Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Moms, Simak 7 Tips Mengurangi Stres Si Kecil Selama Belajar di Rumah Berikut Ini

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  29 Sep '20


Covid-19 telah memaksa masyarakat di seluruh dunia untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan menerapkan kebiasaan baru. Dalam rangka mencegah penularan virus Corona, kegiatan belajar-mengajar yang biasanya dilangsungkan di sekolah-sekolah kini bergeser menjadi kegiatan belajar-mengajar jarak jauh secara online. Transisi ini berpotensi mengakibatkan stres pada anak karena mereka harus mengubah rutinitas yang selama ini mereka jalani.

Stres dapat membuat perangai si Kecil berubah, biasanya menjadi lebih rewel dan susah diatur. Tidak jarang, perubahan suasana hati si Kecil ini membuatnya tertinggal dalam hal pelajaran. Dukungan dan arahan dari orang tua pun menjadi sangat krusial dalam masa-masa seperti ini.

 

Konsultan dan psikiater Columbia Asia Hospital Hebbal, Dr. Meena G., memberikan beberapa tips yang dapat Moms terapkan untuk membantu si Kecil mengatasi stres selama belajar di rumah.

Tips membantu si Kecil atasi stres selama belajar di rumah.

1. Sabar dan pengertian

Transisi dari pembelajaran berbasis kelas ke pembelajaran berbasis online tidak selalu berjalan dengan baik. Karena itu, orang tua harus selalu bersikap lembut dan penuh pengertian. Dengarkan dengan baik apa yang si Kecil sampaikan dan butuhkan.

2. Pertahankan rutinitas

Tidak hanya saat berada di sekolah, rutinitas dan jadwal juga sangat penting ketika si Kecil berada di rumah. Anak-anak akan menjalani hari-hari dengan lebih baik apabila mereka mempertahankan rutinitas mereka seperti saat berada di sekolah. Sekitar waktu makan siang, dorong si Kecil untuk bangkit dan berjalan-jalan di sekitar rumah sehingga dia tidak diam di satu tempat terus-menerus sepanjang hari.

3. Sering-seringlah melakukan percakapan terbuka

Dorong si Kecil untuk mengungkapkan perasaannya kepada Moms. Karena setiap anak memiliki reaksi berbeda terhadap stres, Moms perlu terus bersabar dan penuh pengertian ketika memulai percakapan. Dorong dia untuk membicarakan masalah-masalah yang dialaminya dan cobalah untuk tidak menghindari kekhawatirannya. Pastikan bahwa Moms mengakui apa yang si Kecil rasakan dan menyakinkannya dengan belas kasih bahwa semua akan baik-baik saja.

4. Fokuslah pada interaksi berkualitas

Jangan mencoba untuk membuat rutinitas belajar di rumah seakan-akan seperti belajar di sekolah. Maka, jangan pernah menjadwalkan rutinitas belajar yang terlalu panjang seperti di sekolah yang berlangsung 6 hingga 7 jam. Sebaliknya, cukup targetkan 2 hingga 4 jam tugas sekolah setiap hari, tergantung usai si Kecil. Fokuslah pada interaksi yang lebih pendek dan berkualitas lebih tinggi dengan si Kecil. Luangkan waktu sisanya untuk aktivitas yang menyenangkan.

5. Izinkan si Kecil berhubungan dengan temannya melalui video call

Anak-anak sudah terbiasa melakukan banyak kontak sosial di sekolah. Begitu pula dengan si Kecil, dia mungkin akan merasa kesepian setelah tidak bertemu dengan teman-temannya setelah beberapa hari. Memang, tidak aman baginya untuk melakukan kontak fisik langsung menemui teman-temannya. Meski begitu, ada teknologi video call yang dapat digunakan untuk berinteraksi secara online. Moms harus mengizinkannya untuk berinteraksi dengan teman-temannya agar tidak merasa kesepian.

6. Jadwalkan waktu khusus untuk bersenang-senang

Gunakan kesempatan bersama si Kecil di rumah untuk bersenang-senang. Meskipun bukan dalam rangka liburan, luangkan waktu untuk menjalin ikatan dengannya.

