Hello moms!
Pada masa kehamilan aku yang sudah memasuki usia kandungan trimester akhir ini, aku sering mengalami gatal-gatal di bagian perut. Pada usia kandungan memasuki 7 bulan, gatal-gatal itu mulai merambat ke bagian kakiku terutama di bagian paha dalam dan betis serta lipatan kaki. Awalnya kupikir gejala gatal-gatal ini karena tidak cocok dengan seprai yang kugunakan saat tidur. Tetapi walaupun seprai sudah kuganti dengan mama dan suami menjadi bahan katun, tetap saja gatal itu terus menyerang khususnya malam hari saat mau tidur.
Aku coba vacuum berkali-kali kasurku tetapi tetap saja makin gatal dan gatalnya muncul ruam-ruam merah. Rasanya stres sekali moms, karena disaat malam hari ingin tidur tenang malah harus garuk-garuk karena tidak tahan dengan gatal yang menyerang kaki dan tanganku. Bahkan aku berkali-kali ganti celana tidur dan dress tidur tetap saja terasa gatal padahal suami tidak merasakan gatal apapun.
Akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter spesialis aku dari kecil di Carmelita Clinic, dr. Lukas Jusuf, yang terletak di Jalan Janur Raya, Kelapa Gading. Dokterku ini spesialis di bidang allergy & immunology sedangkan istrinya dr. Irene fokus di spesialis kulit dan kecantikan. Dari kecil kulitku memang dikategorikan sebagai kulit yang sensitif terutama pada tungau, debu, dan matahari. Jadi semasa kecil, kulitku sering sekali terkena penyakit kulit yang jarang diderita orang pada umumnya. Alasannya karena sistem kekebalan tubuhku itu kurang. Tetapi, lambat laun ketika tumbuh dewasa, alergi-alergiku mulai memudar pelan-pelan dan kulitku semakin kuat. Mungkin perihalnya, aku tetap tidak bisa pakai sabun yang berbahan dasar yang banyak pewanginya, jadi mostly aku seringnya makai dettol original (gabisa yang berbau aneh-aneh gitu deh, moms). Nah, back to the topic lagi, aku menjelaskan ciri-ciri gatal yang aku derita selama seminggu kemaren ke dokterku dan dokterku bilang aku terkena pruritus. Aku memang sudah was-was kalo aku terkena pruritus saat baca-baca referensi online tentang gatal-gatal saat hamil.
Nah pruritus itu sebagian besar moms kan sudah tau ya, semacam penyakit gatal-gatal yang biasanya disertai ruam-ruam merah biasanya menyerang kaki dan tangan, bahkan yang parah aku liat dibuku si dokter ada yang perutnya pun ruam-ruamnya parah sekali moms. Tetapi si dokter sih bilang pruritus (PDP/Pruritus Dermatology in Pregnancy kalo ga salah ya moms) aku dikategorikan yang tipe mild, tidak begitu parah. Penyakit ini sih dokternya bilang ga berbahaya untuk moms sama si debaynya ya moms, tapi mungkin sangat mengganggu para moms saat tidur sehingga bisa menyebabkan stres. Akhirnya aku diberikan sabun mandi khusus SS Face/Body Wash (140k), BM Cream (80k), dan 1/2 B Cream (80k) dan obat resep untuk diminum.
Untuk SS Body Wash ini cukup dilap basah saat mandi menggunakan washlap baby beberapa tetes. Tapi ingat ya moms, sabun ini bener-bener gaada busanya seperti sabun-sabun pada umumnya. Sehabis itu dibilas bersih dengan handuk, kemudian moms menggunakan BM Cream yaitu moisturizer untuk kulit yang moms rasa kering dan ada ruam-ruamnya, kemudian moms berikan obatnya yaitu 1/2 B Cream cukup di area yang mengalami gatal-gatal saja. Sehabis itu, untuk obat resep yang dikasih sama dokternya, dosisnya dikurangin yang tadinya 3x sehari menjadi 2x sehari selama 5 hari karena ibu hamil ga boleh banyak-banyak minum obat. Sejauh ini sih dari 2 hari pemakaian, gatal-gatalnya berkurang moms. Jadi malam hari aku bisa tidur pulas dengan si debaynya. Sebenernya yang paling penting juga, kalo moms mengalami gatal-gatal, harus lebih banyakin minumnya ya moms dan kalo bisa pakai pakaian atau handuk atau seprai pun dari bahan katun biar bisa lebih menyerap keringat. Itu aja info dari aku moms, semoga bermanfaat untuk para moms ya!
Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!
Comments