Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Pribadi Menangani Bayi Kuning

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  12 Jun '19


Apa itu bayi kuning? Sering sekali kita mendengar istilah ini. Kondisi ini adalah bayi secara fisik terlihat berwarna kuning, diawali dari kepala, dada, perut, tangan, kaki dan mata (semakin meluas tandanya semakin parah). Hal ini disebabkan oleh kelebihan bilirubin (unsur kuning) dalam darah. Bilirubin sebenarnya ada sejak bayi berada dalam kandungan. Namun, karena organ hati bayi belum berkembang dengan sempurna, proses pembuangan bilirubin menjadi terhambat. Hal ini berdampak pada menumpuknya bilirubin dalam darah, sehingga menyebabkan penyakit kuning fisiologis.

Pengalaman pribadi saya saat anak saya dulu mengalami bayi kuning memang cukup membuat saya panik, bagaimana tidak sebagai new mom yang baru merasakan memiliki bayi,tiba-tiba dibilang dokter anaknya harus disinar/fototerapi di rumah sakit sampai kadar bilirubinnya normal.

Saya cerita sedikit pengalaman anak saya dulu. Anak saya, Bernadatte saat usia 3 hari sebelum pulang dari rumah sakit, dokter mengatakan bahwa kadar bilirubinnya cukup tinggai yaitu 13, sedangkan batas boleh pulang dari rumah sakit adalah di bawah 14, jadi tetap diperbolehkan pulang. Tapi dokter berpesan kalau bayi terlihat kuning baik badan atau bagian matanya, boleh dibawa ke rumah sakit sebelum jadwal kontrol (7 hari). Saat di rumah bayi saya menangis terus, hanya diam kalau digendong. Saat itu kita kira dia sudah "bau tangan", bukan karena lapar. Karena saat di rumah sakit ASI saya dibilang sama suster sudah keluar, maka sejak bayi saya lahir saya hanya direct breast feeding, tanpa pompa sehingga saya tidak tau berapa banyak ASI saya. Padahal ini adalah salah satu penyebab bayi kuning, yaitu kekurangan ASI. Ditambah saat di Rumah sakit saya banyak menerima tamu, jadi tidak menyusui bayi tiap 2 jam sekali. Padahal hal ini penting sekali. Karena bilirubin dalam tubuh harus dikeluarkan bersamaan dengan kotoran. 

Singkat cerita akhirnya besoknya, yaitu hari ke 4 kita ke rumah sakit karena bayi saya tetap menangis dan sedikit terasa demam. Ternyata benar, sampai di rumah sakit panasnya sudah 38 derajat. Setelah ditest darah, kadar bilirubinnya sudah di angka 21. Akhirnya dokter memutuskan harus disinar. Dokter menjelaskan penyebab lain bayi kuning selain kurang ASI adalah karena perbedaan golongan darah ibu dan bayi. Saya golongan darah O, sedangkan bayi saya B, sama seperti papanya. Selama disinar, bayi saya terpaksa minumnya ASI dicampur sufor. Setelah 3 hari akhirnya bayi saya diperbolehkan pulang dan tetap dijemur pagi hari sebelum jam 9 selama 15-30 menit. Dan rajin disusui. Bersyukur saat sudah pulang ke rumah anak saya kembali full ASI.

Demikian pengalaman saya, jika mom mengalami hal ini saat bayi baru lahir, tenang saja mom tidak sendiri kok. Tetap tenang dan jangan panik, segera hubungin tenaga medis untuk penangan lebih lanjut.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

301 Christine Aprilia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda

Normalkah BAB Seminggu Sekali pada Bayi ASI Eksklusif? Bagaimana Mengatasinya?

Moms mungkin khawatir kalau ternyata bayinya BAB hanya seminggu sekali? Tenang Moms, ini masih normal kok.