Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Saya Menggunakan BPJS Kesehatan selama Masa Kehamilan

MY STORY  |  PREGNANCY  |  06 Jan '20


Di awal pernikahan kami, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan BPJS Kesehatan. Karena kami wirausahawan, maka kami adalah peserta mandiri. Kami pun mendaftar di kelas 1. 


Tujuan kami menggunakan BPJS Kesehatan adalah agar dapat digunakan jika sewaktu-waktu kami sakit, dan apabila saya hamil maka saya bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk meminimalisir biaya persalinan nanti.

Alhamdulillah 2 bulan setelah menikah, saya pun hamil dan BPJS Kesehatan kami sudah terbit. Pada awal kehamilan, saya masih rutin kontrol di bidan klinik dekat rumah saya, yang memang merupakan faskes di BPJS Kesehatan kami. Alhamdulillah, selama kontrol menggunakan BPJS, biaya kontrol dan konsultasi yang biasanya 50 ribu sekali kontrol jadinya gratis tanpa dipungut biaya, hanya saja obat-obatan tidak termasuk sehingga untuk obat harus menggunakan biaya sendiri.

Calon anak saya pun, langsung saya buatkan BPJS Kesehatan walaupun belum lahir. Memangnya bisa moms? Bisa kok.

Bulan ke 6 saya pun memutuskan untuk lanjut kontrol ke rumah sakit bersalin karena di klinik tidak ada alat USG yang memadai seperti di rumah sakit. Saat itu saya bertanya apakah saya dapat meminta surat rujukan untuk kontrol ke rumah sakit menggunakan BPJS. Lalu dari klinik, saya pun diberikan surat rujukan untuk kontrol ke rumah sakit bersalin.

Banyak yang berasumsi kalau menggunakan BPJS itu repot dan juga berbelit-belit prosedurnya. Namun saya sama sekali tidak mengalami hal tersebut. Dengan mudah klinik memberikan surat rujukan pada saya, hanya dengan keterangan ingin kontrol lebih lanjut dan juga saya pun bisa memilih rumah sakit bersalin mana yang saya inginkan asalkan faskes dan rumah sakit tersebut sudah bekerja sama. Dan untungnya rumah sakit bersalin yang dari awal sudah menjadi pilihan saya ternyata bekerja sama dengan faskes tersebut.

Dengan mendapatkan surat rujukan tersebut, saya mendapatkan fasilitas kontrol gratis selama 4 kali yang saya gunakan sampai menjelang kelahiran. Alhamdulillah anggaran kontrol dirumah sakit bersalin tersebut bisa saya simpan untuk keperluan lainnya.

Tiba saatnya saya untuk melahirkan, saya langsung bisa melahirkan dirumah sakit tanpa perlu surat rujukan lagi dari faskes. Kamar sudah disediakan. Biaya persalinan beserta kamar sepenuhnya ditanggung kecuali obat-obatan. Karena waktu itu kelas BPJS saya adalah kelas 1 maka saya memutuskan untuk menggunakan kamar kelas 1 saja. Suami saya sempat ingin meminta kamar VIP, dimana kami hanya perlu membayar selisih kamar saja, namun saya bilang tidak perlu karena saya melahirkan secara normal, dan pasti tidak akan lama berada di rumah sakit. Dan saya memang hanya berada dirumah sakit selama 2 malam. Lagipula, kamar kelas 1 sudah sangat bagus, luas dan nyaman untuk saya.

Pengunaan BPJS juga membantu biaya selama anak saya berada di ruang NICU. Karena saat dilahirkan, anak saya beratnya hanya, 2.4 kg maka anak saya masuk ke ruangan NICU untuk diobservasi. Biaya ruang NICU sendiri 1.5 juta semalam. Dan kami tidak membayar untuk biaya perawatan anak saya selama di NICU. Alhamdulillah anak saya bisa pulang bersama saya kerumah karena walaupun lahir dengan berat badan rendah namun kondisinya sehat dan tidak perlu observasi lebih lanjut.

Saya sangat bersyukur karena dengan menggunakan BPJS, selama kehamilan saya bisa meminimalisir pengeluaran dan bisa menyimpan anggaran melahirkan untuk tambahan hal yang lain seperti membeli perlengkapan anak dan juga untuk aqiqah. Dan selama menggunakan BPJS pun saya sama sekali tidak merasakan perbedaan pelayanan dari pihak rumah sakit.

