Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

My First Pregnancy Story (Part 1)

MY STORY  |  PREGNANCY  |  26 Jan '20


Saya menikah pada bulan Januari 2017 di usia 24 tahun. Sebelum menikah, saya tidak pernah melakukan Premarital Check-Up, dan setelah menikah pun tidak promil, hanya berpasrah saja kepada Yang Maha Kuasa. Tetapi tentunya, harapannya ingin segera diberikan kepercayaan untuk memiliki keturunan.


Selang seminggu lebih setelah menikah, saya menstruasi hari pertama. Sedih. Tapi tidak boleh pantang menyerah, tetap ikhtiar dan berdoa tentunya. Salah satu bentuk ikhtiar kami adalah minum Habbatussauda.

Selang dua minggu, saya merasa ada perubahan di dalam tubuh saya, seperti banyak angin di dalam tubuh, tidak enak badan, dan feeling/perasaan. Karena hal tersebut, di pertengahan Februari saya memberanikan diri untuk testpack walau belum telat jadwal menstruasi, namun hasilnya negatif. Saya kembali bersedih, untungnya suami selalu menenangkan agar saya tidak stres. Banyak di luar sana yang lebih lama berusaha. Tetap ikhtiar dan berdoa.

Selang dua minggu kemudian, pada akhir Februari, saya demam dan pusing luar biasa. Mertua saya pun menyuruh untuk tes kehamilan kembali, atau paling tidak ke dokter. Saya memutuskan memberanikan diri kembali menggunakan testpack, apa pun hasilnya. Ternyata setelah dilihat, hasilnya negatif lagi, padahal jika melihat jadwal saya sudah telat menstruasi seminggu. Pasrah dengan hasil, saya ingin kembali beristirahat, saat ingin membuang testpack, saya melihat garis samar, satu garis jelas, satu garis samar. Saya kaget, dan mencari informasi terkait hal tersebut, dan ternyata garis samar tersebut menandakan bahwa kita hamil namun kadar hCG dalam tubuh masih rendah karena usia janin yang terbilang muda, sehingga hanya terbaca samar oleh testpack. Namun karena saya masih tidak yakin, saya membuat janji dengan salah satu Obgyn terkenal di Bekasi.

Dua hari kemudian saya cek Obgyn, dan alhamdulillah saya dinyatakan hamil dengan usia kandungan 5 minggu. Sujud syukur saya telah diberi kepercayaan untuk memiliki seorang anak.

Selama kehamilan, saya hanya diberi dua vitamin oleh dokter:

Pertama, Eminetton untuk penambah darah. Karena selama kita hamil, akan banyak darah yang terpakai untuk membentuk plasenta dan pertumbuhan janin.

Kedua, Osfit DHA yang mengandung kalsium serta vit D3 yang berguna untuk memenuhi kebutuhan kalsium, membentuk tulang pada janin, serta penting dalam perkembangan otak dan sistem syaraf.

Ketiga, di luar resep dokter, saya minum susu Prenagen UHT (karena saya tidak suka susu bubuk), dan minum vitamin Blackmores Pregnancy & Breastfeeding.

Pernah satu kali, di usia kandungan 32-34 minggu saya diberikan Susu Tambahan Entramix dikarenakan berat badan janin di bawah rata-rata. Setelah dua minggu, alhamdulillah berat badan janin kembali normal.

Selama kehamilan, saya hanya pernah diberikan suntik TT (Tetanus) selama 3 bulan berturut-turut di area bokong, agar terhindar dari infeksi saat proses melahirkan nanti. Lalu, pernah juga dilakukan cek darah menyeluruh satu kali di usia kandungan 7 bulan, untuk memeriksa apakah kita memiliki gejala pre-eklampsia atau tidak (darah tinggi pada ibu hamil, dan akan semakin parah kondisinya saat melahirkan, bisa menyebabkan kematian ibu dan janin). Alhamdulillah semua tes yang saya lalui hasilnya normal.

Saya juga pernah melakukan satu kali USG 4D pada usia kandungan 26 minggu, untuk mengetahui jika ada kelainan dan mengetahui apakah perkembangan bayi sesuai usianya atau tidak.

