Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Moms, Ketahui 5 Mitos Kepala Peyang pada si Kecil!

13 Aug '21


1. Sindrom Kepala Datar Adalah Kondisi yang Langka
Menurut American Academy of Family Physycians, kondisi sindrom kepala datar dialami oleh hampir 50% bayi. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah si bayi yang mengalami sindrom kepala datar cukup banyak dan tidak jarang terjadi. Hal ini dianggap normal terjadi pada si Kecil termasuk sejak newborn. Bahkan, si Kecil juga dapat mengalami sindrom kepala datar setelah menginjak usia 3 bulan, 6 bulan, atau mungkin 8 bulan.

2. Bentuk Kepala Peyang Akan Kembali Normal Seiring Bertambahnya Usia si Kecil
Tulang tengkorak si Kecil masih sangat lunak dan dapat berubah bertuk, khususnya ketika si Kecil masih berusia di bawah 12 bulan. Namun, Moms perlu untuk melakukan tindakan preventif atau tindakan penangannan lainnya jika si Kecil sudah mengalami bentuk kepala peyang. Bentuk kepala peyang ini tidak dapat berubah dengan sendirinya karena si Kecil belum dapat mengontrol pergerakan kepalanya ketika sedang tidur. Sehingga, ketika si Kecil mengalami bentuk kepala peyang, hal yang tentu akan di sarankan oleh dokter kepada Moms adalah melakukan teknik reposisi. Teknik reposisi berarti mengubah posisi kepala si kecil secara berkala saat tidur atu berbaring. Hal ini disebut dengan istilah 'memperbaiki bentuknya sendiri'. Jadi, bukan berarti penyembuhannya tanpa tindakan apapun ya  Moms. Nah, ada beberapa kasus yang menyebabkan si Kecil merasa sulit untuk mematuhi teknik ini sehingga memerlukan tindakan lain untuk mengubah bentuk kepalanya kembali bulat normal. Bahkan, terkadang Parents pun tidak selalu dapat melakukan teknik ini secara terus-menerus karena akan berpotensi mengganggu tidur si Kecil. Sehingga, tindakan lain diperlukan juga untuk mempercepat kembalinya bentuk kepala si Kecil menjadi bulat normal, mengingat bahwa kepalanya akan semakin mengeras seiring berjalannya waktu. Salah satu tindakan yang tepat adalah dengan pemberian bantal anti peyang. 

Lovenest, merupakan bantal anti peyang yang diciptakan khusus untuk si Kecil. Lovenest terdiri dari 2 pilihan, yaitu Lovenest Classic dan Lovenest+. Bantal Lovenest Classic memiliki diameter yang lebih kecil dan sesuai untuk bentuk kepala newborn. Bagian cover Lovenest Classic terbuat dari Polyester dan bagian dalamnya terbuat dari Polyurathane. Selain meyerap keringat dan breathable, Lovenest Classic memiliki kontur cekung yang menyerupai bentuk kepala bayi. Kontur cekung ini secara khusus diciptakan oleh Dr. Manuel Maidenberg dengan tujuan untuk mendistribusikan tekanan secara merata pada seluruh area kepala si Kecil. Sehingga, mencegah terjadinya kondisi kepala peyang pada si Kecil dan membantu pembentukan kepala yang bulat normal. sementara itu, Lovenest+ merupakan pengembangan dari bantal Lovenest Classic.  Lovenest+ memiliki cover yang terbuat dari Polyurathane dan bagian dalamnya terbuat dari Polyester elastane. Lovenest+ Memiliki diameter yang lebih besar dibandingkan dengan Lovenest Classic sehingga cocok digunakan si Kecil hingga usia 12 bulan. Dilengkapi dengan anti-slip pada bagian bawahnya sehingga si si kecil tidak tergelincir saat mulai aktif bergerak.

