Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Operasi Sesar yang Tak Direncanakan

MY STORY  |  19 Nov '18


Melahirkan secara normal merupakan keinginan para ibu di dunia. Siapa sih yang tak mau melahirkan secara alami, baby sehat dan ibu senang? Apalagi penyembuhan melahirkan normal lebih cepat, dan tidak perlu merasakan sakit jahitan yang bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Tapi apa jadinya bila kita ingin melahirkan normal tapi ketika waktu nya tiba, kita harus operasi karena ada beberapa masalah medis?

Itu yang saya alami ketika akan melahirkan Uwais. Selama kehamilan mulai dari 4 bulan saya sudah mempersiapkan sebaik mungkin mulai dari searching tentang artikel kehamilan sehat, melahirkan nyaman, sampai olahraga yang baik untuk ibu hamil. Saya sudah melakukan prenatal yoga, belajar hypnobirthing, berenang, jalan kaki, pokoknya berdayakan diri selama 39 minggu.

Bahkan ketika Uwais sudah memberikan tanda bahwa dia akan keluar kepada ibunya, saya selama di ruang persalinan masih menggunakan gymball dan gerakan-gerakan yang bisa membuat Uwais cepat turun. Selama 18 jam gelombang cinta sudah pembukaan 5, tetapi saya menikmatinya dengan mengatur nafas yang telah saya pelajari. Hasilnya semua berjalan baik, tidak ada teriakan, drama menjabak rambut suami ataupun cakar-cakar yang sering saya dengar ataupun baca cerita dari Moms di luar sana.

Tetapi yang saya pikir semua akan baik-baik saja, semua jadi buyar ketika suster melihat ketuban saya merembes dan berwarna hijau. Akhirnya 1 jam kemudian dokter pun datang dan mengoberservasi ketuban saya, dan benar ternyata air ketuban saya sudah merembes dan berwarna hijau lumut. Itu berarti Uwais harus segera dikeluarkan sebab kalau tidak akan berdampak buruk kepada Uwais.

Dokter sempat mengecek dan mengatakan bahwa kepala Uwais masih tinggi dikarenakan dinding rahim saya tebal jadi cukup sulit untuk Uwais turun. Dokter juga memberikan pilihan kepada saya dan suami, apakah mau tetap normal (tapi dokter tidak yakin berapa jam lagi pembukaan lengkap) atau operasi sesar. Ketika mendengar itu, saya yang awalnya semangat langsung lemas, ingin nangis.

Saya tidak mau sesar tapi juga tidak mau terjadi apa-apa dengan Uwais di dalam, apalagi statusnya sudah gawat. Akhirnya suami memutuskan untuk sesar dengan persetujuan saya secara terpaksa. Suami mengatakan untuk ikhlas, pasrah, dan tetap mengatakan kalau saya ibu hebat.

Selesai operasi saya pikir semua ketakutan saya sudah lewat. Tapi ternyata Uwais harus masuk ke NICU karena meminum air ketuban sehingga Uwais tidak menangis ketika dikeluarkan. Ya Tuhan, apalagi ini? saya sudah operasi, melewatkan IMD, tidak satu ruangan ditambah Uwais harus dirawat intensif. Belum lagi selama 3 hari itu ASI saya belum keluar banyak, sedangkan Uwais bayi besar (3,8kg) jadi butuh ASI lebih banyak dibandingkan bayi lainnya.

Karena ASI saya belum cukup untuk Uwais (hari kedua 30 ml, Uwais butuh 60 ml) rasanya ingin nangis sejadi-jadinya. Suster mengatakan jika tidak terpenuhi segera, Uwais akan dehidrasi itu berarti akan semakin lama untuk pulang ke rumah. Dengan berat hati lagi, saya menyetujui suster dan suami untuk memberikan sufor kepada Uwais. Lagi-lagi ASI eksklusif gagal.

Untungnya, hanya sehari Uwais minum sufor, di rumah saya terus direct breastfeeding ditambah pumping dan makan sayur katuk. Tapi semua tidak berhenti di situ, sebagai new Mom saya sempat tengah malam nangis selama beberapa hari sambil menyusui Uwais yang malam itu sedang menangis karena lapar.

Ketika sedang menangis saya memikirkan kenapa ini semua terjadi sama saya? Saya sudah berdayakan diri semaksimal mungkin. Bahkan dokter bilang ketika usia kandungan 8 bulan bahwa kehamilan saya bagus dan bisa melahirkan normal. Kenapa ini semua terasa sia-sia?

Belum lagi saya merasa menyusahkan suami saya karena belum bisa melakukan aktivitas sendiri selama seminggu karena jahitan operasi yang masih terasa nyeri. Apalagi kalau melihat jahitan operasi rasanya ingin flashbacak agar ini semua tidak terjadi. Merasa menjadi ibu yang tidak berguna, bukan ibu seutuhnya dan masih banyak pikiran negatif saya.

Apakah sampai sekarang saya masih menyesal dan marah ketika mengingat kejadian itu semua? Apakah saya trauma untuk hamil dan melahirkan lagi? Tidak.

Lalu Bagaimana Sekarang Saya Bisa Melaluinya Semuanya?

  1. Pikirkan lagi kalau semua telah diatur oleh Tuhan. Yakinkan kepada diri sendiri bahwa ini jalan yang terbaik dan Tuhan yang lebih tahu daripada dokter bahkan diri kita sendiri.

  2. Positifkan pikiran mungkin ini semua terjadi karena Tuhan ingin menghapus dosa-dosa kita. Karena yang telah kita kita lalui sangat berat.

