Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Naik Pesawat Dengan Bayi 2 Bulanan

MY STORY  |  OTHERS  |  06 Jul '19


Halo Moms, saya ingin berbagi pengalaman ketika saya mudik ke kampung halaman menjelang libur hari raya. Sebenarnya saya dan suami sempat bingung karena anak pertama kami masih berusia 2,5 bulan ketika akan diajak naik pesawat. Meski perjalanan ke kota bengkulu dari jakarta dengan pesawat hanya 1 jam dan secara usia sudah diizinkan oleh maskapai, namun membawa bayi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Selain khawatir akan kesehatan si bayi sendiri, kami juga khawatir akan mengganggu penumpang lain jika si bayi tidak bisa tenang selama di dalam pesawat. Seperti yang kita tahu, suasana dan tekanan dalam pesawat sering kali membuat tidak nyaman untuk bayi atau orang dewasa sekalipun.

Berbekal sharing pengalaman dari teman-teman, membaca tips di internet dan konsultasi ke dokter, kami mulai mempersiapkan berbagai macam peralatan yang akan digunakan jika si bayi tidak nyaman, seperti earmuff, pacifier atau empeng, kupluk dan kapas untuk menutup kuping, gendongan kain, hingga apron/cover menyusui. Saran terbaik adalah menyusui bayi pada saat take off dan landing untuk mengurangi sakit di telinga akibat tekanan di dalam pesawat. Namun sebelumnya pastikan bayi kita dalam keadaan sehat saat akan bepergian dengan pesawat ya Mom!

Saat tiba di bandara 2 jam sebelum berangkat, setelah check in saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan ruang ibu dan bayi atau nursery room untuk jaga-jaga jika si bayi harus bolak-balik menyusui atau ganti popok. Saya juga membatasi menyusui bayi terlalu banyak agar nanti dia tidak menolak menyusu di pesawat akibat kekenyangan. Si bayi juga kami ajak bermain dengan harapan ia akan kelelahan dan tidur saat di pesawat.

Setelah disusui secukupnya dan ganti popok, kami pergi ke ruang tunggu karena waktu boarding sudah dekat. Saat mulai masuk pesawat, bayi saya gendong erat dengan gendongan kain dalam posisi tidur menyamping. Saya tutup telinganya dengan kapas lembut dan ditutup dengan topi kupluk. Mungkin gerakan pesawat yang membuat si bayi seakan-akan sedang diayun, sehingga bayi saya mulai tidur semenjak di atas pesawat. Saat pesawat mulai taxi dan akan take off saya sudah bersiap-siap akan menyusui si bayi atau memberikan ia pacifier/empeng agar tetap ada gerakan menelan supaya telinganya tidak sakit. Namun, si bayi menolak dan tidur sangat nyenyak, sehingga saya membiarkan ia tidur sambil terus memantau jika telinganya terasa sakit. Alhamdulillah Moms, si bayi tidur nyenyak sampai kami sudah turun di ruang pengambilan bagasi.

Memilih menjadi tim menyusui saat take off dan landing atau tim yang membiarkan anak tetap tidur jika sudah pulas, tentu cukup membuat bingung ya Moms. Karena wajar sekali jika kita khawatir apabila mungkin anak akan kesakitan jika dibiarkan tidur atau justru lebih kasihan jika harus dibangunkan jika sudah tidur pulas. Sehingga pilihan ini menurut saya dapat disesuaikan dengan kondisi bayi pada momen tersebut. Namun yg terpenting adalah ibu sudah mempersiapkan diri secara mental untuk tetap tenang, tidak panik dan tentunya siap membawa berbagai peralatan jikalau kemungkinan si anak tiba-tiba rewel di atas pesawat.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

243 Ulya Rahmanita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kontrak Pra-Nikah, Sudah Tau Moms?

Kontrak pra-nikah atau yang juga biasa disebut sebagai prenup, sebetulnya apa ya? Mari simak bersama berikut ini.

Masa Pandemi Jadi Sering Ribut Dengan Pasangan? Ini Penyebabnya

Kenapa ya selama masa karantina mandiri ini jadi sering ribut dengan suami? Coba simak yang satu ini.

Ratus Pasca Persalinan, Yes or No?

Moms pernah mendengar istilah ratus? Yuk simak cerita berikut ini.

Pandemic Membuatku Jadi Makin Mesra

Simak tips semakin mesra selama pandemi berikut ini yuk Moms and Dads!

Cerita Lebaran Tahun Kedua Fiersa

Meskipun Lebaran tahun ini berbeda, tapi tetap merupakan momen yang perlu dirayakan. Yuk simak cerita berikut ini.

Ini Cara Kami Mewujudkan Pernikahan Sehat Di Masa Pandemi

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keharmonisan rumah tangga di saat pandemi ini.

Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama Pandemi

Moms and Dads, selama pandemi ini jaga keharmonisan rumah tangga yuk. Simak bersama yang berikut ini.

Inspirasi Nursery Room

Para bumil sedang mencari inspirasi untuk mendekor kamar si Kecil? Bisa lihat yang satu ini ya.

Menjaga Kesehatan Pernikahan Selama Di Rumah Aja

Selama di rumah aja, apa yang Moms and Dads lakukan untuk menjaga kesehatan rumah tangga? Baca cerita berikut ini ya.

Komunikasi Suami Istri Saat WFH

Apabila suami istri sedang tegang, apa yang sebaiknya dilakukan? Simak cerita berikut ini ya.

Daddies Cook on Vals Day with Nutribaby+

Babymoov menyelenggarakan acara Daddies cook on Valentines Day!

Tips Sederhana untuk Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Mengurangi sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana ya Moms, apa sajakah itu?

Yang Perlu Dipersiapkan saat Jadi Mama Muda di Perantauan

Apa saja yang harus dipersiapkan saat memutuskan untuk tinggal sendiri alias jauh dari keluarga?

Membereskan Baju dengan Menggunakan Konmari Method

Gerah banget ga sih Moms, tiap buka lemari liat baju anak awut2an. Perlu ngumpulin niat yang banyak buat rapihin semua.

Habis Melahirkan, Tetapkan Aturan Berikut

Jangan sungkan untuk menerapkan aturan aturan ya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

Tips Menghempaskan Mom Shaming!

Yuk ikuti tips berikut ini untuk mengatasi mom shaming

Bahaya Baby Blues

Ternyata 80% Ibu yang baru melahirkan mengalami dan merasakan yang namanya Baby Blues

Tips Menghadapi Mom Shaming dan Baby Shaming

Moms pasti pernah mengalami Mom shaming ataupun Baby shaming, "Kok anaknya nangis mulu, ASI kamu pasti dikit tuh!"

Pentingnya Bahasa Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan merupakan sebuah ikatan antara dua orang yang memerlukan kerja sama antara keduanya.

Hindari Kalimat Ini jika Bertemu Ibu Baru

Menjadi seorang ibu tentu tidaklah mudah. Terlebih bagi seorang ibu baru.