Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Memakai IUD

MY STORY  |  OTHERS  |  13 Nov '18

Hai Moms! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman selama menggunakan AKDR atau IUD sebagai alat untuk menunda kehamilan.

Saya akan mulai dengan pertanyaan: Mengapa saya ingin menunda kehamilan? Karena saya dan sumi bersyukur sudah dianugerahi 2 orang anak dengan jarak usia yang cukup dekat, yakni 2 tahun 2 bulan. Oleh karena itu, kami harus fokus untuk membesarkan anak-anak, memberi perhatian, menyediakan kebutuhan terbaik bagi mereka dan sepakat untuk menunda kehamilan selanjutnya sampai waktu yang tepat.

Mengapa saya memilih IUD? Pertama, saya takut jarum suntik. Kedua saya pelupa. Ketiga, kami ingin menunda kehamilan dalam waktu lama, minimal 5 tahun. Alasan yang simpel tapi bagi saya pribadi cukup penting Moms. Oleh karena itu, saya dan suami memutuskan memilih IUD sebagai alat kontrasepsi yang akan kami pakai. Sebab, tentu tidak akan menggunakan jarum suntik, pemakaiannya tidak perlu diulang-ulang seperti pil dan suntikan serta dapat melindungi mulai 3 sampai 10 tahun.

Bagaimana proses pemasangannya? Proses pemasangan IUD sebenarnya sangat mudah dan tidak sakit. Pemasangan pun hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan berpengalaman serta disarankan dilakukan menjelang berakhirnya masa haid agar pemasangan lebih mudah, mengingat mulut rahim pada masa haid lebih terbuka. Tapi, sebelum pemasangan harus berkonsultasi terlebih dahulu ya Moms. Tujuannya adalah agar dokter atau bidan dapat melihat apakah penggunaan IUD tersebut tepat atau tidak.

Saya sendiri berkonsultasi dengan seorang bidan yang sudah sangat berpengalaman. Berdasarkan percakapan saya dengan bidan tersebut, saya dinyatakan boleh menggunakan IUD karena saya tidak memiliki riwayat penyakit organ rahim seperti kista, miom dan yang lainnya. Hal ini amat penting ya Moms, karena penggunaan IUD sendiri dapat meningkatkan risiko pendarahan.

IUD berukuran sangat kecil, kira-kira hanya 3 cm dan memiliki ekor atau benang yang setelah terpasang di rahim dapat kita raba dari vagina kita. Benang tersebut akan menjadi petunjuk bagi kita sendiri sekaligus menjadi petunjuk ketika kita akan mengontrol IUD ke bidan atau dokter. Hal ini untuk memastikan apakah IUD masih berada di tempatnya (dan ini jarang terjadi), juga berfungsi pada saat kita ingin membuka IUD.

Pada saat pemasangan, kita akan diminta untuk membuat posisi seperti akan melahirkan secara normal, dan Bidan akan memasukkan IUD ke rahim melalui vagina. Tenang saja Moms, tidak sakit dan tidak lama kok. Hanya, setelah pemasangan kita akan mengalami sedikit pendarahan yang akan menghilang sendiri dalam satu sampai dua minggu.

Pengalaman saya, siklus haid tidak mengalami perubahan lho Moms, hanya jumlah pendarahan saja yang semakin meningkat. Hal ini wajar, dan hanya berlangsung selama 6 bulan pertama. Selanjutnya akan berangsur-angsur normal.

Kini saya sudah memakai IUD selama 2 tahun. Selama ini, hampir tidak ada keluhan yang berarti. Saya bebas bergerak, bebas berolahraga dan tidak mengganggu hubungan suami-istri.

Bagaimana, apakah Moms tertarik ingin mencoba IUD? Segera hubungi dokter Moms ya!

Semoga bermanfaat.

By: Sarah Brahmana

Copyright by Babyologist

71 Sarah Brahmana Send Message to Writer

Related Stories