Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Pentingnya Kemampuan Belajar Progresif untuk Dukung Masa Depan Hebat si Kecil!

BABY  |  BRANDS  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  TODDLER  |  16 Jul '20


Moms, tentu kita tahu bahwa setiap anak memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Pada dasarnya, potensi kehebatan masing-masing anak ini perlu mendapatkan perhatian ekstra dari orang tua agar dapat berkembang dengan baik. Anak-anak, dari lahir hingga usia 2 tahun, sedang berada dalam masa-masa keemasan (golden age). Di masa ini, tumbuh kembang dan kecerdasan anak berkembang dengan sangat cepat. Agar menjadi anak yang hebat dan sukses di masa depan, si Kecil perlu mengimbangi masa pertumbuhannya dengan kesiapan belajar yang cukup. Kesiapan belajar seperti apa yang harus Moms dukung agar si Kecil menjadi hebat? Psikolog anak Belinda Agustya, M. Psi. menjelaskan langkah-langkah yang perlu Moms lakukan berikut ini.

Mengapa Dukungan Moms Sangat Dibutuhkan dalam Menggali Potensi Si Kecil 

Faktor genetik hanya menyumbang 20% hingga 40% dari kecerdasan si Kecil sebagaimana diungkapkan oleh penelitian dari University of Queensland pada tahun 2013. Sisanya ditentukan oleh nutrisi, stimulasi, dan lingkungan si Kecil. Itu artinya, 3 faktor dari luar tersebut malah memberikan lebih banyak kontribusi pada perkembangan kecerdasan si Kecil. Nah, karena itulah, Moms sangat perlu menciptakan suasana mendukung termasuk memberikan nutrisi yang tepat, stimulasi yang membangun, dan lingkungan yang sehat.

Cara Memberikan Stimulasi yang Tepat untuk Si Kecil

Pertama-tama, Moms perlu mengenali potensi si Kecil agar dapat memberikan stimulasi yang tepat. Pengertian potensi anak adalah kemampuan terbaik dan unik dalam diri setiap anak. Apabila potensi ini digali dan diberikan stimulasi yang tepat, potensi tersebut mampu memprediksi kekuatan hebat si Kecil yang akan membantunya sukses di masa depan.

Cara Mengenali Potensi Si Kecil

Ketika si Kecil sedang beraktivitas, amati baik-baik tingkah lakunya. Berikut ini beberapa poin yang dapat Moms perhatikan:

  1. Respon si Kecil ketika terlibat dalam aktivitas tersebut, apakah antusias atau terlihat bosan.
  2. Rentang atensi si Kecil saat melakukan kegiatan tersebut, apakah bertahan lama atau tidak. Biasanya, minat anak akan terlihat ketika dia bertahan lebih lama melakukan aktivitas yang disukainya.
  3. Apakah si Kecil akan mengulang kegiatan tersebut karena memang menyenangkan baginya?
  4. Bagaimana output dari kegiatan tersebut? Si Kecil kemungkinan memiliki potensi di bidang tersebut apabila output yang dia tunjukkan outstanding.
  5. Lamanya waktu menguasai aktivitas yang diberikan, apakah lama atau tidak. Jika dia hanya membutuhkan waktu singkat untuk menguasai aktivitas yang diberikan, bisa jadi si Kecil memiliki potensi dalam bidang tersebut.

Setelah Moms mengamati si Kecil dalam beragam aktivitas yang diberikan kepadanya, Moms bisa menstimulasinya lebih lanjut dengan mengikut sertakan dirinya dalam kegiatan tambahan non akademis di luar aktivitas akademis. Berdasarkan pengamatan Moms, tentukan apakah dia perlu mengikuti les musik, menari, olahraga, atau seni.

Setiap orang tidak selalu dapat langsung menguasai tugas-tugas yang diberikan kepadanya, termasuk pula si Kecil. Oleh karena itu, Moms jangan terfokus pada hasil saja. Berikan apresiasi pada usaha si Kecil dalam mencoba menguasai aktivitas yang sedang dia pelajari. Dorongan lebih dari orang tua akan memberikan semangat padanya sehingga dia berhasil menuntaskan tugas-tugas dan kegiatannya dengan baik.

Jika si Kecil mulai tampak jenuh dalam mengikuti aktivitas tambahan yang sudah Moms fasilitasi, dorong dia untuk berkomitmen menuntaskan aktivitas tersebut. Misalnya, si Kecil tampak sudah tidak berminat lagi mengikuti les taekwondo. Tawarkan padanya untuk berhenti setelah dia ujian naik tingkat atau saat dia sudah berhasil naik tingkat. Jadi, jangan langsung mengiyakan si Kecil untuk berhenti ketika dia mulai terlihat tidak bersemangat karena untuk menggali potensi tetap butuh persistensi.

Pengertian Belajar Progresif

Si Kecil termasuk dalam Generasi Alpha (generasi anak yang lahir tahun 2010-sekarang). Menurut penelitian, generasi Alpha memiliki karakteristik cenderung mudah belajar dan dekat dengan teknologi. Untuk menggali kehebatannya, memang diperlukan cara belajar yang progresif, #DariBelajarJadiHebat

Pengertian belajar progresif adalah cara belajar baru yang merupakan pengembangan dari cara belajar konvensional. Cara ini menekankan keterlibatan si Kecil dan lingkungan dalam mendidiknya. Adapun lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sekolah yang menggunakan cara kerja tim (teamwork), berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), namun juga bekerja secara mandiri.