Alhamdulillah janin saya pun dinyatakan sehat dan kuat selama kehamilan, sehingga selama 9 bulan saya tetap bekerja, jarak Bekasi-Pejaten yang tentu saja tidak dekat. Setiap hari minimal 2 kali naik Go-Jek (kalau harus cek lapangan bisa 5-6 kali naik Go-Jek dalam satu hari), dan juga harus naik kereta yang penuh-penuhan, setiap harinya harus kejar-kejar kereta. Tapi saya anggap itu sebagai olahraga harian saja, karena Ibu hamil sangat memerlukan olahraga, karena di kantor saya hanya duduk bekerja dibalik laptop.

Selama hamil, Obgyn saya tidak pernah melarang makan minum apa pun, hanya kita harus tau batasan, selama itu sehat tidak masalah, namun jika tidak sehat sebaiknya dihindari. Tapi jika sangat ingin, boleh dimakan/diminum dalam porsi sedikit. Berat badan saya naik 18 kg, berawal dari 50 kg hingga 68 kg saat akan melahirkan. Masih tergolong normal karena berat awalnya cukup rendah. Jika berat awal sudah tinggi, kemungkinan akan dianjurkan diet makanan karbo atau gula agar tidak obesitas yang bisa menjadi faktor pre-eklampsia.

Alhamdulillah selama kehamilan tidak insomnia, selalu tidur nyenyak karena aktivitas yang cukup melelahkan saat bekerja. Mungkin saya hanya terbangun untuk BAK, karena kandung kemih kita sering tertekan oleh janin dan perubahan hormon yang menyebabkan aliran darah ke ginjal lebih cepat dibandingkan jika tidak hamil.

Keluhan yang saya rasakan selama kehamilan antara lain:

1. Mual pada dua bulan awal kehamilan, tidak mau makan apa pun kecuali buah. Namun demi janin, saya paksakan makan setiap dua jam sekali dengan porsi kecil, dan saya paksa telan dengan air putih, jadi tidak terlalu lama dikunyah.

2. Heartburn, naiknya asam lambung. Jangan makan terlalu banyak, dan setelah makan jangan langsung tiduran, tunggu selang 30-60 menit sampai makanan benar-benar turun.

3. Kram kaki pada malam hari, hal ini sangat mengganggu, karena terjadinya saat sedang tidur nyenyak, dan tiba-tiba otot kaki tertarik, atasi dengan banyak minum air sebelum tidur, dan jika terjadi, minta bantuan suami untuk menarik tumit ke arah luar dan mendorong jari-jari kaki ke arah dalam. Atau jika sendirian, berusaha berdiri di atas lantai juga dapat membantu meredakan kram.

4. Kaki bengkak, hal ini dikarenakan banyak mengonsumsi garam, dan juga banyak duduk. Saya awalnya memiliki kaki ukuran 36, semenjak kaki bengkak, akhirnya membeli sendal berukuran 38-39.

5. Nyeri pergelangan tangan, hal ini dirasakan pada pagi hari, seperti tertekan selama tidur, namun ternyata wajar terjadi pada beberapa ibu hamil dikarenakan CTS (Carpal Tunnel Syndrome), penumpukan cairan pada pergelangan tangan sehingga menimbulkan nyeri dan bengkak. Saya sudah mencoba mengatasi dengan berbagai cara namun masih sering kambuh di pagi hari dan baru menghilang setelah melahirkan.

Selama hamil saya juga tidak pernah merasakan Braxton Hicks/Kontraksi Palsu. Hanya nyeri perut biasa yang cepat hilang dan diatasi dengan tarik nafas, buang. Hal tersebut belajar dari senam hamil yang saya ikuti di RS daerah Bekasi, sekaligus belajar terkait Laktasi. Saya hanya melakukan satu kali senam hamil, lalu saya praktekkan sendiri di rumah setiap ada waktu.

Alhamdulillah, saya melahirkan secara normal (dengan bantuan induksi) di usia kandungan 37 minggu 3 hari. Akan saya bahas lebih detail di post selanjutnya :)

Untuk semua calon Ibu di luar sana, kalian hebat, kalian kuat. Semua calon Ibu akan melalui perjuangannya masing-masing, semangat!

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

257 Annisa Aida M

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?