Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

MPASI Fortifikasi atau MPASI Rumahan?

FEEDING  |  MY STORY  |  20 Oct '18


Halo Moms, saya ingin melanjutkan pembahasan mengenai MPASI. Sharing saya sebelumnya mengenai pemilihan MPASI awal yang harus dilengkapi dengan kandungan zat besi sudah sempat membahas MPASI Fortifikasi. Lalu apa sih MPASI Fortifikasi itu?

Sebagai seorang ibu yang anaknya masih dalam fase konsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI), sepertinya banyak sekali isu mengenai MPASI yang sering dibahas dengan ibu-ibu lainnya yang sedang menjalani fase yang sama. Salah satu yang paling sering dibahas adalah pro dan kontra MPASI instan atau MPASI Fortifikasi.

Niat baik memilih makanan alami untuk bayi saat mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI atau MPASI dan menolak MPASI fortifikasi, justru membuat orang tua salah kaprah dalam memenuhi kebutuhan nutrisi batita. Alih-alih memenuhi kebutuhan gizi seimbang, bayi justru mengalami malnutrisi seperti kekurangan zat besi. Mitos mengenai MPASI fortifikasi menjadi salah satu faktor yang membuat orang tua hanya mengandalkan makanan alami. Tapi bukan berarti kita sebagai orang tua tidak bisa membuat makanan rumahan sendiri ya Moms. Memang pada MPASI rumahan, biasanya makanan alami tidak memiliki zat besi sebanyak yang dimiliki MPASI instan. Saat bayi mulai MPASI, orang tua banyak memberikan pisang, zat besinya hanya 0,31 mg, atau tepung beras dengan zat besi 0,1 mg. Sedangkan MPASI yang difortifikasi zat besinya 2,26.

Banyak orang juga menentang pemberian MPASI instan pada bayinya dengan berbagai alasan. Salah satu yang paling sering menjadi alasan adalah karena biasanya pada MPASI instan ada tambahan garam dan gula sebagai penyedap rasa. Seperti yang kita tahu, bayi di bawah 1 tahun memang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi garam dan gula karena sistem pencernaannya yang belum sempurna dan kedua bahan penyedap rasa tersebut ditakutkan akan memberatkan kerja ginjal si Kecil. Selain itu, juga ditakutkan jika bayi terus-menerus memakan MPASI instan, maka lidahnya akan merasa asing dengan rasa makanan asli yang rasanya cenderung lebih hambar dibandingkan MPASI instan. Nah, untuk hal ini saya sepertinya setuju karena saya sendiri mengalaminya. Jadi di awal MPASI pertamanya karena saya bingung, saya mencoba MPASI Fortifikasi. Hari keduanya, Gavin saya berikan beras putih yang dicampur dengan ASI, reaksi bayi saya saat itu adalah menolaknya. Dari situ saya baru mengetahuinya.

Untuk saya sendiri sekarang memilih untuk lebih fleksibel. Sehari-harinya saya selalu usahakan anak saya untuk memakan MPASI rumahan. Namun, jika memang ia sedang dalam fase GTM (Gerakan Tutup Mulut alias susah makan) ataupun saat traveling yang tidak memungkinkan untuk memasak tiap hari, saya akan memberikannya MPASI instan.

Semoga bermanfaat. 

By: Mega Oe

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

3146 Mega Oe

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pengalaman Bendungan ASI yang Tak Terlupakan

ASI yang mampet bisa terjadi pada Ibu menyusui. Bagaimana cara mengatasinya? Simak berikut ini.

Manfaat Kolang Kaling

Resep manisan kolang kaling berikut ini bisa menjadi menu pilihan untuk berbuka puasa. Simak yuk!

Ceritaku Memberikan Enfamil Gentle Care A+

Simak cerita Mom Dwi berikut ini mengenai Enfamil Gentle Care A+.

Tips dan Trik Mengganti Sufor Lama ke Sufor Baru

Simak tips mengganti susu formula si Kecil berikut ini yuk Moms and Dads.

Metode Blansir MPASI: Smart Mom, Save Money!

Di tengah pandemi ini kita tidak mungkin belanja ke pasar setiap hari. Bagaimana caranya agar sayuran bisa bertahan lama?

Cara Menyapih Anak yang Cuma Mau ASI

Bagaimana cara menyapih si Kecil yang sama sekali tidak mau susu lainnya selain ASI? Simak pengalaman Mom Selvi berikut ini.

Busui Jangan Takut Minum Kopi. Ini Tips Minum Kopi ala Saya

Busui tapi ingin mengonsumsi kopi? Tenang Moms asal sesuai dengan takaran aman kok

Cracked Nipple pada Ibu Menyusui

Puting Moms lecet? Yuk atasi dengan cara berikut ini

Produksi ASI Tiba-Tiba Berkurang? Ini Alasannya

Mengapa produksi ASI bisa berkurang?

Mengenal Tentang ASI dan Perbedaannya dengan Susu Sapi

Moms, taukah bagaimana produksi ASI saat pertama kali si kecil nenen?

Tips Menaikkan Berat Badan si Kecil

Saya mau berbagi tips nih moms bagaimana cara menaikkan berat badan si kecil

Tips Menaikkan Berat Badan Walaupun Anak GTM ala Bunda Braga

Bagaimana sih caranya anak GTM tetapi berat badan tetep bisa naik?

Anak Susah Makan dan BB Seret (Part 2)

Susah makan bisa menyebabkan si Kecil susah makan dan berat badannya susah naik loh Moms

Tips Menghadapi GTM pada Anak

Yuk cari tahu penyebab si Kecil GTM dan bagaimana cara mengatasinya

Ini Dia 5 Makanan Tinggi Zat Besi untuk si Kecil

Kenali sumber zat besi alami dari makanan yang bisa Moms berikan pada si kecil yuk!

Chocolate Cake dengan Slow Cooker! Must Try This Recipe!

Slow cooker juga bisa loh mom untuk membuat cemilan bagi Moms & si Kecil.

Pengalaman saat Anak GTM dan Tips Menghadapinya

Gerakan tutup mulut atau yang lebih dikenal dengan istilah GTM, tentu sangat dikhawatirkan setiap Moms.

Hasil Pumping yang Didapat Sedikit? Coba Lakukan Teknik Power Pumping

Jika dilakukan dengan rutin power pumping bisa memancing ASI keluar lebih banyak

Cara Membekukan dan Mencairkan ASIP yang Benar

Bagaimana cara mendinginkan & mencairkan ASIP dengan benar? Yuk simak tips berdasar pengalaman saya

Ketika Anak Susah Makan, Yuk Terapkan Cara Ini Moms

Alfarez pernah GTM gak? Pernah! Sampe kurus banget malah. Terus cara ngatasinnya gimana?