Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Paraben Paranoia: Benarkah Paraben Berbahaya?

HEALTH TIPS  |  09 May '19


Halo Moms, kali ini saya ingin membahas salah satu ingredients yang cukup kontroversial, yaitu paraben. Mengapa saya bilang kontroversial? Karena saat ini paraben dipercaya sebagai salah satu bahan pemicu kanker. Namun benarkah pendapat tersebut? 

Sebelum membahas lebih lanjut, kita kenalan dulu yuk sama paraben. Sebenernya paraben itu apa sih? 

Paraben adalah preservatives atau pengawet yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri & jamur pada suatu produk. Karena properti anti bakteri & anti jamur yang dimiliki oleh paraben ini, maka suatu produk bisa bertahan lama, selain itu paraben merupakan bahan paling efektif untuk mencegah pertumbuhan bakteri & jamur tanpa mengubah tekstur dari suatu produk. Dan tanpa bahan pengawet, suatu produk yang mengandung air tidak akan bisa tahan sampai berbulan-bulan lamanya, alias harus cepat dihabiskan. Maka dari itu paraben masih banyak digunakan sampai sekarang. Jenis paraben yang paling sering kita temui dalam sebuah list ingredients adalah methylparaben, ethylparaben, butylparaben & propylparaben. 

Paraben berasal dari Para-Hydroxy-Benzoat (PHBA) yang secara alami bisa ditemukan pada banyak buah & sayuran, seperti wortel, timun, bawang merah, kacang-kacangan & berries. 

Lantas, apakah saya harus berhenti mengonsumsi makanan tersebut? Tentu tidak ya Moms. Karena kadar paraben yang terkandung di dalam buah itu bersifat alamiah & masih sedikit, sehingga aman untuk dikonsumsi. Dan biasanya banyak terdapat pada sayur-sayuran seperti bawang, karena bawang memiliki zat aktif sebagai anti jamur & mikroba. Dan juga wortel, karena wortel tumbuh di dalam tanah yang cenderung memiliki kondisi yang lembap sehingga mudah sekali memicu timbulnya bakteri & jamur, maka dari itu wortel mengandung paraben sebagai pelindung dari pertumbuhan bakteri & jamur. 

Jadi sebenernya lebih berbahaya mana? Menggunakan produk yang mengandung paraben atau makan wortel setiap hari? 

Tentu keduanya sama-sama tidak berbahaya ya Moms, selama metabolisme tubuh kita masih bekerja dengan baik. Karena tubuh kita melakukan ekskresi alias memproses pembuangan sisa metabolisme tubuh yang tidak berguna melalui buang air kecil, buang air besar dan juga keringat. Jadi zat paraben ini tidak akan 'stay' lama-lama di dalam tubuh kita dan akan terdegradasi oleh tubuh kita.

 

Semoga bermanfaat.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

569 Shinta Abadi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.