Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Melahirkan dengan Ketuban Pecah Dini

MY STORY  |  PREGNANCY  |  20 May '19


Bagaimana rasanya bagi ibu mana yang ingin melahirkan namun ketuban sudah pecah/rembes sebelum pembukaan lengkap? Hal ini saya rasakan ketika melahirkan anak pertama saya bulan April lalu. 

H-1 HPL saya belum merasakan tanda-tanda persalinan yang intens, seperti mulas yang teratur atau keluarnya lendir darah. Saya hanya merasakan perut yang sering kencang saja selama 3 hari kebelakang. Rasanya sudah was-was. Tak sabar menunggu gelombang cinta dari bayi yang akan dilahirkan. Seharian itu, saya melakuakan affirmasi lebih kencang disertai do'a yang selalu saya panjatkan. Rasanya seharian mulut saya selalu komat kamit mengucapkan kalimat affirmasi ke bayi dan do'a supaya persalinan saya bisa datang cepat. 

Kenapa saya ingin segera melahirkan bayi saya? Karena kata bidan di tempat saya kontrol, jika sudah masuk 41 week belum juga ada pembukaan maka harus di intervensi seperti induksi atau bahkan operasi c-section. Di situ saya masih berfikir positif bahwa bayi saya mau segera keluar dan saya tetap bisa melahirkan spontan. 

Sore hari menjelang maghrib, saya berfikir untuk cek ke bidan. Hal ini saya lakukan karena sudah mengalami kencang perut dan sedikit rasa keram di pinggang belakang. Lalu setelah maghrib, saya dan suami menuju puskesmas untuk cek ke bidan.

Sesampainya di bidan, ternyata saya belum ada pembukaan. Dan masih diminta untuk kontrol esok harinya. Kata bidan, perut kencang dan keram pinggang bagian belakang merupakan kontraksi palsu karena belum beritme teratur.

Akhirnya saya dan suami kembali pulang. Sebelum pulang, kami berniat untuk "jalan-jalan" sebentar ke Mall, karena tempat tinggal kami dekat sekali dengan mall, maka kami memutuskan untuk mampir sebentar mencari jajanan. 

Pada saat di mall, saya sudah berfikir pasrah. Saya ingin melupakan sejenak kapan akan melahirkan. Semakin sering difikirkan maka saya takut tidak akan mempercepat proses melahirkan. Maka dari itu, saya ingin benar-benar menikmati kehamilan sebelum melahirkan. 

Pukul 9 malam, saya tiba di rumah. Sedikit saya rasakan keram di pinggang belakang namun masih bisa ditahan. Pukul 22.30 saya berbaring dikasur bersiap untuk tidur. Suami saya masih sibuk mengurus kerjaan yang mau diselesaikannya. 

Tidak berapa lama setelah saya berbaring, saya merasakan kontraksi lagi. Pertama kontraksi masih biasa lalu saya mulai merasa kontraksi lebih sakit. Saya memutuskan untuk duduk. Ketika duduk, saya merasa ada sesuatu yang keluar/rembes. Setelah saya cek ternyata lendir darah. 

Wah, saya langsung senang sekali. Namun, lendir darah ini disertai air yang lumayan banyak. Suami saya mengatakan jangan panik, lalu kami bersiap lagi menuju puskesmas. 

Selama perjalanan menuju puskesmas, saya merasa kontraksi terus datang disertai air yang terus merembes. Saya khawatir ketuban saya bisa habis kalau rembes terus.

Sesampainya di bidan, bidan menyatakan bahwa ketuban saya sudah rembes dan kurang jernih atau sudah berwarna hijau. dan saya musti di rujuk ke RS supaya mendapatkan penanganan lebih memadai.

Sesampainya di RS, saya sudah sangat merasa kontraksi yang sakit sekali. Ketika di cek, saya baru pembukaan 2. Rasanya sakit sekali dipingang belakang. 

Saya bertanya kepada suster di RS, apakah saya masih bisa melahirkan spontan? Kata suster, jika ketuban tidak habis dan pembukaan berjalan baik maka masih bisa melahirkan spontan.

Setelah di cek CTG, VT, tensi dan ambil darah, saya dipindahkan ke ruang bersalin. Di ruang bersalin di cek lagi ternyata sudah bukaan 4. Namun disitu rasanya sudah sangat sakit sekali dan saya tidak bisa berbaring, karena jika berbaring akan tambah sakit. Rasanya setiap kontraksi datang, saya ingin berdiri dan jalan, namun karena ketuban saya sudah rembes, jika saya berdiri otomatis ketuban makin banyak yang keluar. Maka setiap kontraksi datang saya hanya duduk sambil merintih, atur nafas dan istighfar. 

Jam 4 pagi, saya minta untuk dicek lagi karena sudah tidak berjeda rasa kontraksinya. Saya terus affirmasi ke bayi untuk dapat lahir sebelum pagi. Saya yakin bayi saya dengar. 

Lalu saya dipindahkan ke ruang tindakan. Diruang tindakan, saya tidak di cek lagi, bidan mengatakan bahwa saya masih pembukaan 4 dan sepertinya masih 6 jam lagi sampai ke pembukaan lengkap. 

Namun saya katakan kebidan bahwa sakit yang saya rasakan sudah tidak berjeda dan saya yakin sudah bukaan lengkap. Ketika di cek, ternyata betul, saya sudah bukaan lengkap, namun kepala bayi masih agak tinggi. Bidan bilang untuk menunggu beberapa saat lagi supaya kepala bayi turun. 

Pukul 5 pagi, saya mencoba mengedan...dibantu 2 bidan saya bisa melahirkan anak saya di pukul 5.30 pagi. 

Alhamdulillah walau harus dapat episiotomi, tapi saya bersyukur karena masih bisa melahirkan spontan dengan pembukaan yang cepat dan sesuai affirmasi saya, lahir sebelum pagi.

Itu adalah pengalaman saya melahirkan dengan kondisi KPD. Pelajaran yang saya dapatkan selama proses melahirkan adalah perbanyak do'a dan affirmasi ke bayi dan diri sendiri. Yakin akan hal-hal baik yang kita inginkan. Dan jangan panik. 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1557 Mazaya Noveriwa Puspa

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?