Pentingnya Belajar Progresif bagi Si Kecil

Dengan menerapkan cara belajar progresif, diharapkan si Kecil akan memiliki 4 karakter anak hebat yaitu eksploratif, berpikir kritis, jiwa kepemimpinan, dan empati. Nah, apa saja karakteristik dari 4 karakter anak hebat tersebut? Berikut penjelasan singkatnya:

  1. Anak yang eksploratif terus mencari hal baru yang dapat dikembangkan, baik dalam diri sendiri maupun lingkungan.
  2. Anak yang pandai berpikir kritis akan selalu berpikir di luar dari apa yang sudah ada. Kemampuan ini akan sangat berguna dalam mencari solusi kreatif dari suatu permasalahan.
  3. Anak dengan jiwa kepemimpinan tinggi dapat memimpin diri sendiri dan orang lain. Sifat ini harus dimilikinya saat menjadi warga dunia (citizen of the world) karena hal itu membutuhkan sikap yang fleksibel.
  4. Anak dengan rasa empati tinggi mengerti apa yang dibutuhkan orang lain dan lingkungan. Sifat ini akan sangat mendukung dirinya untuk menjadi spesialis dalam bidangnya.

Tips Menerapkan Belajar Progresif

Sekarang Moms tahu, kan, bahwa kemampuan belajar progresif itu penting sekali dimiliki si Kecil agar bisa tumbuh menjadi anak yang hebat? Nah, dalam menerapkan belajar progresif, berikut ini ada 6 tips yang bisa Moms terapkan:

  1. Kenalilah gaya belajar si Kecil agar Moms dapat menyampaikan materi secara menarik sehingga dia betah belajar.
  2. Berikan aktivitas yang bervariasi alias gunakan pendekatan multisensori, misalnya memasak, membersihkan rumah, membuat projek sains, olahraga, dsb.
  3. Mulailah kegiatan belajar dari apa yang dia sukai, misalnya belajar mengenal huruf melalui mainan dinosaurus favorit si Kecil.
  4. Jadilah role model bagi si Kecil. Ingatlah kata mutiara dari Benjamin Franklin berikut ini: “Tell me and I forget. Teach me and I remember. Involve me and I learn.”
  5. Amati kemampuan si Kecil. Berikan tantangan tugas dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi secara bertahap.
  6. Carilah informasi mengenai aspek tumbuh kembang si Kecil yang perlu distimulasi. Kemudian, sesuaikan dengan tahapan usianya.

Cara Mendukung Belajar Progresif Si Kecil

Moms perlu bersikap demokratis pada si Kecil dalam mendukung belajar progresifnya. Hal ini disebut dengan authoritative parenting. Gaya parenting ini tidak hanya mempersiapkan si Kecil dengan memberikan aturan dan batasan tertentu tetapi juga melibatkannya dalam mengambil keputusan, menghormati, dan menghargai pilihan dan perasaannya.

Berikut ini adalah contoh cara mendukung belajar progresif si Kecil:

  1. Mengizinkan si Kecil mengutarakan pendapat
  2. Mendengarkan pendapat si Kecil
  3. Mau berdiskusi dengan si Kecil
  4. Mengutamakan kemandirian dan penalaran
  5. Memberikan dan mendiskusikan pilihan
  6. Menerapkan konsekuensi yang fair
  7. Hangat dan bersahabat

Pentingnya Nutrisi dalam Mendukung Anak Bisa #DariBelajarJadiHebat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nutrisi merupakan 1 dari 3 faktor selain faktor genetik yang berkontribusi dalam perkembangan kecerdasan si Kecil. Moms perlu memberikan nutrisi yang tepat dan seimbang untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan proses belajar si Kecil.

Dukung perkembangan Si Kecil dan bantu penuhi kebutuhan nutrisinya dengan S-26 Procal GOLD Multiexcel αLipids System. Untuk informasi lebih lanjut, Moms bisa kunjungi website resmi di sini. Dengan nutrisi dan stimulasi yang tepat, anak tentu bisa tumbuh #DariBelajarJadiHebat. Ikuti juga kompetisinya untuk dukung belajar progresifnya, caranya simple, Moms, yaitu:

• Upload video atau foto dan ceritakan progres Si Kecil #DariBelajarJadiHebat

• Ceritakan potensi Si Kecil dan bagaimana stimulasi yang Bunda berikan untuk dukung proses belajarnya.

• Akhiri cerita dengan kalimat Dari Belajar__, Jadi __ Hebat. Misalnya, Dari Belajar Angka, Jadi Ilmuwan Hebat.

• Mention IG @WyethNutritionID dan gunakan hashtag #DariBelajarJadiHebat.

• Mention tiga teman Bunda untuk ikut bercerita tentang #DariBelajarJadiHebat.

Di akhir kompetisi akan ada total hadiah puluhan juta rupiah lho, mulai dari paket S-26 Procal GOLD/S-26 Promise GOLD selama setahun, iPad, hingga Macbook Pro! Setiap minggunya juga akan ada pemenang mingguan yang akan mendapatkan paket alat stimulasi dari Gummy Box gratis selama satu tahun. Yuk Moms, ikuti kompetisinya dan menangkan hadiahnya! #DariBelajarJadiHebat

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4364 Wyeth Nutrition Indonesia

Comments

Related Stories