Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Niat Menyusui Hingga Si Kecil Usia 2 Tahun, Tapi, Kenapa Ya, Sering Gagal?

BABY  |  BRANDS  |  07 Jan '21


Menyusui merupakan proses alami yang akan dijalani semua ibu setelah melahirkan. Berbagai organisasi kesehatan di dunia seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), World Health Organization (WHO), American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), hingga American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Bahkan, Academy of Nutrition and Dietetics merekomendasikan pemberian ASI minimal 12 bulan dengan mempertimbangkan keunggulan ASI yang beragam dan komposisinya yang dinamis sesuai kebutuhan bayi.

Sesaat setelah si kecil lahir, payudara Moms akan memproduksi kolostrum yang kaya akan zat antibodi. Tiga sampai 10 hari kemudian, ASI dari Moms akan menjadi transitional milk yang berisi lebih banyak laktosa dan rasio natrium/kalium lebih kecil. Setelah itu, ASI yang dihasilkan disebut mature milk yang komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan perkembangan si kecil.

Tidak hanya bermanfaat untuk perkembangan fisik, otak, sistem imun, dan sistem pencernaan bayi, ASI juga bermanfaat bagi busui juga, loh. Ibu yang melakukan direct breastfeeding memiliki risiko lebih rendah terkena osteoporosis, kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim, diabetes maternal, dan artritis reumatoid. ASI juga bisa menjadi metode kontrasepsi yang aman serta memperkuat ikatan antara ibu dan bayi. Tentu saja, karena ASI diproduksi secara alami oleh tubuh Moms, ASI lebih ekonomis sebagai sumber pemenuhan nutrisi si kecil jika dibandingkan dengan susu formula.

Mengingat manfaat ASI yang melimpah inilah, seorang ibu dianjurkan untuk memberikan ASI hingga si kecil berusia 2 tahun. Meskipun begitu, masalah laktasi adalah kasus umum yang sering terjadi. Banyak sekali penyebab mengapa seorang ibu sering gagal dalam memberikan ASI. Bahkan ibu dengan niat terbaik dan motivasi tertinggi untuk berhasil menyusui pun bisa mengalami hambatan-hambatan dalam memberikan ASI.

Apa saja kendala yang sering ditemui oleh ibu menyusui dan cara mengatasinya?

1.    Puting susu lecet

Masalah puting susu lecet atau luka saat menyusui umum dialami oleh ibu yang baru pertama kali menyusui. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari si kecil yang kesulitan melekatkan mulutnya pada puting susu, posisi menyusui yang tidak benar, hingga adanya infeksi jamur Candida.

Untuk mengatasi masalah laktasi karena puting susu lecet, Moms dapat terus memberikan ASI apabila luka dirasa tidak begitu sakit. Solusi lain adalah olesi puting susu dengan ASI akhir (hindmilk). Moms juga dapat mengistirahatkan puting susu yang sakit untuk sementara waktu sekitar 1 x 24 jam. Kondisi ini biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu sekitar 2 hari. Selama diistirahatkan, sebaiknya tetap perah ASI dengan menggunakan tangan agar ASI tidak menumpuk. Cuci payudara sekali saja sehari dan jangan menggunakan sabun. Jika kondisi puting susu tidak membaik, segera periksa ke dokter.

2.    Payudara bengkak

Payudara bengkak hingga membuat puting sakit dan badan demam bisa disebabkan karena terlambat menyusui dini, perlekatan kurang baik, pembatasan waktu menyusui, atau kurang sering menyusui.

Jika hal ini terjadi, bisa melakukan perangsangan refleks oksitosin yaitu dengan cara mengompres payudara untuk mengurangi rasa sakit. Rilekskan diri, stimulasi payudara dan puting, serta pijat ringan pada payudara yang bengkak, leher, serta punggung belakang untuk mengurangi ketegangan ketika menyusui. Setelah menyusui, kompres dingin payudara untuk mengurangi pembengkakan. Gunakan bra menyusui yang sesuai sehingga badan tidak sakit.

3.    Mastitis

Payudara yang merah, bengkak, nyeri, dan panas bisa jadi terkena mastitis atau peradangan. Kondisi ini bisa disebabkan karena saluran susu yang tersumbat secara berkepanjangan. Faktor utama penyebab tersumbatnya saluran susu adalah kurangnya ASI dikeluarkan atau pengisapan ASI yang tidak efektif. Faktor lainnya adalah tekanan dari baju atau bra serta kebiasaan menekan payudara dengan jari. Mastitis dapat juga disebabkan karena infeksi bakteri.

