Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pencegahan Penyakit HIV

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  16 Sep '18


Meskipun banyak peneliti yang bekerja untuk mengembangkannya, tapi sejauh ini belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegah penularan HIV. Namun, mengambil langkah-langkah tertentu dapat membantu mencegah penyebaran HIV.

Pencegahan Penyakit HIV

Hubungan seksual yang lebih aman
Cara paling umum penyebaran HIV adalah melalui seks anal atau vaginal tanpa kondom. Risiko ini tidak dapat sepenuhnya dihilangkan kecuali seks dihindari sepenuhnya, tetapi risikonya dapat diturunkan secara signifikan dengan mengambil beberapa tindakan pencegahan. Seseorang yang khawatir tentang risiko HIV, maka bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini:

  • Dapatkan tes HIV. Penting untuk mempelajari status dan pasangan Anda.

  • Pengujian untuk infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Jika dites positif, maka Anda harus diobati, karena memiliki IMS meningkatkan risiko tertular HIV.

  • Gunakan kondom. Anda harus belajar cara yang benar untuk menggunakan kondom dan menggunakannya setiap kali berhubungan seks, apakah itu melalui hubungan seks vaginal atau anal. Cairan pra-seminal (yang keluar sebelum ejakulasi pria) dapat mengandung HIV.

  • Membatasi pasangan seksual. Anda harus memiliki satu pasangan seksual dengan siapa Anda memiliki hubungan seksual eksklusif.

  • Minum obat sesuai petunjuk jika mengidap HIV. Ini akan menurunkan risiko penularan virus ke pasangan.

Metode Pencegahan Lainnya

Langkah-langkah lain untuk membantu mencegah penyebaran HIV meliputi:

  • Hindari berbagi jarum atau perlengkapan obat lainnya. HIV ditularkan melalui darah dan dapat berpindah dengan menggunakan bahan yang terkontaminasi.

  • Pertimbangkan PEP. Seseorang yang terpajan HIV harus menghubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan profilaksis pasca pajanan (PEP). PEP dapat mengurangi risiko tertular HIV. Ini terdiri dari tiga obat antiretroviral yang diberikan selama 28 hari. PEP harus dimulai sesegera mungkin setelah paparan, tetapi sebelum 36 hingga 72 jam telah berlalu.

  • Pertimbangkan PrPP. Seseorang yang berisiko tinggi terhadap HIV harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan tentang profilaksis pra-pajanan (PrPP). Jika dikonsumsi secara konsisten, itu dapat menurunkan risiko tertular HIV. PrPP adalah kombinasi dari dua obat yang tersedia dalam bentuk pil.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

549 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sering Menjatuhkan Sesuatu Tanpa Sengaja? Waspada Gejala Sindrom Carpal Tunnel!

Seseorang dengan sindrom carpal tunnel mungkin mengalami kesulitan mengetik di komputer atau bermain game.

Mengatasi Anak Overweight dan Underweight

Seperti apa ciri anak kelebihan dan kekurangan berat badan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Brugada: Gangguan Serius Terkait Irama Jantung

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengobati Sifilis pada Wanita

Sifilis bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, wanita, pria hingga anak-anak. Berikut penanganannya.

Mengenal 3 Gejala Diabetes yang Hanya Dialami Wanita

Khusus pada wanita, ada setidaknya tiga gejala diabetes yang perlu diketahui. Apa saja gejala tersebut?

Hal Berikut Perlu Diperhatikan Penderita Asma Sebelum Memutuskan Hamil

Apakah Moms memiliki riwayat asma? Jika ingin mencoba memiliki keturunan disarankan konsultasi terlebih dahulu.

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari.

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

Mari kita simak 9 tes penting sebelum nikah dengan alasan mengapa masing-masing pemeriksaan perlu dilakukan.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?