Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

MY STORY  |  PARENTING  |  27 Sep '18


Weekend yang lalu saya berada di sebuah mal di Kota Tangerang, ada seorang anak sekitar usia 6-7 tahun yang menangis dan meronta-ronta terhadap Mom-nya tak jauh dari toko mainan. Dulu sebelum saya menikah, saya merasa kok Mom-nya pelit banget sih, kenapa 'gak beli satu saja yang agak murah biar anaknya tidak seheboh itu? Duit kan bisa dicari lagi, bisa ditabung lagi.

Tapi setelah saya menikah sambil bekerja, barulah saya sadar pentingnya menerapkan kedisiplinan kepada anak. Penting untuk mengajarkan si Kecil agar tidak selalu membeli mainan atau barang-barang lainnya yang tergolong sekunder atau tersier, setiap kali pergi ke mal. Memang, duit itu bukanlah segalanya dan bisa dicari. Namun apakah baik jika kita membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Saya jadi ingat dengan terapan kakak kandung saya terhadap 2 anak-anaknya, "Nanti saat kita semua jalan-jalan ke Kuala Lumpur, kalian boleh membeli barang yang kalian sukai apa pun itu barangnya, namun mami hanya sanggup membelikan 1 saja ya untuk kalian masing-masing. Mami sayang banget sama kalian". Anak-anak begitu gembira dan tiba saatnya momentum belanja di KL, anak-anak dengan teliti dan sabar memilih-milih mainan yang mereka sukai saat ada di toko, hingga saatnya di kasir mereka hanya membawa 1 mainan di tangan mereka masing-masing.

Ajaran ini pun membuat saya tersadar, bahwa:

  • memilih barang itu harus sesuai dengan kebutuhan, tidak semua barang harus kita beli;
  • sambil menunggu momentum untuk membeli barang yang kita butuhkan, saat itu juga kita sambil menabung sedikit demi sedikit;
  • lambat laun akan tertanam rasa disiplin pada anak dan ia belajar untuk bersabar menunggu momentum.

Saya pun dididik untuk selalu menyisihkan uang jajan, kebetulan dulu Mama saya lebih senang mencatat pemasukan dan pengeluaran saya di sebuah buku kecil. Hal ini ada bagusnya juga, karena apabila semua uang jajan langsung diserahkan ke saya, mungkin tidak sampai 14 hari semua uang jajan saya sudah habis. Boleh dicontoh ya Moms!

Jadi walaupun uang jajan merupakan hak anak-anak, namun Moms tetap bisa mengerem pembelian yang dianggap tidak perlu. Dan kalau sedang jalan-jalan sang anak ingin membeli sesuatu yang mahal, Moms bisa talangi dulu pembelian tersebut. Lalu dibuat 1 catatan bahwa biaya pembelian tersebut bisa dicicil melalui uang jajan, seperti memiliki bank sendiri. Hal ini terjadi lho pada saya, dan sekarang saya merasa bahwa ajaran dan terapan orang tua saya sangat berguna saat saya sudah menikah dan bekerja.

Memang ada plus minusnya, minusnya: awalnya anak akan merasa dunia tidak adil, akan meronta-ronta pada awal penerapan ini, dan anak akan merasa Moms sangat menyebalkan dan pelit, anak akan lebih menganggap Dads lebih royal. Plusnya: Moms lebih bisa belajar bersabar karena tujuan dari ajaran ini baik untuk anak, sehingga Moms tidak mudah goyah saat melihat anak meronta-ronta bahkan sambil guling-guling di lantai, Moms juga akan belajar menyisihkan uang, dan Dads lama-kelamaan juga akan ikut irit.

Namun semua kembali lagi ya kepada Moms dan Dads, ajaran dan terapan kepada anak merupakan hasil diskusi dari kedua orang tua.

Semoga bermanfaat.

By: Tyniya Suteja

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1792 Tyniya Suteja

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Si Kecil sering mengalami tantrum dan tak jarang membuat Moms kewalahan. Tips dari Mom Ade ini bisa membantu mengatasinya.