Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Normalkah Kalau Anak Tidak Bisa Diam?

OTHERS  |  PARENTING  |  27 Jul '18


Pada masa tumbuh kembang balita, anak lebih banyak melakukan aktivitas dengan melibatkan fisiknya. Berlari menjadi salah satu aktivitas favoritnya. Perilaku anak yang tak mau bisa diam ini sangatlah normal. Melarang anak untuk berlari bukan jadi jalan keluar, pasalnya mom justru menghambat tumbuh kembang dan kesehatan anak. Yang perlu mom lakukan adalah memastikan agar aktivitas larinya aman.


Kenalkan lokasi berlari yang tepat
Daripada mom melarang kaki kecilnya berlari, lebih baik kenalkan anak pada area atau lokasi yang boleh atau tidak untuk berlari-larian. Sebutkan saja, lokasi yang boleh seperti taman di rumah, taman di komplek rumah, playground, jogging treck, dan lapangan olahraga. Sebutkan pula lokasi yang tidak boleh, seperti area dekat kolam renang, tempat ibadah, di dalam rumah, di tempat umum yang ramai orang atau mall.


Berada dalam jarak pandang Moms
Ketika balita berada dalam lokasi aman untuk berlarian, bukan berarti ia aman 100%, Mom. Sebaiknya selalu pastikan gerak-gerik anak berada dalam pantauan jarak pandang Mom. Meski lokasi terbilang aman, tidak menapik kemungkinan menghilangkan risiko kecelakaan. Misalnya, tiba-tiba ia menabrak tiang di playgroud, terpeleset di lapangan sepak bola atau berlari ke luar area dan menjauh dari tempat Mom.


Berikan pujian
Memberikan pujian pada perilaku anak yang sesuai, sesekali dapat Mom lakukan. Hal ini dapat memupuk rasa percaya diri anak sekaligus meningkatkan perilaku yang diharapkan. Misalnya, jika biasanya ia berlarian sepanjang mall, kali ini ia sangat manis, mau digandeng dan tidak berlari.


Alihkan dengan kegiatan yang lebih seru
Rasa bosan kerap menghampiri balita ketika Mom mengajaknya ke mall atau supermarket. Sehingga tak jarang ia mencari perhatian Mom dengan berlari ke sana kemari. Untuk menghindari hal tersebut, berikan kegiatan seru saat belanja bersama anak. Salah satunya adalah dengan berikan tugas padanya untuk ikut mencari barang-barang yang hendak mom beli. Atau biasanya saya sambil mengajari anak menyebut nama barang yang di supermarket / mall.


Segera bawa ke ahli
Balita yang terlalu aktif memang seringkali membuat para orang tua keliru menilai sebagai anak yang hiperaktif. Padahal ada perbedaan dari keduanya. Hiperaktif kerap ditandai dengan perilaku aktif yang tidak bertujuan, impulsive seperti bermain namun tidak selesai, perkembangan motorik tidak baik, rentan konsentrasi pendek, dan masih banyak lagi gejalanya. Jika Mom ‘mencium’ tanda-tanda hiperaktif pada anak, segera bawa ke psikolog untuk diberikan terapi.

Semoga bermanfaat.

By: Merry Lim

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2250 Merry Lim

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Metode Kontrasepsi IUD, Gimana sih Cara Kerjanya?

Moms sudah pernah mendengar tentang metode kontrasepsi IUD atau spiral? Sudah tahu cara kerjanya? Simak berikut ini yuk.

Buat Paspor untuk si Kecil? Mudah dan Cepat, kok!

Siapa bilang membuat paspor itu ribet? Sekarang ini prosesnya mudah dan cepat kok Moms and Dads! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengatasi Mommy Shaming

Apa yang harus dilakukan jika Moms menjadi korban Mommy shaming? Yuk simak tips berikut ini!

Apa Itu Co-Parenting?

Moms pernah mendengar istilah co-parenting? Yuk simak penjelasannya lebih dalam berikut ini

Merayakan Ultah Anak dengan Minimal Budget dan Hasil Maksimal

Merayakan ulang tahun anak dengan maksimal juga bisa dilakukan dengan budget terbatas lho Moms!

Tips agar si Kecil Mau Sikat Gigi

Apakah si Kecil termasuk anak yang susah untuk diajak sikat gigi? Yuk coba ikuti tips dari Mom Rae berikut ini.

Hentikan Kebiasaan Membandingkan Perkembangan si Kecil

Mungkin banyak dari Moms yang melakukan kebiasaan ini, namun ternyata membandingkan anak itu tidak baik lho Moms.

Bagaimana Agar Tidak Merasa Bersalah Meninggalkan Anak Untuk Bekerja?

Untuk mengurangi rasa bersalah kepada anak ketika ditinggal bekerja ada tipsnya berikut ini

5 Mitos tentang Mutisme Selektif

Apa itu gangguan Mutisme Selektif? Adakah kaitannya dengan autisme? Simak penjelasannya berikut ini.

Lakukan Hal Ini Ketika si Kecil Tidak Ingin Ditinggal

Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda memasuki masa separation anxiety, coba atasi dengan melakukan hal ini.

Tips Hadapi Separation Anxiety pada Bayi

Si Kecil rewel Moms? Mungkin karena separation anxiety? Begini nih Moms cara atasinya

Tips Rumah Aman untuk si Kecil

Waspadai benda-benda di rumah yang dapat membahayakan si Kecil. Berikut tips rumah aman bagi si Kecil.

Bagaimana Jika Anak Dilabeli Nakal?

Bagaimana mengatasi anak yang dicap nakal oleh orang lain? Berikut cara mengatasinya ala Mom Fara

Tips Aman Meninggalkan Anak dengan Pengasuh

Meninggalkan anak dengan pengasuh membuat hati tidak tenang ya Moms. Berikut tips aman meninggalkan anak dengan pengasuh ala Mom Intan

Pengaruh Perilaku Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak

Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh berbagai macam hal, terutama oleh perilaku kita sebagai orang tua Moms.

Efek Psikologis Perceraian pada Anak

Tak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, ternyata perceraian juga memiliki dampak yang kuat terhadap anak.

Trik Agar si Kecil Mau Menggosok Gigi

Bagaimana caranya agar Si Kecil mau dan suka menggosok gigi? Yuk simak tips dari Mom Sarah berikut ini.

Manfaat Membacakan Buku Sejak Bayi

Membaca buku sangat penting diperkenalkan pada si Kecil sejak usia dini. Apa saja manfaat dari membacakan buku untuknya?

Pentingnya Membiarkan Bayi Menjalani Fase Oral

Apa yang harus Moms lakukan saat si Kecil suka memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya? Mom Kristiani membagikan tipsnya berikut ini.

Aktivitas yang Membahayakan Kepala Balita

Di masa transisinya, si Kecil terlihat senang membenturkan kepalanya. Di masa transisinya, si Kecil terlihat senang membenturkan kepalanya. Apa [...]