Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mungkinkah Ruang Tertutup Terkontaminasi Polusi?

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  PARENTING  |  21 May '20


Kondisi udara di luar ruangan memang penuh dengan polutan. Debu pasir yang beterbangan, asap kendaraan bermotor dan pabrik, hingga abu dari pembakaran sampah rumah tangga menjadi beberapa sumber polusi udara yang lazim ditemui.

Sementara itu, udara di rumah sendiri cenderung lebih bersih karena jauh dari sumber polusi udara dan cenderung dapat kita kendalikan. Meski begitu, tahukah Moms bahwa ruang-ruang tertutup memiliki kemungkinan terkontaminasi sama seperti area terbuka?

Secara umum, definisi dari ruang tertutup adalah suatu ruang yang tertutup sepenuhnya atau sebagian. Ruangan tertutup biasanya tidak dimaksudkan untuk dijadikan tempat manusia beraktivitas sehari-hari. Area seperti itu memiliki akses masuk dan keluar yang terbatas. Kamar tidur, kamar mandi, dan ruang kerja yang sempit serta tidak memiliki ventilasi baik bisa disebut sebagai ruang tertutup.

Ruangan dengan ventilasi yang tidak sempurna menjadi penyebab kualitas udara di ruangan tersebut buruk. Jika sirkulasi udara tidak baik, orang yang berdiam di dalamnya dapat berisiko tinggi kekurangan oksigen. Selain itu, konsentrasi kontaminan seperti aerosol, gas, uap, dan debu yang beredar di udara dapat meningkat karena partikel-partikel ini terjebak di ruang tertutup itu. 

Penyebab penyakit seperti bakteri jahat, jamur, spora, dan virus juga lebih aktif berkembang biak. Mereka juga dapat menempel di permukaan dan hidup hingga berminggu-minggu. Dalam sebuah studi terkait pandemi COVID-19 yang dilakukan di dua rumah sakit di Wuhan, China, partikel aerosol yang terjebak di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik mengandung virus Corona. 

Virus Corona diketahui tetap hidup di tempat tertutup tanpa sumber sirkulasi udara berupa ventilasi selama sekitar 30 menit. Akan tetapi, jika virus itu menempel di permukaan benda, virus itu bisa bertahan hidup hingga berhari-hari.

Untuk mengatasi ruangan tertutup terkontaminasi polusi, simak beberapa tips berikut:

1. Membuka jendela-jendela rumah agar ada pergantian udara

Pakar Epidemiologi Penyakit Infeksi Universitas Gadjah Mada, Prof. Hari Kusnanto Josef, mengimbau masyarakat untuk membuka jendela-jendela rumah sehingga ada pergantian udara di dalam ruangan dan di luar ruangan.

“Tidak hanya muter terus udaranya,” kata Hari sebagaimana dilansir Kompas rubrik Edukasi.

2. Menambahkan turbin ventilator di atap rumah

Jika ruangan tidur Moms bagian atasnya langsung berhubungan dengan atap, Moms bisa mendesain ulang ruangan tersebut agar mempunyai ventilasi di bagian atasnya. Plafon di atap dapat dihilangkan untuk kemudian diganti dengan genting kaca agar sinar matahari dapat masuk. Kemudian, Moms dapat meminta tukang untuk menambahkan turbin ventilator di situ agar bisa menyedot udara baru dari luar ruangan. Jika masih terasa penat, Moms dapat menambahkan exhaust fan yang dapat menyedot dan mengeluarkan udara.

3. Menjebol dinding rumah untuk dipasangi glass block dan exhaust fan

Jika ruangan tertutup tersebut berada di lantai bawah suatu rumah bertingkat, Moms tentu tidak dapat menjebol atap untuk menambahkan turbin ventilator. Untuk kasus ini, Moms bisa menjebol sebagian dinding yang dimasuki cahaya matahari dan kemudian memasang glass block atau jendela. Di bagian atasnya, buatlah kisi-kisi udara. Lalu, pasanglah exhaust fan di salah satu dinding yang berbatasan langsung dengan ruang terbuka.

4. Tidak menempatkan terlalu banyak barang elektronik

Akhir-akhir ini, kita memang tidak bisa melepaskan diri dari barang elektronik. Namun, apabila ruangan yang hendak Moms pakai beraktivitas sempit serta kurang ventilasi, janganlah menaruh terlalu banyak barang elektronik di situ. Pasalnya, barang-barang elektronik seperti misalnya televisi, radio, komputer, dan lemari es itu akan membuat ruangan tambah panas. Akhirnya, ruangan tersebut pun jadi semakin pengap.

5. Memasang air purifier

Air purifier merupakan suatu alat elektronik yang mampu menghilangkan kontaminan di udara di sebuah ruangan agar kualitas udara dalam ruangan tersebut meningkat. Produk ini mampu menghilangkan debu, spora, tungau, jamur, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, hingga bakteri dan virus. Partikel-partikel tersebut dapat memicu alergi pada orang yang sensitif. Jika mereka membawa penyakit, orang di dalam ruangan tersebut sangat berisiko sakit. Karena kegunaannya itulah, air purifier kini banyak dicari untuk dipasang di rumah sebagai perabotan kesehatan rumah tangga.

Moms ingin juga memasang air purifier di rumah? Pilihlah purifier dengan fitur-fitur berikut:

  • Memakai filter HEPA13 yang memurnikan hingga 99,97% partikel berukuran 0,3 mikron.
  • Menggunakan sinar Ultraviolet untuk mensterilkan udara yang telah difilter
  • Dilengkapi lampu malam ambien yang hangat untuk mengurangi stres serta menciptakan suasana yang lebih relaks
  • Dapat nyala/mati otomatis karena mempunyai timer yang dapat disetel, serta sleep mode
  • Pilih air purifier dengan Clean Air Delivery Rate (CADR) sesuai dengan area yang hendak dipasangi alat tersebut sehingga efektif membersihkan ruangan itu.
  • Memiliki fitur multiple fan speed option sehingga kecepatan kipasnya bisa disesuaikan dengan keinginan
  • Hemat listrik sehingga tidak membebani pengeluaran bulanan Moms

Ikuti dan terapkan tips-tips di atas dengan saksama. Jangan sampai ruangan tertutup di rumah menjadi sarang penyakit ya, Moms. Semoga bermanfaat.

Referensi: CCOHSCNNIDEAKompasSafe Work Australia

 

 

 

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

166 Drew Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Apa Itu Air Purifier?

Apa sebetulnya air purifier? Betulkah air purifier dapat membersihkan udara sekitar?

Tips Aman Menghabiskan Waktu #DiRumahAja dengan si Kecil

Saat-saat karantina mandiri seperti sekarang ini Moms tetap harus melatih si Kecil untuk menjaga kebersihan ya.