Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pasca Kuret Saya Memilih untuk Langsung Hamil

MY STORY  |  PREGNANCY  |  01 Feb '19


Saya ingin menceritakan sedikit kisah tentang Kehamilanku. Setelah satu bulan menikah, Alhamdulillah saya hamil, suami saya pun turut bahagia dengan kehamilan saya, begitupun juga dengan orang tua dan keluarga besar kami. Di mana dari pihak keluarga saya ataupun suami sama-sama baru menikahkan anak dan sama-sama sangat ingin menimang cucu. Jadi kehamilanku ini disambut dengan penuh kebahagiaan.

Dari sebelum kehamilan saya sudah konsumsi susu kehamilan, dan saat mengetahui hamil pun saya tidak berhenti konsumsi susu hamil, karena saya begitu inginnya memiliki janin yang bisa tumbuh sehat dan sempurna. Saya juga sudah tidak melakukan pekerjaan rumah, saya hanya diminta untuk selalu beristirahat agar anak kita sehat katanya. Meskipun saya hal tersebut terlalu berlebihan, karena saya tipe orang yang tidak bisa diam.

Setiap minggu kehamilan aku jalani dengan suka cita, semua keinginanku dipenuhi oleh suami, orangtua dan mertua saya. Saya sempat memeriksakan kehamilan saya di 6 minggu kehamilan, dan bidan mengatakan bahwa semuanya sehat. Tetapi tiba-tiba di 10 minggu kehamilanku, keluar darah segar. Saya heran, kenapa bisa seperti ini, padahal tidak ada rasa nyeri, kram ataupun rasa mules yang saya rasakan.

Perasaan saya mulai tidak karuan. Sedih bercampur takut akan kehilangan janin saya. Akhirnya orangtua saya mengantarkan saya ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa. Dan ternyata dokter mengatakan bahwa janin saya tidak berkembang (blighted ovum) dan harus segera dikuret. Sungguh perasaan saya sangat sedih dan kecewa, keluarga menguatkan saya tapi saya tahu mereka pun sangat kecewa dengan ini. Saya harus ikhlas dengan semuanya. Akhirnya saya pun dikuret dan Alhamdulillah hanya makan waktu 15 menit dan perawatan 2 jam pasca kuret saya sudah bisa pulang ke rumah.

Banyak yang menyarankan untuk tidak hamil dulu setelah dikuret, karena katanya tidak bagus untuk kesehatan ibu dan janinnya nanti. Baiknya tunggu sampai 3 bulan pasca kuret baru merencanakan kehamilan. Tapi karena namanya sangat ingin ya punya anak, jadi saya ingin segera, bahkan kalau perlu secepatnya. Dan Alhamdulillah, satu bulan pasca kuret saya langsung hamil. Sungguh begitu senangnya saya dan suami. Tapi kami berjanji untuk tidak menceritakan ini kepada siapapun sampai kami betul-betul yakin dan periksa ke dr.kandungan

Setelah positif hamil, saya dan suami ke dokter kandungan untuk memastikannya. Karena trauma dengan yang sebelumnya, jadi kali ini saya betul-betul ingin memastikan bahwa memang kehamilan ini saya benar-benar hamil. Dan pas dilakukan USG, ternyata belum terlihat kantong kehamilannya, hanya dinding rahim yang menebal. Dokter pun belum bisa memastikan apakah memang benar hamil atau bisa saja terjadi haid lagi. Kemudian dokter memberikan resep obat Folavit untuk saya konsumsi dan saya diminta untuk kembali 2 minggu lagi.

Saat waktu periksa pun tiba, saya dan suami tetap berharap namun dengan perasaan cemas. Karena haid pun tak kunjung datang dan test pack pun masih menunjukkan kalau saya positif hamil. Dan setelah dokter melakukan USG, kantong dan janin saya pun sudah terlihat. Bahkan kami mendengar detak jantungnya. Kali ini saya benar benar yakin kalau saya memang sedang mengandung. Selepas pulang dari dokter saya pun memberitahukan keluarga tentang kehamilan saya. Dan semua juga turut bahagia dengan kehamilan saya. 

Saya pun menjalani kehamilan saya ini dengan suka cita, saya jaga istirahat, makan makanan yang bergizi, rutin minum susu, hampir setiap bulan saya kontrol kehamilan ke dokter kandungan dan saya juga mengonsumsi obat dokter.

Alhamdulillah anak saya bisa lahir normal, sehat dan cantik, dan sampai sekarang pun anak saya tumbuh dengan sehat dan cerdas, di usianya yang menginjak 2 tahun 7 bulan, dia bahkan sudah mampu berkomunikasi. Bahkan sekarang pun saya sudah punya anak kedua, anak laki-laki yang juga sehat dan dan pintar.

Dengan cerita saya ini, semoga Moms di luar sana yang juga mengalami hal sama seperti saya bisa tetap semangat dan jangan pernah putus asa, jangan menyesali apa yang sudah ditakdirkan oleh, namun tetaplah berusaha.

Semoga bermanfaat.

By: Nur Azizah

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1205 Nur Azizah

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?