3. Bentuk Kepala Peyang Tidak Mempengaruhi Apapun
Bentuk kepala peyang pada umumnya tidak memepengaruhi perkembangan si Kecil dan tidak menyebabkan resiko suatu penyakit. Tetapi, bentuk kepala peyang yang disebabkan oleh kelainan tulang tengkoran (craniosynostosis)  dapat menimbulkan gangguan penglihatan, sakit kepala, dan gangguan psikologis di jangka panjang. Hal ini terjadi karena lempeng tulang tengkorak si Kecil menyatu terlalu dini. Bentuk kepala si Kecil hanya akan dapat berubah hingga usia 18 bulan. Setelah kepala mulai mengeras, maka akan sangat sulit untuk mengembalikannya ke bentuk normal. Kondisi ini tentu akan membuat penampilan fisik si Kecil akan berbeda dengan teman-temannya ketika sudah besar nantinya. Selain itu, perkembangan si Kecil juga selalu diukur dengan lingkar kepala si Kecil secara bertahap untuk mendeteksi adanya kemungkinan terjadinya hidrosefalus atau gejala autis sejak dini. Jadi, alangkah baiknya jika bentuk kepla peyang diatasi sejak dini pula.

4. Flat-head Syndrome Merupakan Kesalahan Parents
Ketika si Kecil mengalami Flat-head Syndrome, banyak Parents yang 'menyalahkan' diri sendiri. Kemungkinan, ketika bentuk kepala si Kecil berbeda dengan keadaan normal, Parents mengalami traumatis sehingga menganggap bahwa kelainan tersebut merupakan kelalaian dari Parents. Keadaan ini wajar terjadi, karena Parents akan senantiasa mengharapkan perkembangan yang positif dari si Kecil, sehingga mengusahakan berbagai cara supaya tumbuh kembangnya baik. Tetapi, taukah Parents bahwa terkadang kondisi ini tidak dapat dihindari? Flat-head Syndrome juga dapat terjadi karena proses persalinan normal, atau karena posisi bayi selama bedara di rahim Moms.
Baca lebih lanjut mengenai penyebab kepala peyang di sini (https://babymoov.id/article/apa-saja-penyebab-kepala-peyang-pada-si-kecil-bagaimana-cara-mengatasinya)

5. Posisi Tidur Terlentang dapat Mencegah Terjadinya Flat-head Syndrome
Posisi tidur terlentang dipercaya oleh para ahli dapat mencegah terjadinya kematian mendadak atau SIDS pada si Kecil. Posisi tidur ini memang sangat disarankan dan tentunya Moms juga sudah mengetahuinya. Bahkan, posisi tidur ini sudah banyak dikampanyekan di berbagai negara. Namun, si Kecil membutuhkan waktu tidur hingga 16,5 jam dalam sehari dan menyebabkan si Kecil tidur dalam posisi terlentang dengan waktu yang cukup lama. Posisi tidur yang sama ini justru dapat menjadi pemicu terjadinya Flat-head Syndrome pada si Kecil ya Moms. Keadaan ini disebabkan oleh tekanan pada satu sisi yang sama pada satu bagian kepala. Apalagi, si Kecil yang baru lahir belum dapat mengangkat dan menggeser kepalanya sendiri, sehingga Moms perlu untuk mengganti posisi kepala si Kecil secara berkala pada saat Ia tidur.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

72 Babymoov Indonesia

Comments

BACA JUGA:

LATEST POSTS

Moms, MPASI dengan Multigrain Juga Banyak Manfaatnya!

Memasuki usia 6 bulan, asupan ASI untuk si Kecil sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Si Kecil [...]

Yuk, Kenali Penyebab dan Faktor Pemicu Kambuhnya Eksim!

Tahukah Moms, jumlah penderita eksim mencapai 1 hingga 3% dari populasi di seluruh dunia? Jumlah ini membuktikan bahwa masalah kulit eksim [...]

Mengapa rambut Bayi Tipis dan Sulit Tumbuh Moms?

Semua Moms pasti menginginkan supaya rambut si Kecil tumbuh sehat dan lebat. Sebaliknya, jika rambut si Kecil terlihat sangat tipis dan kulit [...]

Mengapa Bayi Membutuhkan Bantal Peyang?

Tidur merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menjaga perkembangan dan pertumbuhan si Kecil yang optimal. Oleh karena itu, Parents [...]

