarankan walaupun obat-obatan ini terbilang aman, tetap usahakan susuilah terlebih dahulu si Kecil sebelum meminum obat tersebut.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1124 Risya Nur Amalia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sadari Fibroadenoma Mammae (FAM) Sejak Dini

FAM sering terjadi pada wanita muda berusia di bawah 30 tahun, saya mengalaminya saat usia 22th

Menumbuhkan Self Awareness Tentang Breast Cancer

Kanker payudara ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, so yuk cari tahu gejalanya sejak awal

Makan Pedas Bisa Membuat Bayi Sakit Perut, Mitos Atau Fakta?

Benar atau tidak sih kalau ibu menyusui makan makanan pedas dapat menyebabkan bayinya mengalami diare?

Benjolan Di Payudara Keras Seperti Batu & Sakit Pada Busui, Bagaimana Solusinya?

Ada benjolan di payudara keras seperti batu dan payudara sakit pada busui, bagaimana solusinya?

Tips Sukses Menyusui Dengan Kondisi Tongue Tie

Salah satu tugas seorang ibu setelah melahirkan adalah memberikan ASI, lalu bagaimana jika anak terkena tongue tie?

Resep Homemade Oat Milk

Selain sayur hijau dan aneka kacang-kacangan, oat juga bisa jadi ASI booster buat para ibu menyusui dan juga ibu hamil.

Tips Bebas Mastitis Setelah Menyapih

Seperti apa tips terbebas dari mastitis pasca menyapih si Kecil?

Ibu Menyusui Makan Pedas, Bayinya Ikut Kepedasan?

Benarkah ibu menyusui tidak boleh makan pedas, karena nanti bayinya ikut kepedasan jadi sakit perut?

Domperidone: Obat Mual yang Mampu Tingkatkan ASI

Tahukah Moms bahwa selain baik untuk mengobati masalah pencernaan, Domperidone juga bisa menjadi booster ASI?

Pergantian Susu Anak Berkebutuhan Khusus

Bagaimana Mom Vanessa mengganti susu anaknya dari susu berkebutuhan khusus ke susu biasa? Yuk simak ceritanya.

Normalkah Bayi ASI Selalu BAB Setelah Menyusu?

Apakah Mom sering khawatir karena si Kecil selalu BAB setelah menyusu? Mari kita ketahui penyebabnya!