Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Infertilitas karena Tingginya Hormon Prolaktin

MY STORY  |  PREGNANCY  |  27 Nov '18

Sejak menikah pada tahun 2008, kami berdua sudah langsung ingin mempunyai anak. Pada awalnya kita berdua cukup santai menjalaninya, tapi setelah 2 tahun belum juga hamil, kami dan orang sekitar mulai cemas. Maka dimulailah petualangan ke beberapa dokter kandungan.

Dari beberapa dokter kandungan, kami hanya diberi vitamin dan obat penyubur yang diminum pada hari ke-13 setelah menstruasi, tapi usaha ini tetap saja tidak membuahkan hasil. Akhirnya kami pergi menemui dokter Rudy Harsono, SpOG. Beliau menyuruh saya datang pada hari ke-13. Pada hari itu dokter mengecek kondisi telur. Saat itu dokter berkata pada susternya, “Telur ibu ini banyak. Tapi kecil-kecil, tidak ada yang matang.” Tapi dokter tidak banyak bilang apa-apa pada saya. Hanya memberi obat saja dan programnya belum berhasil.

Suatu hari mertua menyuruh saya pergi ke dokter Andrologi yaitu dokter Susanto. Kami menceritakan masalah kami dan beliau menyarankan saya untuk tes hormon. Dari hasil tes tersebut, nilai hormon prolaktin saya 26. Sedikit di atas normal yaitu antara 4.00-23.00.

Dokter menjelaskan bahwa hormon Prolaktin adalah hormon menyusuiPada kondisi ibu yang tidak menyusui, tingginya hormon ini menyebabkan kondisi rahim yang tipis dan tidak subur. Telur yang dihasilkan juga kecil-kecil meskipun jumlahnya banyak. Makanya biasa dikatakan bahwa ibu yang memberi ASI ke anaknya telah mendapat KB alami karena hormon Prolaktin ini.

Saat saya tanya mengapa Prolaktin saya tinggi? Dokter menjawab bahwa hal itu karena saya stres.

Dokter memberi saya obat CRIPSA yang mengandung Bromocriptine. Obat ini harganya sekitar Rp. 350.000,- untuk 30 butir. Saya tidak begitu suka minum obat ini karena dapat menyebabkan saya menjadi kurang konsetrasi. Karena itu setelah obatnya habis, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan minum obat ini.

Untuk pasangan yang belum menikah, saya menyarankan agar melakukan pemeriksaan hormon, supaya jelas masalah sebenarnya kenapa sampai sekarang belum juga hamil.

 

Semoga bermanfaat.

By: Melinda Gunawan

Copyright by Babyologist

152 Melinda Gunawan Send Message to Writer

Related Stories