Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Transfusi Venover untuk Anemia Defisiensi Besi saat Hamil

MY STORY  |  PREGNANCY  |  15 Aug '19


Karena satu dan lain hal, aku memutuskan untuk pindah obgyn saat kehamilanku memasuki minggu ke-30. Aku dan kehamilanku yang dari sebelumnya selalu dinyatakan “sehat” dan cukup berat badan (BB) oleh obgyn sebelumnya, cukup ga nyangka saat obgyn-ku yang baru bilang “hmm, bayi kamu kecil juga ya untuk ukuran usia kandungan segini”.

Berusaha untuk ga panik, aku nanya apa aja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan BB janinku. “Makan telor sehari minimal 6, kuning nya 2 butir aja maksimal. Protein hewani lainnya ya, terutama daging dan ikan” saran obgyn-ku. Dengernya aja udah mual duluan, terlebih lagi selama hamil nafsu makanku ga setinggi ibu-ibu hamil pada umumnya, ditambah rasa males dan ga suka makan daging saat hamil. Tapi demi meningkatkan BB janinku, mau ga mau harus dijalanin.

“Kita coba tes darah ya, kamu puasa dulu 8-10 jam sebelumnya”, kata obgyn ku sembari menuliskan surat referensi untuk pengambilan darah. Aku datang kontrol dua minggu kemudian dengan membawa hasil tes lab. Sebagai orang awam di bidang medis, yang aku tau kalo ada tanda bintang (*) atau warna merah di suatu item tes lab, berarti ada yang “ga bener”. Melihat hasil tes lab, feeling-ku udah ga enak.

HB, Ferritin, Protein dan Kalsium semuanya ada tanda (*) nya. Deg-degan banget, 8 minggu menuju HPL dapet hasil tes lab kayak begini. Ketika dokter melihat hasil tes lab-ku, dokter langsung menyarankan aku untuk diinfus venover sebanyak 3 ampul. Kalau ga, kehamilanku akan beresiko mengingat BB janinku kurang dan aku beresiko mengalami pendarahan saat melahirkan. Keluar ruangan dokter, aku langsung browsing lebih lanjut tenang venover.

Infus venofer akan dilakukan apabila sudah harus mengejar HB dalam waktu singkat agar tidak harus melakukan transfusi darah. Venofer berisi zat besi yang dapat secara cepat menaikkan HB hingga 1-2 g/dL, mengingat transfusi darah pada saat kehamilan sangat tidak dianjurkan karena dikhawatirkan adanya kontaminasi berbagai macam penyakit. Waktu itu aku dirujuk ke ruang bersalin untuk transfusi venover-nya. Sekali transfusi langsung 3 ampul, yang bahkan kata suster di ruang bersalin “banyak juga ya bu, langsung tiga”. Cairan venover sendiri warnanya merah seperti darah, tapi agak sedikit lebih gelap. Dan cairan ini termasuk pekat, jadi waktu diinfus cukup berasa “panas” bagi aku. Sempat cari tau efek sampingnya venover, ada beberapa yang bilang menyebabkan pusing, mual bahkan sampai muntah. Tapi syukurnya, aku ga merasakan satupun dari efek samping itu.

Setelah cairan venover habis, aku diinfus lagi dengan cairan berwarna kuning yang jauh lebih cair dan memberikan sensasi “dingin”. Kalau kata suster sih, itu Vitamin C. Terakhir ditutup dengan injeksi kalsium yang rasanya “hangat” sampe sekujur tubuh, bahkan di mulut pun bisa terasa. Prosedur ini aku ulangi lagi dua minggu setelahnya.

Untuk harga transfusi venover ini, tentu berbeda-beda. Tergantung RS dan tempat Moms menebus Venovernya. Pertama kali aku harus tebus di apotik luar karena RS nya sedang kehabisan Venover. Akhirnya aku tebus di apotek K-24 dengan harga sekitar 800 ribuan untuk 3 ampul. Kali kedua, aku langsung tebus di RS dan harga nya hampir 1,2 juta untuk 3 ampul nya.

Ada ga hasilnya setelah infus venover? Ada. BB Janin ku naik 600 gram dalam waktu 2 minggu, yang biasanya Cuma naik 100-200 gram. Setelah dua kali transfusi venover dengan total 6 ampul dan makan makanan yang disarankan oleh dokter (walaupun ga berhasil sehari 6 butir telor, maksimal 4 dan udah enek banget), bayiku lahir dengan selamat di minggu ke-40 dengan berat badan normal di 2,91 KG.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

453 Jasmine Karissa

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?