Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Panjang Umur Dengan Vaksin Serviks

HEALTH TIPS  |  10 Mar '18


Kanker serviks merupakan kanker terganas nomor dua yang dapat menyerang kaum wanita. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Penularan HPV biasanya disebabkan oleh kontak seksual, akan tetapi seseorang yang belum pernah melakukan hubungan seks pun masih berpeluang terkena kanker serviks. Jika wanita terinfeksi dengan virus ini, maka akan terjadi pertumbuhan sel secara abnormal pada serviks. Hal tersebut yang akan berkembang menjadi kanker serviks.

Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan menggunakan vaksin serviks atau yang juga sering disebut dengan vaksin HPV. Berdasarkan Centers of Disease Control and Prevention (CDC), vaksin HPV dapat diberikan untuk anak perempuan dan anak laki-laki yang berusia 11 atau 12 tahun. Vaksin ini akan mencegah kanker serviks dan vulva pada wanita dan mencegah kutil kelamin dan kanker anus pada wanita dan pria.  Vaksin ini juga bermanfaat untuk mencegah penularan HPV ketika sedang melakukan kontak seksual. Pemberian vaksin dianjurkan sejak usia dini karena respon terhadap vaksin lebih baik pada orang berusia muda.

Meskipun vaksin ini diutamakan untuk wanita, vaksin ini ternyata tidak diperbolehkan untuk Moms yang sedang hamil. Hal ini disebabkan karena vaksin akan merangsang tubuh menghasilkan antibodi. Antibodi hanya akan terbentuk dengan baik jika orang yang divaksin memiliki daya tahan tubuh/imunitas yang baik. Akan tetapi, ibu hamil tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga pembentukan antibodi tidak optimal. Selain itu orang yang sedang sakit parah dan memiliki reaksi alergi juga tidak disarankan menggunakan vaksin ini.

Rasa sakit, pembengkakan atau kemerahan pada area suntikan setelah divaksin merupakan hal yang lazim terjadi. Mom juga bisa merasakan sakit kepala, mual, muntah, merasa lelah dan lemah. Pada kasus tertentu, rasa pusing dan pingsan juga bisa dialami. Oleh karena itu, Moms sebaiknya duduk selama 15 menit seusai divaksin.

Penggunaan vaksin disarankan untuk mereka yang belum pernah melakukan hubungan seks. Namun, bagaimana dengan yang sudah melakukan berhubungan seksual? Sebaiknya Moms tetap mendapatkan vaksin HPV agar terlindung dari penularan virus pada kontak seksual selanjutnya. Perlu diketahui, HPV menular bisa melalui kontak seksual, oral, vaginal, atau anal. Tentu pencegahan dini lebih baik dibandingkan dengan pengobatan berlanjut.

Semoga bermanfaat.

By: S. S.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

817 S. S.

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.