Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalamanku Menghadapi Kegalauan Selama Masa Kehamilan

MY STORY  |  PREGNANCY  |  06 Sep '19


Setiap Moms pasti merasakan kebahagiaan yang berlipat ganda saat tahu bahwa dirinya sedang mengandung dan akan memiliki baby, tapi berbeda hal dengan aku yang sebaliknya malah merasa sedih dan stres. Kehamilan pertamaku ini bisa dibilang tidak terencana. Aku dan suami memutuskan untuk fokus bekerja dan menabung untuk persiapan jika memiliki anak nantinya, tapi ternyata Tuhan berencana lain.

Memasuki bulan ke-2 pernikahan, aku yang baru saja akan berangkat ke dokter untuk suntik KB mulai merasakan perubahan di tubuh. Saat itu aku curiga sehingga langsung membeli test pack dan benar saja, hal yang paling aku takutkan 2 garis biru itu terpampang dengan jelas. Kutunjukkan hasil test pack kepada suami sambil menangis sejadi-jadinya, sedangkan suamiku hanya bisa terdiam tanpa ekspresi karena bingung harus berkata apa melihatku yang sudah terlanjur histeris.

Sebenarnya punya anak adalah cita-cita terbesarku dari dulu, tapi karena beragam pengalaman hidup terdahulu dan permasalahan pribadi serta keluarga, aku pun memutuskan untuk mempersiapkan diri terlebih dulu, dengan harapan agar saat memiliki anak, semua bisa berjalan mudah dan menyenangkan. Sayangnya kabar kehamilan ini benar-benar membuatku terpukul. Aku menangis hampir setiap hari selama 2 bulan, tidak mau makan apalagi periksa kehamilan dan minum vitamin seperti yang seharusnya dilakukan ibu hamil pada umumnya. Suamiku yang seharusnya bisa merasa senang terpaksa jadi bingung karena menghadapi moodku yang kacau, kami pun semakin menjauh, belum lagi kami bertengkar setiap hari karena aku memaksa untuk menyudahi kehamilan. Aku merasa jika meneruskan kehamilan akan berdampak pada psikologisku dan kesehatan janin yang nantinya bisa saja terganggu.

Suamiku bersikeras bahwa kehamilan ini harus dijaga dan dirawat dengan baik, bagaimanapun ini adalah pemberian Tuhan. Dia merasa di saat pasangan lain susah payah berusaha memiliki anak, kami yang dengan mudahnya mendapat kepercayaan harus dengan sungguh-sungguh menjaganya. Tanpa lelah setiap hari ia meyakinkan aku kalau kami pasti bisa menjalankan tanggung jawab ini dengan baik meskipun tidak sempurna. Ia juga sampai menangis setiap kali melihatku histeris karena merasa bersalah tidak bisa memberikan yang terbaik sebagai suami. Akhirnya kesabaran suamiku jugalah yang berhasil membuatku luluh dan berusaha ikhlas menerima kondisi ini. Dengan sabar setiap siang dan malam ia mengajakku ngobrol, membelikan semua makanan kesukaanku, mengajak jalan juga kontrol ke dokter dan mengingatkan minum vitamin, sampai mengusap dan memijitku di tengah malam meskipun selalu kelelahan sepulang kerja.

Sekarang kehamilanku sudah memasuki 34 minggu, jika diingat rasanya masa-masa berat itu seperti sudah lama sekali. Jika Moms bisa melihatku sekarang, pasti tidak percaya aku pernah mengalami prenatal blues seperti yang aku ceritakan di atas. Aku sudah seperti Moms lainnya yang semangat 45 mempersiapkan kelahiran dan berbelanja segala macam kebutuhan untuk bayi. Terkadang suamiku sampai ngomel karena aku terlalu boros ingin membeli semuanya hehehe. Ke mana pun aku pergi dan melakukan kegiatan apa pun, aku selalu berhati-hati dan menghindari bahaya juga kelelahan. Setiap saat aku juga mengajak ngobrol bayiku secara spontan dan senang, bahkan aku juga memiliki nama panggilan sayang untuk baby bump-ku ini. Rasanya sudah tidak sabar untuk segera bertemu dan membesarkan Junior si calon anakku ini.

