Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Relaktasi Mom Anastasia

FEEDING  |  MY STORY  |  30 Oct '18


Moms pasti familiar dengan kata relaktasi ya. Nah di sini saya ingin berbagi pengalaman mengenai relaktasi. Relaktasi sendiri adalah menyusui kembali setelah beberapa waktu tidak menyusui.

Nathan ASIX sampai usia 12 hari, lalu karena bilirubin tinggi hingga angka 23 dan 6 hari tidak BAB akhirnya perlu disinar. Waktu disinar Nathan minum ASI saya yang dipompa dan ditambah sufor karena hasil pompa saya masih sangat sedikit.

Masuk usia 3 minggu, Nathan bingung puting, lapar tapi tidak mau menyusu. Saat saya susui dia malah nangis. Akhirnya Nathan minum susu hanya dari botol dan saya fokus pumping. Berusaha meningkatkan produksi ASI itu tidak gampang ya, dari makan segala macam booster sampai pompa per 2 jam sekali alias 12 kali sehari termasuk jam 12 malam, 2 pagi dan 4 pagi.

Bagi saya pribadi, E-ping (exclusive pumping) menyita waktu sehingga tidak bisa main sama anak. Anak nangis pun kalau lagi pumping tidak bisa gerak. Belum ditambah drama blocked ducts, payudara bengkak, demam dan panas dingin karena ASI mampet.

Saya E-ping selama sebulan, dan mencoba 7 jenis pompa, dan hasil pompaan tetap tidak lebih dari 40-60ml per sesi. PD saya tidak bereaksi terhadap pompa jenis apapun. Setelah beberapa hari, saya renungkan akhirnya saya memutuskan untuk relaktasi saja.

Kami ke klinik laktasi di St. Carolus. Di situ saya diberi obat minum, diajarkan cara pijat laktasi, dan beberapa kali disuntik, lagi-lagi untuk meningkatkan produksi ASI. Tapi yang paling penting adalah di situ Nathan mulai kembali menyusu langsung dengan bantuan lactation aid atau selang NGT yang dihisap bersamaan saat Nathan menyusu. Selang tersebut terhubung ke botol berisi sufor atau ASIP.

Cara kerja selang ini adalah membantu bayi supaya semangat menghisap karena ada aliran susu yang lebih stabil dia dapat. Jadi dengan alat ini bayi minum dari payudara langsung dan juga dari botol.

Setelah kira-kira 8 minggu saya berpikir, mau sampai kapan menggunakan lactation aid ini. Saya juga curiga Nathan ada masalah tongue tie atau lip tie, karena saat menyusu mulutnya tidak vakum dan ada bunyi mendecak yang cukup keras dan berulang. Ditambah dia sering 'ngomel' saat menyusu pertanda dia tidak sabar dan tidak mendapat susu sebanyak dan selancar yang dia mau.

Dokter di St. Carolus waktu saya tanya hanya bilang bahwa ada juga bayi yang sampai disapih tetap harus menggunakan lactation aid ini, Nathan tidak ada tongue tie, dan setiap hari Nathan harus ditambahkan suplementasi lewat selang sebanyak 600ml, jumlah yang terlalu banyak untuk saya yang hasil pompaannya minim. Karena hasil pompa saya minim, jadi saya hanya memberikan suplementasi sebanyak maksimal 60ml per sesi menyusui, yaitu sehari paling banyak hanya 480ml.

Singkat cerita, akhirnya saya ke klinik laktasi di KMC untuk konsultasi dengan IBCLC dr Asti Praborini. Harus menunggu 1 minggu untuk dapat jadwal konsul dengan beliau. Saat bertemu dr Asti, beliau langsung mengatakan bahwa Nathan ada lip tie (di bibir bagian atas) dan posterior tongue tie (jenis yang tidak parah dan tidak mudah dideteksi). Saat itu juga dilakukan frenotomy (menggunting bagian selaput di bawah lidah). Darahnya banyak, tapi langsung dinenenin dan begitu kena ASI darahnya langsung berhenti.

Dr Asti langsung memerintahkan saya berhenti pumping dan hanya menyusui langsung semau bayi. Seperti yang memang saya inginkan. Selama beberapa hari Nathan rewel saat menyusu, tapi seminggu kemudian saat saya kontrol kembali Nathan sudah menyusu dengan jauh lebih baik, mulutnya bisa vakum dan tidak ada suara berdecak lagi. Jelas terlihat di rahangnya gerakan menelan bukan sekedar ngempeng. Betul-betul beda dari sebelum dilakukan frenotomy.

