Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman Baby Shaming Saat Pulang Kampung

BABY  |  MY STORY  |  PARENTING  |  20 Jun '19


Momen lebaran kemarin memang menjadi ajang untuk bersilaturahmi ke sanak saudara di kampung halaman. Seminggu sebelum lebaran, saya dan keluarga kecil saya memang sudah memutuskan untuk mudik, agar bisa lebih lama di kampung. Karena rumah sanak saudara jaraknya cukup berdekatan suasana ngobrol sore atau pagi hari menjadi hangat dan biasa dilakukan. Dari obrolan hangat yang biasa kami lakukan, sering kali terselip pertanyaan atau pernyataan dari orang terdekat seperti sanak saudara yang mengarah kepada mom shaming atau bahkan baby shaming. Memang setelah melahirkan, perubahan fisik cukup membuat saya mendapat perlakuan semacam mom shaming. Dari mulai ada yang mengatai saya gendut, dikira hamil lagi, atau sekadar bertanya berat badan saya berapa. Semua itu saya tidak ambil pusing, cukup katakan "gendut tandanya bahagia".

Lantas, perasaan kita sebagai seorang ibu ketika yang mendapat perlakuan semacam itu adalah anak kita? Tentunya kita tidak ingin kan Moms, anak kita menjadi korban baby shaming.

Baby shaming atau perlakuan mempermalukan bayi pada momen pulang kampung ironisnya sering kali dilakukan oleh orang terdekat, seperti sanak saudara. Pertanyaan atau pernyataan yang biasanya sering muncul seperti mengomentari atau mengkritik fisik si Kecil.

"Rambutnya tipis banget, belum tumbuh-tumbuh ya"

"Hidungnya ke mana? Pesek ya dedek.. Tarik dulu biar mancung.."

"Kurus sih dedek pake ASI padahal, gak kayak anaknya si A, minum sufor gendut"

"Makannya susah ya? Beratnya dedek berapa?"

Sebagai orang tua mungkin ada rasa tidak nyaman, kesal atau bahkan sedih ketika anak mendapat perlakuan semacam itu. Namun hal bijak apa yang bisa kita lakukan? Tanggapi dengan positif yaaa Moms!

Pertama, kita harus bisa membuat penerimaan dari dalam diri kita, bahwa Tuhan menganugerahkan fisik anak kita sudah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Walaupun kulitnya hitam, hidungnya pesek, rambutnya ikal, itulah yang Tuhan berikan.

Kedua, terima pendapat orang lain apabila baik. Acuhkan dan jangan ambil pusing pernyataan atau pertanyaan yang mengkritik atau menghakimi. Balas dengan gurauan atau candaan. Karena tentunya kita tidak ingin merusak momen silaturahmi saat lebaran.

Ketiga, jangan ikut membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain. Setiap anak berbeda dan spesial.

Keempat, terus tanamkan rasa percaya diri pada anak kita. Kalau saya selalu panggil anak saya "cantik", selain itu karena ucapan ibu adalah doa.

Yang terakhir terus berpikir positif, lakukan yang terbaik sebisa dan semampu kita untuk anak kita.

Hanya sejauh itu hal yang bisa saya lakukan ketika kemarin pulang kampung banyak mendapat pertanyaan atau pernyataan yang mengarah kepada mom shaming dan baby shaming.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

594 Fitri Amalia Azzahra

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Please Stop Baby Shaming!

Aku punya beberapa tips saat menghadapi baby shaming karena akupun pernah mengalaminya

Caraku Menghadapi Mom and Baby Shaming dengan Cerdas

Menjadi orangtua kadang tidak lepas dari komentar orang-orang terdekat, terlebih lagi orangtua baru

Bayi 6 Bulan Bisa Trauma? Bagaimana Mengatasinya?

Bayi ternyata memang bisa mengalami trauma Moms, dan ini terjadi pada Rubi juga

Mengenal High Need Baby (Part 2)

Apa saja tanda-tanda high need baby? Apakah Moms perlu menerapkan gaya parenting yang berbeda?

Mengenal High Need Baby

Moms, pernah gak si Kecil rewel terus tanpa sebab yang pasti? Bisa jadi si Kecil termasuk high need baby!

Hal Penting Mengenai Newborn Hingga Bayi Usia 1 Bulan

Apa saja yang harus jadi perhatian saat mengurus newborn hingga usianya 1 bulan?

Separation Anxiety Pada Bayi, Apa Ciri-Cirinya? Bagaimana Mengatasinya?

Separation anxiety pada bayi hal yang wajar terjadi, lalu apa cirinya dan bagaimana mengatasinya?

Quaility Time Dengan Menemani si Kecil Sekolah Renang

Mengisi quality time bersama si Kecil bisa dengan mengajaknya berenang loh Moms

Bayi Rewel Kalau Dibawa di Tempat Ramai? Bisa Jadi Overstimulasi!

Bawa bayi pergi itu jadi momen yang paling menyenangkan. Apalagi kalau perginya beramai-ramai.

Pentingnya Menanamkan Minat Baca Sedari Dini

Anak-anak lebih suka memakai gadget dibandingkan membaca buku? Ajarkan minat membaca sedari dini yuk Moms!

Separation Anxiety, Ketika Bayi Ingin Selalu Dekat Ibunya

Sejak usia 9 bulan ada perubahan sikap pada Sofia. Dia selalu menangis ketika ditinggal oleh orang tuanya. Kenapa ya?

Pengalaman Sounding ke Babyku

Moms, apa sebelumnya pernah denger istilah sounding? Saya mau sharing pengalaman saya sounding baby.

Pentingnya Peran Ayah Dalam Mengasuh si Kecil

Peran seorang ayah dalam mengasuh si Kecil sangat penting loh Moms untuk pertumbuhannya

Tips Tidur Tanpa Gendong

Jangan biasakan si Kecil tidur harus digendong Moms, yuk simak tips ala mom Elisa menidurkan anaknya berikut!

Mengatasi Kebiasaan Tidur Digendong

Si Kecil biasanya tertidur saat digendong, namun saat diletakkan di tempat tidur ia langsung bangun ya Moms.

Ceritaku Menjadi Ibu

Tidak mudah bagiku mengurus anak sendiri tanpa nanny padahal aku ibu rumah tangga seutuhnya.

Tips Menenangkan Bayi Menangis

Jenis tangisan bayi bermacam-macam, kita harus bisa mengenali tandanya dan apa yang harus dilakukan agar bayi lebih tenang.