Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Kehamilan Dengan Preeklampsia

MY STORY  |  PREGNANCY  |  13 Aug '19


Dear Mom, setiap dari kita saat mengalami masa kehamilan pasti hal utama yang diinginkan adalah kesehatan ibu dan bayinya. Begitupun dengan saya saat menjalani kehamilan pertama setahun yang lalu. Bulan November 2017, saya mendapati testpack bergaris dua yang artinya positif. Saya pun bergegas memeriksakan kandungan ke obgyn dan hasil USG nya menyatakan positif hamil.

Saya menjalani masa kehamilan dengan biasa-biasa saja, dalam artian tidak ada muntah dan mual yang hebat hingga mengganggu aktivitas, ataupun sakit dan berkondisi lemah. Di usia kehamilan 24w, saya menjalani serangkaian tes laboratorium untuk mengetahui kondisi kesehatan saya, dan alhamdulillah hasilnya pun baik-baik saja. Saya juga masih bekerja hingga masuk usia 35 minggu kehamilan.

Akan tetapi saat kontrol di minggu ke 35, saya mendapati posisi janin yang memutar ke atas dan belum masuk ke panggul. Obgyn pun menyarankan untuk memperbanyak senam hamil dan bergerak agar posisi janin bisa segera turun masuk ke panggul. Oh ya, saat itu tensi saya sempat tinggi yaitu 130/90 tapi setelah dites ulang turun dan normal seperti biasanya 110/70. Sejak kontrol kehamilan itu, saya pun memperbanyak gerak dan senam kehamilan di rumah. Setelah beberapa hari, saya pun mencoba mendatangi bidan di dekat rumah untuk memastikan posisi bayi. Saat itu, posisi bayi sudah berputar ke bawah namun bidan curiga terhadap tensi saya yang setelah tiga kali diulang masih tinggi yaitu 140/90. Akhirnya bidan mencoba melakukan tes urin sederhana untuk melihat kadar urinnya. Hasilnya ternyata positif, ada protein di urin saya. Bidan mengatakan ada gejala preeklampsia pada kehamilan saya. Bidan pun akhirnya mencatatkan hasil tes urin saya di buku kontrol guna dibaca oleh obgyn saya saat kontrol selanjutnya.

Preeklampsia adalah sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema). Pre-eklampsia dialami oleh ibu yang sedang hamil, terutama para ibu muda yang baru pertama kali hamil. Saat itu saya belum merasa cemas, karena merasa baik-baik saja dan tidak merasakan tanda-tanda preeklampsia seperti pada umumnya. Adapun gejala preeklampsia yakni sesak napas akibat cairan di paru-paru, Sakit kepala parah, berkurangnya volume urine, gangguan penglihatan, misalnya pandangan hilang secara sementara, menjadi kabur, atau sensitif terhadap cahaya, mual dan muntah, rasa nyeri pada perut bagian atas (biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan), pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki, wajah, dan tangan. Dari semua gejala tersebut saya hanya merasakan pembengkakan pada kaki yang saya pikir lumrah karena umumnya ibu hamil mengalami pembengkakan pada kaki.

Jadwal kontrol obgyn selanjutnya pun tiba saat usia kehamilan 37w5d. Seperti biasa sebelum diperiksa obgyn, dilakukan terlebih dahulu cek tensi, dan dari dua kali hasil cek tensi menunjukkan angka 150/110. Angka yang sangat tinggi untuk ukuran tensi seorang ibu hamil. Saya pun dirujuk untuk melakukan cek urin dan meminta hasilnya saat itu juga agar dapat menentukan tindakan. Hasil lab pun keluar dua jam kemudian. Hasilnya menyatakan urin positif 1, artinya preeklampsia pada kehamilan saya masih ringan. Obgyn menyarankan agar kehamilan dihentikan alias bayi harus segera dilahirkan Saya pun diinduksi malam itu juga menggunakan obat yang dimasukkan ke dalam vagina, namun setelah 2 kali induksi, pembukaan tetap tidak ada kemajuan, akhirnya obgyn pun sepakat untuk melakukan operasi caesar.

Nah itu Mom pengalaman saya mengalami kehamilan dengan preeklampsia yang baru ketahuan di minggu 37. Beruntungnya, usia kandungan saya saat itu sudah cukup sehingga bayi saya pun tidak prematur saat dilahirkan. Jika Mom mengalami salah satu tanda-tanda dari yang telah saya sebutkan tadi, langsung cek ke dokter ya Mom agar dokter dapat memberikan keputusan terkait kesehatan Mom dan bayi. Semangat Mom!

 

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

367 Soraya Januaria

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?

Sounding ke Bayi, Mempermudah Persalinanku

Waktu 2 garis di test pack itu muncul, betapa bahagianya hati Saya dan Suami. Kami memang tidak menunda punya momongan dan diberikan kepercayaan [...]

My First Pregnancy Story (Part 1)

Saya menikah pada bulan Januari 2017 di usia 24 tahun. Sebelum menikah, saya tidak pernah melakukan Premarital Check-Up.

Galau Masalah KB? Berikut Pengalaman Pribadi Saya

Permasalahan KB buat para ibu yang baru melahirkan ini susah-susah gampang ya Moms.