Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Normalkah Kulit Si Kecil Menjadi Bengkak Dan Kemerahan Setelah Imunisasi?

HEALTH TIPS  |  24 Jun '18


Setelah si Kecil menerima imunisasi jenis apapun, umumnya bekas suntikkan akan membengkak atau bahkan mengalami kemerahan. Nah, sebelum Anda mengkhawatirkan hal tersebut, sebaiknya Anda mencermati terlebih dahulu apakah kondisi tersebut normal atau bahkan kondisi yang serius yang memang perlu di tindak lanjuti.

Biasanya imunisasi yang diterima si Kecil tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi siapa saja yang menerimanya, baik dewasa atau bahkan anak-anak. Dan biasanya, rasa sakit yang muncul setelah suntikan merupakan hal normal serta bersifat ringan, yang memang bisa reda dengan sendirinya tanpa harus melakukan penanganan yang serius.

Efek Samping Imunisasi

Bukan hanya rasa sakit setelah suntikan yang akan di alami si Kecil, namun efek samping lainnya yang akan di alami si kecil setelah menerima imunisasi adalah seperti demam ringan, sakit di bagian kepala, merasa sangat lelah nyeri di beberapa bagian otot, atau bahkan pembengkakan yang terjadi di sekitar bekas suntikkan. Dan kondisi ini di kenal sebagai efek samping atau kejadian ikutan setelah imunisasi atau KIPI.

Keadaan kulit yang membengkak atau bahkan kemerahan adalah salah satu pertanda kalau bagian tubuh si Kecil sudah mulai membentuk sistem kekebalan tubuh yang baik terhadap serangan penyakit. Dan biasanya peradangan tersebut bisa terjadi setelah beberapa jam si kecil menerima imunisasi, dan kondisi ini akan mereda dengan sendirinya paling tidak mereda dalam kurun waktu 1 minggu.

Adapun hal yang harus Anda waspadai di sini adalah, ketika munculnya efek samping berupa reaksi alergi jenis anafilaktik. Mengapa? Karena umumnya kondisi ini sangatlah berbahaya namun sangat jarang terjadi. Dan jika si Kecil mengalami reaksi alergi setelah imunisasi, ada baiknya jika Anda segera berkonsultasi dengan dokter guna penanganan yang lebih serius.

Terjadi Setelah Pemberian Vaksin Tertentu

Kondisi ruam di bagian kulit yang memang di akibatkan oleh pemberian vaksin umumnya akan muncul dalam bentuk kulit yang menjadi kemerahan, dan kondisi ini biasanya terjadi sekitar 1-2 minggu. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini merupakan hal normal dan tidak berbahaya, bahkan bisa mereda dengan sendirinya dalam hitungan hari saja tanpa melakukan penanganan khusus.

Jenis-Jenis Vaksin yang Bisa Menyebabkan Kulit Bengkak

  • Vaksin DPT
  • Cacar air (varisela)
  • Measles/Mumps/Rubella (MMR)

Cara Meringankan Bengkak Kemerahan Setelah Imunisasi

Ketika si Kecil mengalami pembengkakan dan kemerahan di bagian tangan bekas suntikkan, umumnya bisa Anda redakan dengan beberapa penanganan yang cukup ringan, diantaranya seperti:

  • Moms bisa memberikan kompresan dengan menggunakan air dingin di bagian tangan bekas suntikkan, atau di bagian yang membengkak dan memerah. Anda bisa mengompresnya sekitar 10-20 menit setiap harinya. Anda bisa menggunakan kompresan berupa handuk atau bahkan kain, agar air dingiin tidak langsung berkontak dengan kulit.
  • Jika pembengkakan dan kemerahan di bagian kulit di sertai dengan demam ringan, Anda harus memastikan jika si Kecil tidak menggunakan selimut atau bahkan pakaian yang berbahan tebal agar si kecil tidak merasa kepanasan.
  • Berikan si Kecil asupan cairan yang lebih banyak atau ASI, agar si Kecil tidak mengalami dehidrasi. Karena umumnya ketika suhu tubuh meningkat, cairan tubuh yang keluar juga akan meningkat.
  • Jika rasa sakit tersebut mengganggu kenyamanan si Kecil, maka Anda bisa memberikannya paracetamol sesuai anjuran dokter guna meredakan rasa sakit serta meredakan suhu tubu buah hati Anda. Untuk pemberian obat tertentu, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter sebelum pemberian obat tertentu.

Moms, penting untuk Anda ketahui, bahwa pada dasarnya imunisasi hanya akan menimbulkan sejumlah efek samping tertentu yang memang masih tergolong ringan bahkan bisa mereda dengan sendirinya dalam kurun beberapa hari. Jika efek samping yang di alami si Kecil berlangsung cukup lama atau bahkan mengganggu buah hati Anda dalam kurun waktu lama, Anda bisa membawanya ke dokter guna memperoleh tindak lanjutan yang lebih serius.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

3492 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.