Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

My Pregnancy and Birth Story

MY STORY  |  PREGNANCY  |  09 Jan '19


Saya menikah muda di usia 22 tahun. Saya dan suami memang tidak mau buru-buru punya bayi, mau menikmati indahnya pacaran halal. Tapi tak disangka, ternyata bayi saya sudah hampir 12 minggu ada di dalam perut.

Memang aneh rasanya hari itu, karena saya merasa sedikit mual. Kemudian saya bilang pada suami, dan akhirnya dia beli testpack. Ternyata hasilnya, saya positif hamil.

Keesokan harinya saya langsung periksa, ternyata memang sudah telat datang bulan sejak lama. Saya tidak terlalu khawatir dan tenang-tenang saja karena pada dasarnya siklus menstruasi saya tidak lancar. Saya disuruh kembali lagi seminggu sesudahnya, dan ternyata bayi saya sudah terdengar suara detak jantungnya.

Karena tidak pernah hamil sebelumnya dan juga tidak muntah-muntah, saya tidak tahu kalau saya lagi hamil. Mual dan muntah hanya terhitung beberapa kali saja. Setelah itu, mulailah saya minum obat dari dokter, vitamin dan susu hamil. Saya sangat bersyukur karena selama hamil saya tidak ngidam apa pun dan si janin juga tidak merepotkan.

Di bulan ke-5, keponakan saya ketularan cacar dari temannya, dan suami saya pun jadi tertular. Semua orang wanti-wanti janin bisa ikut kena cacar, hal ini membuat saya takut janin saya terkena cacar juga. Dokter juga bilang jangan dekat-dekat, jangan satu ranjang. Bayangkan Moms, bagaimana bisa seorang istri tega membiarkan suaminya sakit sendiri? Tentu tidak mungkin ya.

Saya tetap merawatnya dan minum obat antivirus yang aman untuk bumil. Cacarnya orang dewasa itu lebih lama dan saya merasa lebih kasihan sama suami, tapi syukurlah tidak sampai sebulan dia sudah sembuh. Saya berikan minum vitamin C dan air kelapa jadi cacarnya cepat keluar.

Di bulan ke-7, masuk bulan puasa. Saya berhasil puasa sampai tamat satu bulan full lho Moms. Tapi saya kira hamil saat puasa itu tidak dianjurkan untuk bumil, karena berat badan bayi saya turun dan sudah mau menjelang lahiran jadi susah untuk naik lagi.

Akhirnya tiba waktu lebaran, kami sekeluarga mudik ke Subang dari Bogor dan jalanan sangat macet saat itu. Masih di daerah tol Jakarta, perut saya sudah tidak enak rasanya. Tapi mertua tiri saya berkata itu adalah kontraksi palsu, jadi saya biarkan saja.

Setelah lebaran di Subang dan sesampainya di Bogor, saya kena flek. Saya yakin ini karena kelelahan. Setelah diperiksa, dokter berkata tidak apa-apa dan hanya menyuruh istirahat saja. Dua atau tiga hari setelah mudik tepatnya hari Jumat pagi, saya terbangun dengan kondisi air ketuban yang sudah pecah tanpa rasa mules. 

Saya pergi ke klinik di dekat rumah untuk periksa, dan bidannya berkata tidak yakin, "kayaknya ini air ketuban." Saya pun jadi ragu, karena bidan saja tidak mengerti apakah sudah pembukaan atau belum.

Setelah itu, saya dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih besar. Karena mertua saya bilang kalau air ketuban sudah pecah artinya sudah mau lahiran, saya pun jadi mengira saat itu sudah mau lahiran. Namun, saya dirujuk oleh bidan untuk ke poli kandungan. Andai waktu itu saya langsung ke IGD mungkin ceritanya jadi lain, tapi karena saya ibu muda jadi saya santai saja padahal itu sudah masuk pembukaan 2 menurut dokter.

Pagi-pagi sekali saya dan suami sudah berangkat supaya tidak antre terlalu panjang. Saya masuk ke ruang dokter sekitar jam 11, lalu saya dimarahi oleh dokter, "Ini harusnya kemarin (lahirannya), kenapa masih di perut?" Karena memang tidak ada rasa mules jadi saya kira belum waktunya lahiran. Akhirnya saya disuruh operasi Caesar, sebab bayi bisa meninggal karena sudah lebih dari 24 jam di dalam perut.

Tibalah saatnya operasi, punggung saya dibius dan perlahan saya mati rasa. Tegang sekali saat itu karena hanya bisa diam dan mendengar semua dokter bicara. Bayi saya juga sempat biru dan tidak menangis. Saya sedih sekali, merasa sangat berdosa jika ia tidak selamat. Tapi syukurlah setelah ditepuk-tepuk, dia mulai menangis.

Setelah mendengar suara tangisannya, saya tidak mendengar suara apa pun lagi karena pingsan dan baru terbangun saat operasi sudah selesai. Bayi saya lahir dengan selamat dan air ketubannya tidak terminum.

Jadi berdasarkan pengalaman saya ini, kalau air ketuban sudah rembes, segera ke IGD dan jangan tunggu perut mules dulu ya Moms!

 

Semoga bermanfaat.

By: Mita Rghoniu

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

496 Mita Rghoniu

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?