Yuk Parents, Jaga Nutrisi ASIP dan MPASI dengan Tips Berikut!

ASI merupakan satu-satunya makanan yang dapat memenuhi nutrisi si Kecil di usia 6 bulan pertamanya. ASI berperan untuk mendukung tumbuh kembang [...]

Jerawat Batu : Penyebab dan Cara Mengatasinya

Setiap orang pasti mengharapkan kulit yang sehat serta terhindar dari masalah kulit. Salah satu masalah kulit yang sering dialami pada bagian [...]

Kualitas Tidur Bayi Ternyata Mempengaruhi Perkembangan Otaknya

Sama halnya seperti asupan makanan, tidur juga menjadi salah satu hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang si Kecil. [...]

Tips Memilih Perlengkapan MPASI yang Tepat untuk si Kecil!

Pemberian ASI Eksklusif pada bayi dilakukan hingga usia 6 bulan. Hal ini disebabkan, pada usia enam bulan si Kecil mengalami periode pertumbuhan [...]

Ketahui Penyebab Cradle Cap dan Cara Mengatasinya!

Cradle Cap atau kerak pada kulit kepala si Kecil kerap terjadi di awal kelahirannya. Cradle Cap disebut juga sebagi dermatitis seboroik. [...]

Bolehkah Memandikan si Kecil Setelah Imunisasi?

Moms pasti sudah tahu bahwa imunisasi dapat membantu sistem imun si Kecil untuk memproduksi antibodi khusus dalam melawan jenis-jenis penyakit [...]

Yuk, Ketahui Manfaat Finger Food Untuk si Kecil!

Memasuki masa MPASI biasanya bertepatan juga dengan dimulainya pertumbuhan gigi si Kecil. Karena itu, si Kecil mulai memiliki keinginan untuk [...]

Tekstur MPASI si Kecil, Apakah Mempengaruhi Kemampuan Bicara?

Si Kecil sebenarnya sudah mulai belajar berbicara sejak usia 2-3 bulan. Pada usia tersebut, si Kecil sudah mengeluarkan suara yang lebih [...]

Yuk, Kenali kandungan SLS dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan!

Apakah Anda pernah membaca kandungan SLS atau Soodium Lauryl Sulfate pada produk skincare yang Anda miliki? Jika pernah, maka Anda perlu untuk [...]

Pentingnya Mengajarkan si Kecil Berenang Sejak Dini

Semua Parents pasti menginginkan yang terbaik untuk si Kecil, apalagi di masa golden age. Karena, masa ini adalah momen krusial bagi pertumbuhan [...]

Cegah Iritasi dan Ruam pada Kepala si Kecil dengan Bantal Antibacterial

Ketebalan kulit bayi tidak lebih dari setengah ketebalan kulit orang dewasa. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa kulit si Kecil sangat [...]

Atasi Dampak Buruk Udara Kering Bagi Kesehatan

Belakangan ini, kondisi cuaca tidak menentu dan terkadang teriknya matahari menyebabkan suhu ruangan menjadi panas. Supaya tetap nyaman dan [...]

Yuk, Kenali Fakta dan Mitos Seputar Rambut!

Rambut yang tumbuh pada kulit kepala pada dasarnya berfungsi untuk melindungi kulit kepala dari sengatan sinar matahari. Tak hanya itu, rambut [...]

Mengapa si Kecil Harus Menggunakan Sunscreen Saat Berjemur?

Tahukah Mom bahwa menjemur si Kecil di bawah sinar matahari memberi dampak positif terhadap kesehatan dan pertumbuhannya? Berikut merupakan [...]

Alasan Mengapa Perlu Menggunakan Air Humidifier di Rumah

Menggunakan humidifier mungkin terdengar sepele. Namun, dengan memilikinya di rumah dan rutin menggunakannya akan membuat perubahan besar. [...]

Tips Memandikan si Kecil Saat Demam

Demam merupakan gejala dari gangguan kesehatan tertentu, seperti infeksi ataupun diare. Demam menandakan bahwa tubuh si Kecil sedang berusaha [...]