Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pengalaman 3 Tahun MengASIhi

BABY  |  FEEDING  |  MY STORY  |  TODDLER  |  03 Jan '20


Menjadi seorang pejuang ASI bukanlah hal yang mudah. Liam saat lahir sempet minum sufor karena ASI mommy belum keluar and Liam menggigil dehidrasi; jadi saat itu juga atas pertimbangan bersama mommy, daddy dan dsa, kami memutuskan untuk sufor dulu.

ASI mommy baru keluar itu setelah dibantu temen mommy pijat laktasi dan dipaksa kluar, padahal sebelumnya uda pake pijat laktasi dari RS tapi gak mempan. Pijat laktasi ini juga bukan hal yang nyaman ya kalo menurut mommy pribadi. Nah kluar ASI-nya ini pas malem pas jam besuk sampe lari-lari kecil and rada lebay panggil suster di ruang bayi biar bisa kasi ASI ke baby Liam.

Setelah itu besoknya payudara mommy sempet bengkak and pake acara mewek di tempat tidur karena tidak tahan sakitnya and dikompres juga masih tetap berasa sakit. Akhirnya setelah dipijat dan dipompa baru legaan; dipompa karna saat itu Liam lagi disinar intensif di ruang bayi jadi gak bisa direct breastfeeding dulu.

Kluar dari RS selama 1 minggu pertama pun Liam masi dibantu sufor. Setiap bikin cuma keminum 5-10 ml tapi kalo gak, nangisnya bikin stres. Saat itu batin mommy memang diuji, sampai setahun.. dua tahun pun tetap diuji buat terus jadi #pejuangasi

Teringat saat kembali ke kantor setelah cuti hamil usai. Pompa disela-sela jam tidak sibuk dan hasil pompa yang setiap hari-nya berkurang. Dari 200ml per payudara jadi cuma paling top 220ml an total 2 payudara.

Belum episode ngambek-nya Liam tiap sore pas mommy pulang kantor. Episode saat banjir dan kerjaan kantor yg menuntut buat mommy kudu ngantor padahal Liam gak bisa dititipin karena akses yang banjir. Saat itu juga berasa bener-bener failed jadi mommy. Anak nangis meraung-raung plus pang ping dari atasan urusan kerjaan. ASI ga bisa kluar karna mommy nya stres. Semua itu yang akhirnya membuat mommy decide buat jadi full time mom dan fokus hanya untuk Liam.

Perjalanan mengASIhi ini mommy tempuh selama 3 tahun 1bulan. Pasti yang baca mikir, lho kok lama banget mom? harusnya kan udah 2 tahun udah stop. Kalau dari mommy cuma bisa bilang karena mau "weaning with love" mommy menunggu sampai Liam benar-benar bisa paham. Saat umur 3 tahun Liam sudah merasa dirinya "big boy" dan saat itu baru dia mulai menerima kalau saatnya sudah tiba untuk stop ASI.

Saat umurnya menjelang 2 tahun sebenarnya sudah dicoba, tapi jujur mommy gak sanggup menghadapi drama tangisan meraung-raung Liam, karena itu proses penghentian ASI benar-benar lambat, disesuaikan dengan mood dan perasaan anak.

Setelah sudah tidak mengASIhi lagi gimana? Kalo dari mommy sih gak ada perasaan kangen ya, karena Liam tetap nempel dan bobo juga maunya dipeluk mommy, kalau kebangun dan nangis pun cuma maunya sama tangan mommy-nya, jadi perasaan dekat ya tetap dekat aja.
Mommy cuma mo sharing ini buat semangat semua mommies yang mengASIhi, kalian semua hebat, kalian sendiri yang tau kapan saat yang tepat untuk stop ASI, bila sudah tiba saat yang tepat semua pasti dilancarkan. Semangat terus ya mommies Pejuang ASI!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

108 Lilia Widjaja

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Galau Menyapih? Coba Lakukan Secara Bertahap

Menyapih menjadi momok tersendiri yang sering membuat galau baik si ibu maupun si anak.