Berat badan Nathan mulai naik dan kami berdua sangat menikmati proses menyusui. Saya super happy karena tidak lagi harus bawa pompa dan selang kemana-mana, bisa main dengan anak sesuka hati, tidak harus cuci botol, dan yang terpenting saat Nathan tidur bablas dan skip sesi menyusu. Nathan pun akhirnya berhasil menyusu langsung dan full ASI tanpa tambahan sufor maupun ASIP sampai saya sapih di usia 14 bulan.

Relaktasi adalah keputusan terbaik yang saya ambil. Bagi sesama Moms yang masih ingin mencoba menyusui kembali, ayo diperjuangkan dulu. Kalau memang tidak berhasil, minimal sudah berusaha. Jadi tidak ada penyesalan.

Semoga bermanfaat.

By: Anastasia Nursentana

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1029 Anastasia Nursentana

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Merawat Botol Susu Agar Tahan Lama

Hai Moms, Siapa disini yang setuju bahwa merawat si Kecil membutuhkan banyak biaya? Memiliki

Pengalaman Bendungan ASI yang Tak Terlupakan

ASI yang mampet bisa terjadi pada Ibu menyusui. Bagaimana cara mengatasinya? Simak berikut ini.

Manfaat Kolang Kaling

Resep manisan kolang kaling berikut ini bisa menjadi menu pilihan untuk berbuka puasa. Simak yuk!

Ceritaku Memberikan Enfamil Gentle Care A+

Simak cerita Mom Dwi berikut ini mengenai Enfamil Gentle Care A+.

Tips dan Trik Mengganti Sufor Lama ke Sufor Baru

Simak tips mengganti susu formula si Kecil berikut ini yuk Moms and Dads.

Metode Blansir MPASI: Smart Mom, Save Money!

Di tengah pandemi ini kita tidak mungkin belanja ke pasar setiap hari. Bagaimana caranya agar sayuran bisa bertahan lama?

Cara Menyapih Anak yang Cuma Mau ASI

Bagaimana cara menyapih si Kecil yang sama sekali tidak mau susu lainnya selain ASI? Simak pengalaman Mom Selvi berikut ini.

Busui Jangan Takut Minum Kopi. Ini Tips Minum Kopi ala Saya

Busui tapi ingin mengonsumsi kopi? Tenang Moms asal sesuai dengan takaran aman kok

Cracked Nipple pada Ibu Menyusui

Puting Moms lecet? Yuk atasi dengan cara berikut ini

Produksi ASI Tiba-Tiba Berkurang? Ini Alasannya

Mengapa produksi ASI bisa berkurang?

Mengenal Tentang ASI dan Perbedaannya dengan Susu Sapi

Moms, taukah bagaimana produksi ASI saat pertama kali si kecil nenen?

Tips Menaikkan Berat Badan si Kecil

Saya mau berbagi tips nih moms bagaimana cara menaikkan berat badan si kecil

Tips Menaikkan Berat Badan Walaupun Anak GTM ala Bunda Braga

Bagaimana sih caranya anak GTM tetapi berat badan tetep bisa naik?

Anak Susah Makan dan BB Seret (Part 2)

Susah makan bisa menyebabkan si Kecil susah makan dan berat badannya susah naik loh Moms

Tips Menghadapi GTM pada Anak

Yuk cari tahu penyebab si Kecil GTM dan bagaimana cara mengatasinya

Ini Dia 5 Makanan Tinggi Zat Besi untuk si Kecil

Kenali sumber zat besi alami dari makanan yang bisa Moms berikan pada si kecil yuk!

Chocolate Cake dengan Slow Cooker! Must Try This Recipe!

Slow cooker juga bisa loh mom untuk membuat cemilan bagi Moms & si Kecil.

Pengalaman saat Anak GTM dan Tips Menghadapinya

Gerakan tutup mulut atau yang lebih dikenal dengan istilah GTM, tentu sangat dikhawatirkan setiap Moms.

Hasil Pumping yang Didapat Sedikit? Coba Lakukan Teknik Power Pumping

Jika dilakukan dengan rutin power pumping bisa memancing ASI keluar lebih banyak

Cara Membekukan dan Mencairkan ASIP yang Benar

Bagaimana cara mendinginkan & mencairkan ASIP dengan benar? Yuk simak tips berdasar pengalaman saya