Dari pengalaman prenatal blues ini, aku menyimpan beberapa catatan penting, harapannya bisa membantu Moms di luar sana yang mungkin sedang mengalami juga apa yang pernah aku alami tadi. Antara lain:

  • Bersabar menghadapi diri sendiri dan segala perubahan, baik itu mood swing ataupun perubahan biologis di tubuh Moms.
  • Sharing dengan suami/pasangan agar minta lebih diperhatikan, minta juga agar mereka mau lebih sabar menghadapi Moms yang perasaannya masih berubah-ubah.
  • Melakukan kegiatan positif yang Moms suka sebelum hamil, seperti menonton drakor, jalan ke mall, shopping, dll
  • Mendekatkan diri pada Tuhan, meminta agar dikuatkan dan diberi kemudahan selama masa kehamilan.
  • Tidak mengurung diri, banyak keluar rumah untuk bertemu teman/saudara agar terhibur dan bisa berbagi suka duka.
  • Banyak berdiskusi atau join serta sharing dengan komunitas sesama Moms agar lebih tahu banyak mengenai kehamilan dan anak.
  • Bercerita kepada dokter kandungan/konsultasi dengan tenaga medis yang terkait jika merasa kondisi Moms tidak juga membaik.
  • Mencari tahu sebanyak mungkin baik dari buku atau internet mengenai kehamilan dan anak, karena dengan menambah ilmu maka kebingungan Moms akan terjawab dan jadi lebih tenang.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

813 Nova Novriana

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Segudang Manfaat Minyak Ikan Kod untuk Ibu Hamil

Seperti yang kita tahu bahwa ibu hamil sangat butuh banyak nutrisi, baik dari makanan maupun konsumsi vitamin.

Beragam Manfaat Cod Liver Oil untuk Ibu Hamil dan Calon Buah Hati

Para bumil, jangan lupa untuk mengonsumsi Cod Liver Oil, minyak ikan yang berasa dari hati ikan kod.

Mengenal Jenis Pil KB Agar Tak Salah Pilih

Hingga kini pil KB masih menjadi metode kontrasepsi andalan para wanita untuk mencegah kehamilan

Belum Pengalaman Memakai Pil KB? Simak Pengalamanku Yuk Moms

Saat memutuskan memakai kontrasepsi berupa pil KB baiknya kita mengetahui jenis apa yang kita butuhkan

Pilihan Kontrasepsi Oral untuk Busui

Problem klasik yang dihadapi sebagian besar wanita adalah penggunaan kontrasepsi.

Pemilihan Pil KB Harus Tepat ya!

Salah satu alat kontrasepsi yang sering digunakan adalah Pil KB ya Moms.

Memilih Jenis Pil KB yang Tepat sebelum Menggunakannya

Pasca melahirkan wanita pasti akan mulai berpikir untuk memilih KB yang tepat untuk dipakai.

Busui Baiknya Pilih Pil KB Kombinasi atau Laktasi ya?

Setelah melahirkan, beberapa ibu terkadang merasa dilema memilih metode KB yang tepat untuk merencanakan kehamilan.

Manakah yang Aman untuk Ibu Menyusui: Pil KB Kombinasi atau Laktasi?

Setiap orang tua pasti sudah punya planning atau rencana kedepan terutama menyangkut keluarga.

Pilihan Kontrasepsi yang Tepat untuk Ibu Menyusui

Haii moms masih bingung menentukan pilihan alat kontrasepsi yang tepat?

Mengetahui Perbedaan antara Pil KB Kombinasi dan Laktasi

Seperti yang kita semua ketahui, kontrasepsi adalah metode untuk mencegah kehamilan.

Pilih Mana Ya: Pil Kombinasi atau Pil Laktasi?

Dari awal melahirkan saya dan suami sepakat untuk menunda jarak kehamilan berikutnya.

Pil KB yang Aman bagi Ibu Menyusui

Hai Moms, apakah Moms sedang dalam masa menyusui dan sudah mengalami menstruasi ?

Mana yang Harus Kugunakan? Pil KB Kombinasi atau Pil KB Laktasi

Moms sudah tahukah apa perbedaan dari pil KB kombinasi dengan pil KB laktasi?

Ibu Menyusui, Pilih Pil KB Kombinasi atau Pil KB Laktasi?

Dilema ibu setelah melahirkan adalah menentukan KB yang tepat

Ketahui Manfaat Pil KB Laktasi dan Pil KB Kombinasi

Penggunaan pil KB masih menjadi alternatif bagi sebagian Moms. Mengapa?

Ternyata Baby Brain Itu Nyata!

Pernahkah Moms merasa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan sering linglung? Toss! Kita sama kalau begitu.

Ini Karena Baby Brain, Bukan Karma!

Saat kehamilan pertama pun saya merasakan penurunan daya ingat yang cukup drastis.

Baby Brain Cukup Fatal Bagiku

Bicara tentang Baby brain yang memang sebenarnya baru saya kenal. Dan ternyata saya juga mengalaminya

Baby Brain, Aku Tak Sadar Aku Pernah Mengalaminya

Baby brain? Siapa yang baru dengar istilah ini? Aku salah satunya dan aku juga barus adar aku pernah mengalaminya