Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Morning Sickness atau Gejala Tifus?

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  13 Nov '17

Saya ingin berbagi mengenai kehamilan saya di trisemester pertama. Masa morning sickness cukup berat bagi sebagian ibu hamil, karena adanya perubahan hormon dan adanya janin yang bertumbuh di tubuh ibu, yang membuat kepala terasa pusing, mual, bahkan muntah. Di 8 minggu pertama kehamilan semua baik-baik saja, bahkan nafsu makan meningkat dan ada kenaikan berat badan. Nah, setelah 8 minggu, mulailah morning sickness muncul, mudah mual, ketika mual hampir selalu muntah. Dari 3 kali makan sehari mungkin hanya 1 kali makan yang terserap tubuh karena biasanya setelah makan akan keluar lagi, hampir seporsi makanan yang dimakan. Awalnya merasa wajar saja karena berpikir toh banyak juga orang yang muntah-muntah ketika hamil trisemester pertama, dan orang sekitar pun bilang wajar. 

Morning sickness setiap orang berbeda-beda. Ada yang habis muntah bisa makan lagi sehingga perut terisi lagi. Saya, setelah makanan keluar, tidak ada lagi nafsu makan. Hingga bobot saya di usia kehamilan 12 minggu malah susut 4kg. Saat kontrol ke dokter saya sudah minta obat untuk meredakan morning sickness ini, tapi tidak ada perubahan. Saya masih merasa ini wajar karena fase trisemester pertama.

Melihat ciri lain kehamilan di trisemester pertama, yakni kepala pusing, tubuh terasa lebih hangat karena aliran darah d tubuh memompa lebih kuat, saya merasa wajar ketika di malam hari saya merasa agak demam dan kepala agak pusing. Tidur pun saya memilih tidak pakai AC karena merasa tidak enak badan. Saya ingat ada yang bilang orang hamil memang rasanya kayak orang masuk angin, jadi badan meriangpun saya lagi-lagi merasa wajar. Tiga hari saya setiap malam seperti itu dengan masih terus muntah 3-4 kali dalam sehari. 

Hingga puncaknya 10 Des 2014 malam (saya ingat betul karena sehari sebelum suami saya ulang tahun dan unforgettable birthday). Saya minum air madu pun sudah tidak tertelan, dan sehari itu belum ada makanan yang masuk. Karena apa yang masuk ke tubuh keluar lagi. Tubuh rasanya lemas. Suami yang memang shift kerjanya siang sehingga pulang tengah malam, langsung mengajak saya ke RS khusus Ibu dan Anak melihat kondisi saya. 

Malam itu saya langsung diinfus. Diagnosa, sudah diduga Hiperemesis Graviradum. Saya diopname di RS supaya terjaga asupan makanan dan tidak dehidrasi karena diinfus. Saya pikir ini tidak akan lama karena hanya mengatasi hiperemesis nya saja.

Keesokan harinya, sore, badan saya demam (rasanya lebih parah dari yang seperti yang setiap malam saya rasakan). Mau melek rasanya susah. Saya cerita ke mama saya yang kebetulan jaga saya saat itu bahwa tiap malam ya memang suka demam, lalu kata beliau kenapa ga langsung ke dokter, saya bilang bukannya ini karena hamil ya jadi badannya agak anget. Mama kuatir ini tifus.

Keesokan harinya dokter langsung minta saya cek darah setelah tahu saya demam tiap sore. Benar saja dugaan mama saya, ternyata saya positif tifus. Bisa jadi muntah berlebih itu juga karena pengaruh sakit tifusnya. Agak panik, karena katanya berbahaya di trisemester pertama. Tapi setelah dirawat di RS 2 minggu dan menggunakan obat yang aman untuk ibu hamil, tifusnya bisa sembuh dan janin sehat tidak ada gangguan.

Yang mau saya sampaikan untuk calon ibu yang sedang morning sickness:

1. Ketika muntah dirasa sudah berlebih, jangan malu untuk ke dokter dan bila perlu diinfus. Saya jujur saja saat itu ada rasa gengsi karena takut dianggap manja pas hamil oleh orang sekitar dan suami. Makanya saya tahan saja. Padahal asupan makanan buat janin itu penting. Tidak bisa dianggap sepele.

2. Kalau dirasa ada yang tidak wajar pada tubuh dan mengganggu aktivitas, lagi-lagi konsultasikan ke dokter karena bisa jadi asumsi kita salah mengenai hamil itu harusnya seperti apa. Mana yang wajar dan tidak wajar. Saya yang tidak tahu gejala tifus seperti apa, merasa bahwa gejala demam dan muntah berlebih yang muncul adalah wajar seperti wanita hamil lainnya. Jika saya telat saya ke dokter, bisa berbahaya bagi janin. 

By: Chloe Adeline 

574 Chloe Adeline

Comments

Related Stories