Nah, apa saja sih moms persyaratan membuat BPJS Kesehatan? Gampang kok moms! 
1. Mengisi formulir pendaftaran dan menyediakan materei 6 ribu.
2. Fotocopy KTP.
3. Fotocopy KK.
4. Fotocopy buku nikah
5. Fotocopy buku rekening untuk autodebet (BRI, BNI, bank Mandiri). Pembayaran tanpa autodebet pun bisa. Misalnya bayar lewat kantor pos ataupun di agen yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sedangkan untuk persyaratan membuat BPJS calon Bayi adalah
1. Mengisi formulir pendaftaran.
2. Kartu BPJS ibu.
3. Fotocopy KK.
4. Fotocopy buku nikah kedua orangtua.
5. Surat keterangan dokter atau hasil USG.

Dikartu BPJS untuk calon bayi akan tertulis "Bayi Ny....". Jika anak sudah lahir, maka kartu BPJS anak bisa diganti dengan namanya.

Mudah kan moms? BPJS mempunyai manfaat moms untuk kita para ibu dan juga anak kita karena BPJS juga bisa digunakan untuk imunisasi dasar anak.

Prosedur menggunakan BPJS pun tidak ribet yah moms. Asalkan kita mengikuti prosedur dengan benar, pihak rumah sakit tidak akan menyulitkan kita.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1016 Fiki Chaerani Rizkiah

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Positive Thinking, Modal Utamaku Atasi Bayi Sungsang Menjelang Persalinan

Trimester ketiga merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil.

Tips Memilih Klinik atau Rumah Sakit untuk Bersalin

Melahirkan menjadi momen yang ditunggu sekaligus momen yang bikin deg-degan bagi Moms.

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan USG 4D

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat kedokteran pun kian canggih. Termasuk juga alat untuk USG si Kecil

Bagaimana Rasanya Melahirkan Normal? (Part 1)

Dengan cara apa pun seorang Ibu melahirkan, semua Ibu hebat dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Suamiku Mengambil Keputusan Operasi Caesar Ketika Melihatku Sangat Lemas

Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayinya lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.

Cerita Kehamilanku

Masing-masing wanita mempunyai cerita kehamilan yang berbeda. Begitu pun dengan Saya.

Benarkah Mandi Kembang 7 Bulan dapat Melancarkan Proses Persalinan?

Di daerah saya tradisi mandi kembang di usia 7 bulan kehamilan masih sering dilakukan masyarakat sekitar.

Cerita Persalinan Pertamaku, Hampir Caesar di Menit Terakhir

Moms yang sudah mendekati HPL pasti sudah mulai resah, antara bahagia dan khawatir.

Birthball untuk Ibu Hamil!

Minggu lalu, suami saya menawarkan untuk membeli birthball. Mungkin karna ukuran perut sudah semakin besar

Pengalaman Melahirkan Anak Pertamaku

Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi para pasangan suami istri. Ada yang cepat ada pula yang tidak.

Birthing Support: Hal yang Harus Dilakukan Para Birth Partner

Birth partner adalah seseorang yang akan menemani Moms selama proses persalinan nanti.

Berniat USG 4D? Perhatikan Tiga Hal Berikut!

Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang niat saya untuk USG 4D saat hamil.

Proses Lahiran yang Terbaik Buat Aku

Di sini aku akan berbagi cerita-cerita tentang proses lahirnya Caelan 3 bulan lalu. Simak yuk Moms!

Hospital Bag Checklist

Berhubung banyak temenku yang akan lahiran soon, jadi ingat zaman hamil Zo bingung banget mau packing apa.

Pengalamanku Alami Plasenta Previa di Kehamilan ke 3

Sore hari saat mau mandi sore, saya dibuat kaget karena mendapati air kencing saya berwarna merah segar.

Punya Baby Brain Tetap Bisa Lulus S2

Hai Moms, saya mau share tentang baby brain yang saya alami saat hamil si Kecil khususnya pada trimester ketiga.

LITMUS: Pendeteksi Cairan Ketuban

Di usia kehamilan trimester tiga kita harus lebih waspada terhadap penurunan volume air ketuban.

Arlin's Birth Story

Hi Moms! Kali ini saya ingin berbagi ceritaku nih selama proses melahirkan. Semoga bisa menambah wawasan.

Senam atau Yoga Hamil?

Di antara Moms mungkin ada yang memilih senam atau yoga. Banyak juga yang bingung mana yang lebih baik.

Preggo Story: Trimester 3, Sebentar Lagi Kita Bertemu

Masuk trimester ketiga saya buat birthplan dan konsultasikan sama dokter kandungan. Kalau Moms bagaimana?