7. Tidur cukup, makan makanan bergizi, dan olahraga teratur

Ketiga hal di atas sama pentingnya untuk menjaga kesehatan mental seseorang, tak terkecuali anak-anak. Berikan teladan merawat diri yang baik karena si Kecil selalu mencontoh dan menirukan apa yang dilihatnya sehari-hari.

 

Selain tips-tips mengatasi stres pada anak selama belajar di rumah seperti disebutkan di atas, Moms perlu mengusahakan agar kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama udara, selalu bersih dan sehat. Hal ini dikarenakan udara yang kotor menjadi penyebab utama seseorang mudah sakit. Jika udara di sekitar rumah Moms terlalu kering, hal tersebut dapat menimbulkan gejala tenggorokan kering, batuk, bersin, kulit kering, iritasi saluran hidung dan tenggorokan, mata gatal, dan masalah pernapasan. Sementara itu, ruangan yang terlalu lembab menjadi tempat ideal tumbuhnya tungau, jamur, dan bakteri yang bisa membahayakan kesehatan.

Untuk mengatasi kualitas udara yang buruk karena kelembabannya tidak sesuai, pasanglah air humidifier. Penggunaan air humidifier, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dapat membantu meredakan gejala penyakit Corona termasuk tenggorokan kering, sakit tenggorkan, dan batuk.

Jangan memilih produk air humidifier secara asal-asalan, ya, Moms. 

Air humidifier terbaik yang cocok untuk si Kecil memiliki fitur-fitur sebagai berikut:

1. Bertipe Cool Mist Humidifier sehingga aman untuk anak-anak

Ada dua macam tipe air humidifier yaitu warmn mist humidifier  dan cool mist humidifier. Tipe pertama kurang ramah anak karena bisa menyebabkan luka bakar apabila perangkatnya tidak sengaja terjatuh. Sementara itu, tipe kedua selain aman jika tidak sengaja terjatuh juga tidak menimbulkan suara bising ketika beroperasi.

2. Memiliki fitur auto shut-off

Air humidifier biasanya memang dinyalakan sepanjang hari sehingga fitur auto shut-off mutlak dimiliki. Fitur tersebut memastikan unit air humidifier berhenti beroperasi ketika air di tangki habis., sehingga tidak menyebabkan konsleting listrik.

3. Mudah dibersihkan

Perangkat air humidifier yang mudah dibersihkan akan memudahkan Moms untuk merawatnya secara rutin. Mesin yang sulit dibersihkan akan membuat Moms malas membersihkannya. Padahal, air humidifier harus dibersihkan secara berkala agar penggunaannya tetap optimal, mengurangi risiko tumbuhnya jamur dan lumut.

4. Sesuai dengan luas ruangan

Air humidifier yang hendak Moms pasang haruslah sesuai dengan luas ruangan di rumah agar memberikan manfaat yang maksimal. Pasalnya, unit yang terlalu kecil tidak akan memberikan kelembaban sesuai. Sebaliknya, unit yang terlalu besar akan membuat kelembaban ruangan terlalu tinggi sehingga jamur cepat tumbuh.

5.Bisa diisi minyak esensial

Perangkat air humidifier yang memiliki fitur tambahan bisa diisi minyak esensial atau aroma oil bernilai plus dibandingkan yang tidak. Air humidifier dapat sekaligus berperan membuat si Kecil lebih rileks, meningkatkan kualitas tidurnya, bahkan melegakan hidungnya yang  tersumbat. Hal tersebut tentu sangat membantu mengurangi tingkat stres si Kecil selama berada di rumah.

Moms dapat memilih Dr. Brown’s Cool-Mist Humidifier dengan berbagai fitur seperti yang telah dijabarkan di atas.

Tetap semangat mendampingi si Kecil belajar di rumah, ya, Moms!

 

Referensi: CDC, Indian Express, What to Expect

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

115 Dr Browns Indonesia

Comments

Related Stories