Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Moms Berhentilah Melakukan Body Shaming ke Anak Kita

MY STORY  |  PARENTING  |  12 Dec '19


"Wah rambutnya tebel ya, anakku rambutnya tipis"

"Anakku kulitnya item kayak bapaknya"

Pernahkah moms mendengar komentar-komentar seperti itu? Atau moms sendiri pernah mengungkapkan hal serupa saat berkumpul dengan ibu-ibu lain? Mungkin niatnya ingin memuji anak lain atau sekedar berbagi keluh kesah sesama ibu. Tapi coba kita renungkan dampaknya ke anak kita.

Saya sendiri lahir dengan tanda lahir di pipi kanan saya berupa noda berwarna putih yang menutup hampir sepertiga sisi kanan wajah saya. Cukup terlihat dan sering dikira bekas luka bakar. Saya tidak pernah mempermasalahkan tanda lahir ini. Tapi lain dengan ibu saya. Beliau beberapa kali berusaha untuk menyamarkan warna putih itu.

Khawatir saya akan tumbuh jadi anak yang tidak percaya diri, saat masih anak-anak ibu saya pernah membawa saya ke dokter kulit untuk memeriksakan noda putih di pipi saya. Harapannya noda itu hilang dan warna kulit wajah saya menjadi "normal". Tapi usaha ini tidak berhasil. Berikutnya ibu saya masih beberapa kali berencana membawa saya ke klinik kecantikan untuk mengatasi masalah kulit wajah saya. Saya pun lagi-lagi menolak karena bagi saya tanda lahir ini tidak mengganggu, tidak gatal dan tidak sakit. Saya sudah menerima tanda lahir itu sebagai bagian dari diri saya.

Tentu saya pernah mendapat ejekan dari teman saya dengan menyebut tanda lahir saya sebagai panu misalnya. Tapi bagi saya tidak masalah karena saya tahu itu bukan panu. Sampai sekarang saya tidak pernah mempermasalahkan kondisi fisik saya dan tidak menganggap itu sebagai kekurangan. Bagi saya komentar dan sikap ibu yang saat itu masih mempermasalahkan pipi saya justru lebih mengganggu dari olok-olok teman saya di sekolah. Sampai saya sempat bertanya-tanya mengapa orang tua saya sendiri tidak bisa menerima fisik saya padahal saya biasa-biasa saja?

Saat saya jadi orang tua saya pun kerap mendengar keluhan sesama ibu tentang fisik anaknya. Mulai dari komentar tentang hidung yang pesek, alis tipis, jidat yang lebar, dan sejenisnya. Setiap menemukan perkataan semacam itu saya selalu teringat pengalaman saya di atas. Komentar-komentar yang dilontarkan moms tentang bentuk fisik anak kita secara tidak langsung justru bisa menurunkan rasa percaya diri anak kita di masa yang akan datang. Anak akan sulit untuk menerima dirinya dan merasa dibandingkan dengan anak lain.

Selain rasa percaya diri, anak kita juga akan merasa kurang dicintai karena sebagai orang tua kita tidak bisa menerima kondisi anak kita. Padahal jika kita tidak mempermasalahkan dan bersikap biasa-biasa saja, anak akan belajar menerima dan mencintai dirinya sehingga tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan menghargai perbedaan fisik orang lain. Jika moms tidak suka mendapat body shaming dari ibu-ibu lain, begitu pula anak-anak kita.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

3144 Wening Fikriyati

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.

Mengenal Tedak Siten

Apa itu Tedak Siten? Mari simak bersama berikut ini!

Keseruan Memiliki 2 Balita Dengan Jarak Dekat

Anak di usia balita adalah fase dimana anak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, cenderung lebih egois, dan lebih senang berekplorasi. Usia [...]

Biasakanlah Mengucapkan Kata-kata Positif pada Anak

Seperti apa sih kata-kata positif yang baik untuk kita ucapkan pada anak? Simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker Pada si Kecil

Bagaimana cara merayu si Kecil agar mau mengenakan masker? Simak cerita berikut ini.