Ada beberapa tindakan yang bisa diambil untuk mengatasi mastitis. Pertama, kompres hangat dan pijat payudara yang membengkak. Lalu, lakukan rangsangan agar ASI keluar. Dokter mungkin akan memberikan pengobatan berupa antibiotik, penghilang rasa nyeri, hingga tindakan bedah.

4.    Si Kecil menolak menyusu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping dapat menurunkan produksi ASI. Selain itu, obat-obatan dan makanan tertentu yang Moms konsumsi mungkin dapat mengubah rasa ASI menjadi tidak disukai si kecil. Akibatnya, si kecil pun menolak menyusu. Solusinya, konsultasikan dengan dokter obat apa saja yang aman untuk Moms konsumsi selama menyusui. Perhatikan juga menu makanan yang Moms santap, kurangi atau hentikan konsumsi makanan yang dapat mengubah rasa ASI.

5.    Produksi ASI sedikit

Tubuh seorang ibu akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayinya. Semakin sering Moms menyusui si kecil, suplai ASI akan semakin banyak. Begitu pula sebaliknya. Saat tidak sedang menyusui, hendaknya Moms memompa ASI untuk menjaga agar ASI tidak menyumbat saluran susu dan produksi ASI tetap lancar.

Meskipun hal tersebut telah Moms lakukan, adakalanya produksi ASI masih kurang lancar. Jika demikian, Moms dapat mengonsumsi ASI booster yang dapat membantu meningkatkan kuantitas ASI. HerbaASIMOR merupakan produk ASI booster alami yang berbentuk kaplet salut selaput.

Apa keunggulan HerbaASIMOR?

  • Satu-satunya ASI booster yang mengandung kombinasi 2 tanaman asli Indonesia yaitu daun katuk (Sauropus androgynus) dan daun torbangun (Coleus amboinicus Lour) serta ekstrak ikan gabus (Channa striata), dalam bentuk bioactive fraction (Striatin), yang dapat membantu melancarkan produksi ASI.
  • Sudah teruji secara praklinik dapat meningkatkan hormon oksitosin dan hormon prolaktin yang berguna untuk meningkatkan produksi dan memperlancar pengeluaran ASI.
  • Hasil riset konsumen yang dilakukan HerbaASIMOR pada tahun 2017 menunjukkan Busui merasakan peningkatan produksi ASI sejak hari ke-2 setelah mengonsumsi HerbaASIMOR, kualitas ASI menjadi lebih baik, lancar, dan kental, meningkatkan volume ASI saat pumping dan mempersingkat waktu pumping ASI, serta meningkatkan kualitas tidur si kecil karena kebutuhannya akan ASI terpenuhi.
  • Fraksi bioaktif Striatin membantu mempercepat penyembuhan luka dan pemulihan pasca melahirkan  karena mengandung protein tinggi sebagai sumber nutrisi pembentukan sel.
  • Memiliki sertifikasi HALAL dari MUI.      

Konsumsi HerbaASIMOR 2 kali sehari untuk membantu meningkatkan produksi ASI selama masa menyusui ya, Moms. HerbaASIMOR yang dikemas dalam boks hendaknya disimpan di tempat kering dan terhindar dari sinar matahari, pada suhu di bawah 30 derajat Celcius. Sebelum mengonsumsi, pastikan Moms tidak mempunyai riwayat alergi terhadap produk yang mengandung ikan gabus (Channa striata). Konsultasikan dengan dokter Moms terkait suplemen tambahan apapun yang Moms konsumsi selama menyusui.

Nah, Moms, sudah tahu, kan, kendala-kendala selama menyusui yang biasa dijumpai dan solusinya? Yuk, sukseskan gerakan menyusui si kecil hingga usia 2 tahun! (MPL/HBA/004/XII/2020)

Yuk, belanja produk HerbaASIMOR di official e-commerce Tokopedia dan Shopee.

Referensi: 

  1. Galatonol and Striatin. Product Summary. Data on file. DLBS. 2018. 
  2. Project Matcyna. Data on file. 2017. 
  3. Family Education. Common problems encountered by breastfeeding women. 2020 (cited 2020 December 28). Available from: https://www.familyeducation.com/life/breastfeeding-challenges/common-problems-encountered-breastfeeding-women?page=9
  4. Widiasih R. Masalah-masalah dalam menyusui. Makalah Seminar Manajemen Laktasi;2008;Universitas Padjadjaran.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4453 Asimor Indonesia

Comments

Related Stories