  3. Yakinkan bahwa kita termasuk wanita yang kuat, tidak semua wanita bisa menghadapi ini semua.

  4. Percayalah kalau bayi kita mempunyai cara sendiri untuk dilahirkan. Bagaimana ia ingin dan kapan untuk dilahirkan.

  5. Dukungan suami sangat penting, jangan malu bilang bahwa kita dengan butuh dukungan (jika suami tidak peka).

  6. Jangankan melupakan me time. Jangan sungkan bilang ke orang terdekat seperti orangtua atau mertua untuk menjaga si Kecil sebentar, dan lakukan kegiatan yang Moms sukai.

  7. Coba berdamai dengan diri sendiri. Katakan bahwa saya tetap ibu hebat, kuat untuk bayi saya dan diri sendiri.

Percayalah, normal atau sesar semua sama saja. Tidak ada penelitian yang mengatakan bahwa jika melahirkan sesar bukan seorang ibu yang seutuhnya, apalagi jika itu dilakukan untuk keselamatan bayi dan diri kita sendiri. Baik itu normal maupun sesar tidak menentukan kualitas diri kita sebagai seorang ibu.

Jadi untuk ibu-ibu di luar sana yang telah melahirkan sesar ataupun yang akan melakukan sesar (karena masalah medis), jangan sedih apalagi merasa kita bukan ibu yang baik. Semangat dan percaya bahwa kita semua ibu yang hebat apapun dan bagaimana cara proses melahirkan.

Semoga bermanfaat.

By: Maya Rani

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

862 Maya Rani

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Persiapan Libur Panjang, Yuk Intip Aktivitas Seru untuk si Kecil

Persiapan Libur Panjang, Yuk Intip Aktivitas Seru untuk si Kecil. Meski

Rekomendasi ASI Booster versi Babyo

Agar Moms bisa menimbang kebutuhan ASI booster yang sesuai, berikut adalah rekomendasi ASI booster untuk ibu menyusui versi Babyo. Bagaimana [...]

Mom, Keluargaku Menentang Kehamilanku

SELASA CURHAT: Keluarga sama sekali ga membantu aku. Malah bilang, "Rasain tuh suruh siapa hamil". Padahal aku dan suamipun ga merencanakan. [...]

Mom, Apa Semua Harus Jadi Salahku?

SELASA CURHAT: Akhir-akhir ini aku ngerasa hambar dengan pernikahan ini. Aku harus gimana ya moms?

Mom, Apakah Ngidamku Ini Salah?

SELASA CURHAT: Aku ingin curhat seputar ngidam pada kehamilan, ada yang bilang ngidam itu wajar dan ada juga yang bilang itu cuma [...]

Kesempatan Kedua Setelah Kehilangan

APA KATA MOMS? Bagaimana sih menurut Moms tentang kesempatan kedua setelah kehilangan (keguguran)?

Mom, Aku Tidak Didukung Menyapih

SELASA CURHAT: Aku merasa tidak mendapat support darimana-mana. Di rumah sendiri aku kewalahan, di rumah orangtua aku dikomentarin.

Mau Me Time, Tapi Kepikiran Anak

APA KATA MOMS? Bagaimana sih cara Moms menjalani me time tanpa rasa bersalah dan jadi kepikiran soal anak?

Moms, Apakah Hubunganku dengan Suami Sehat?

SELASA CURHAT: Aku seringkali berdebat sama suami soal banyak hal termasuk cara mendidik anak. Apa memang semua rumah tangga awalnya begini ya [...]

Salah Banget Ya, Gunakan MPASI Instan?

APA KATA MOMS? Tentunya Moms punya pertimbangan sendiri memilih MPASI Instan, yang notabene juga bisa memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Moms, Anakku Susah Diatur

SELASA CURHAT: Anakku belakangan ini dia mudah sekali ngambek kalo kehendaknya gak di turutin, mulai agak jail sama teman-temannya, dan kalo aku [...]

Komentar Nyebelin untuk Ibu Hamil

APA KATA MOMS? Bagaimana Moms menghadapi orang yang suka berkomentar 'nyebelin' untuk ibu hamil?

Anti Panik Menjaga Kesehatan Gigi Anak 0-3 Tahun

Hallo parents, pernah tidak merasa kesulitan menjaga kesehatan gigi anak?

Membuat Anak Mencintai Negara Indonesia

Sudahkah kita sebagai warga negara Indonesia memiliki rasa cinta kepada tanah air kita?

Moms, Aturan Anakku Dilanggar Kakek Neneknya

SELASA CURHAT: Aku selama dirumah jarang banget kasih anakku jajanan MSG atau cokelat yang ga bagus untuk giginya. Eh giliran di rumah kakek [...]

Serba Salah Menjadi Orang Tua

APA KATA MOMS? Bagaimana Moms menghadapi kondisi serba salah menjadi orang tua?

Mom, Pandemi Ini Membuatku Goyah

SELASA CURHAT: Ekonomi yang lagi surut karna pekerjaan suami terkena dampak, ditambah kondisi anak yang memerlukan perhatian penuh.

Asisten Rumah Tangga, Perlu atau Tidak?

APA KATA MOMS? Sayangnya, kadang anak malah jadi lebih dekat pada asisten rumah tangga atau pengasuhnya daripada bersama dengan Moms. Bagaimana [...]

Mom, Aku Lelah!

Setiap Selasa, Babyo ingin memberikan kesempatan Moms untuk curhat seputar kehamilan dan parenting. Akan ada curhat Moms yang akan Babyo post [...]

Suka Duka Bersama Mertua

APA KATA MOMS? Berhubung harus di rumah aja, minggu ini Babyo ingin mendengar pendapat Moms tentang tinggal bersama dengan mertua, nih.