Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

My Pregnancy Story: Janin Tidak Berkembang atau Proses Pembuahan yang Lambat?

MY STORY  |  PREGNANCY  |  07 Dec '19


Saat itu test pack menunjukkan dua garis merah lagi, untuk yang kedua kali. Ya, ini kehamilan saya yang kedua namun untuk anak yang pertama. Sebelumnya saya mengalami keguguran spontan di usia kehamilan 9 minggu. Saat itu janin memang belum terlihat, tapi cukup menyakitkan untuk dirasakan kehilangannya. Dan tiga bulan kemudian testpack ini menunjukkan dua garis merah lagi, antara senang bercampur takut. Senang karena ada harapan untuk memiliki keturunan lagi, namun takut jika harus kehilangan lagi.


Hari itu usia kandungan terhitung dari HPHT baru 8 minggu, awalnya saya ingin menunda pergi ke dokter kandungan, karena dirasa masih terlalu dini. Namun, disisi lain ingin segera memeriksakan agar tidak terlambat seperti dulu lagi, yang sudah terlanjur mengalami pendarahan akibat keguguran spontan pada kontrol pertama. Akhirnya saya dan suami membulatkan tekad memberanikan diri untuk memeriksakannya ke dokter. Pertama-tama tentu dokter melakukan USG di perut, belum ada tanda-tanda kehamilan sama sekali. Lalu dilakukan USG transvaginal, belum juga terlihat apapun, penebalan rahim pun belum. Saya kalut dan takut, di kehamilan yang sebelumnya juga seperti itu. Lalu dokter meminta saya untuk cek darah. Malam itu juga saya ke laboratorium dan lusanya kami kembali ke dokter. Hasilnya positif hamil, namun, usia kehamilan dari kadar Beta HCG dalam darah saya baru berusia 2 minggu, berbeda dengan menurut HPHT yang seharusnya sudah 8 minggu. Dokter terdiam sejenak, menyatakan bahwa kemungkinannya ada dua, janin tidak berkembang atau tubuh saya tipe yang pembuahannya lambat. Saya dan suami diam, rasanya kecewa Mom, jangankan melihat kantung janin, penebalan rahim pun belum. Mengingat saya yang saat itu dalam kondisi memiliki riwayat keguguran dan kista ovarium, tentu cukup risau ya Mom.

Dokter tetap meresepkan saya obat penguat kandungan dan vitamin, entah kenapa saya setengah hati meminumnya. Bukan tidak ingin memiliki harapan, tapi sepertinya masih menolak takdir mengapa saya tidak segembira ibu-ibu lain yang di usia kandungan segini sudah bisa memandangi kantung janin bahkan bentuk janinnya di kertas print USG mereka. Saya hanya bisa berdoa, jika memang ini giliran saya maka berikanlah, namun jika belum, tolong mudahkan caranya seperti sebelumnya (pendarahan alami tanpa kuret) dan kami akan memperbaiki diri dan juga ibadah kami untuk program hamil selanjutnya.

Dokter menyarankan untuk kembali konsultasi dua minggu lagi. Selama itu saya sering berselancar di internet mengenai hal ini, dan yang hasil pencarian keluar adalah tentang blighted ovum/kehamilan kosong dan hamil di luar kandungan Mom. Hal ini tentu membuat saya makin panik, hingga akhirnya saya membaca salah satu cerita di blog mengenai pembuahan yang lambat. Seperti yang dokter pernah jelaskan bahwa perhitungan masa subur kurang lebih dirumuskan karena pada dasarnya seorang pun tidak mengetahui persis kapan sel telur matang dan dilepaskan. Tidak ada juga yang mengetahui kapan pasti terjadinya pembuahan di rahim, sehingga hal ini dikatakan dengan "kira-kira", dan pada akhirnya kehamilan dihitung berdasarkan hari perkiraan haid terakhir seorang wanita. Untuk beberapa kasus, pembuahan mungkin terjadi lebih lambat dari tanggal perkiraan yang dirumuskan, sehingga usia kandungan yang sebenarnya (melalui USG) tidak cocok dengan perhitungan usia kandungan melalui HPHT.

Akhirnya saya memutuskan untuk ke dokter tiga minggu kemudian, niatnya agar hasilnya lebih terlihat jika ditunda sedikit lebih lama. Namun saya dan suami juga telah mempersiapkan diri jika kemungkinan terburuk terjadi lagi, karena pada saat itu saya belum merasakan tanda-tanda hamil kecuali test pack yang selalu menunjukkan tanda positif hamil. Hari itu hampir 11 minggu usia kehamilan jika dihitung dari HPHT, saya pergi ke dokter yang lain karena dokter sebelumnya ternyata sedang tidak praktek. Saya pun menceritakan kondisi saya dan kemungkinan yang dijelaskan oleh dokter sebelumnya. USG melalui perut dilakukan, saya dan suami tertunduk pasrah dan saya juga tidak bisa melihat jelas apa yang ada di layar USG 2D. Sampai dokter bilang sudah ada janin di rahim saya, dan masya Allah diperdengarkan detak jantungnya kepada kami. Usianya baru 7 minggu, ya, beda 3 minggu dari usia perhitungan HPHT ya Moms. Suami saya sampai tidak sanggup melihat ke layar USG namun ikut tertegun ketika mendengar detak jantungnya. Suara terindah yang pernah kami dengar selama ini! Menurut dokter, janin tumbuh sehat dan saya diberikan nasihat-nasihat tentang kehamilan dan tak lupa diberikan juga vitamin prenatal. Dokter menekankan pada kami untuk mengikuti HPL  berdasarkan yang ada di hasil USG saat itu, bukan berdasarkan HPHT agar tidak terjadi kesalahan dalam menghitung usia kandungan. Dan dokter juga mengatakan ini lumrah terjadi pada beberapa kasus kehamilan, yang penting berfokus untuk menjaga kondisi kehamilan saya saat itu.

Keluar dari ruangan dokter, senyum sumringah menghiasi wajah kami. Menurut orang-orang mungkin ini biasa dan tidak apa-apanya, tapi menurut kami, kami sudah cukup berjuang untuk menunggu saat itu. Saat memiliki harapan diberikannya sebuah kepercayaan untuk memiliki keturunan. 

Singkat cerita, usia kandungan dan Hari Perkiraan Lahir janin saya memang jadi cukup membingungkan. Di awal berbeda cukup jauh dari HPHT, namun di tengah kehamilan menjadi sama bahkan HPL menjadi maju lebih awal karena bobot janin yang sedikit lebih besar dari kisaran normalnya. Tapi dokter pada akhirnya menyarankan untuk menghitung usia kandungan dan mengikuti HPL sesuai dengan hasil USG di awal kehamilan. Alhamdulillah di usia kehamilan 39 minggu, Baby Mafaz pun lahir dengan sehat dan selamat, sekarang telah menjadi penyejuk hati kami di usianya yang sudah menginjak 9 bulan. Terima kasih sudah hadir sebagai pelengkap harapan dan kebahagiaan kami nak!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

514 Ulya Rahmanita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?