Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Lahir Anak Pertama

MY STORY  |  PREGNANCY  |  17 Jul '18

Setiap calon ibu pasti super excited ketika hamil anak pertama termasuk saya. Awal kehamilan di trimester pertama, saya mual hebat, semua yang saya makan atau minum dikeluarkan lagi. Rasanya perjalanan kehamilan di trimester pertama sangat lama.

Singkat cerita saya masuk rumah sakit sampai harus rawat inap. waktu itu kehamilan saya tepat 8 weeks, lalu saya diperiksa oleh dokter spesialis kandungan. Ketika melakukan USG ternyata dekat rahim saya ada kista sebesar 4,9 cm dan dokter mengatakan kemungkinan saya tidak bisa lahir normal.

Lahir normal adalah impian saya ketika akan menjadi seorang ibu, bahkan jauh sebelum kehamilan. Sebenarnya melahirkan proses apapun bagi saya tidak masalah, tapi entah kenapa dari sebelum hamil saya bertekad untuk lahir normal, dan ketika saya tahu dokter bilang seperti itu, saya bertekad untuk tetap lahir normal. Saya yakinkan bahwa saya bisa. 

Kenapa saya butuh untuk meyakinkan diri saya sendiri? Karena hanya itu yang dapat memotivasi saya. Mungkin jika saya pasrah saja, bisa jadi saya tidak bisa melahirkan secara normal. Tapi saya terus yakin, dan terus mengajak janin di dalam perut saya, berinteraksi terus dengannya. 

Buat saya, berinteraksi dengan janin dalam kandungan sangatlah penting, dan buat saya Alula adalah anak yang bisa diajak kerjasama. Dia selalu merespon apa yang saya katakan seolah dia mengerti.

Selain berinteraksi dengan janin, saya terus melakukan kegiatan apapun yang saya mampu lakukan, seperti senam hamil dan jalan setiap pagi. Hal ini terus saya lakukan, dan di trimester ke 3 saya semakin giat melakukannya. 

Sampai akhirnya Alula lahir pada usia kehamilan 41 weeks dengan proses persalinan normal. Dari situlah saya mendapatkan pelajaran berharga bagaimana meyakinkan diri sendiri itu penting, karena itulah yang dapat memotivasi kita untuk terus berusaha sebisa mungkin, selain yakin pikiran kita pun harus tetap positif. 

Semoga bermanfaat.

By: Ade Rizka.

240 Ade Rizka Send Message to Writer

Related Stories