Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mommy Jo's IVF Journey

HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  27 Sep '17


5 tahun menikah dan kami belum dikaruniai seorang anak. Kami bolak balik ke dokter tapi tidak ada hasilnya. Akhirnya di awal tahun 2015, aku dan suami mendatangi salah satu klinik di kawasan Menteng - Jakarta untuk melakukan pengecekan lebih detil. Dan diketahui bahwa terdapat banyak polip di dalam rahim yang menghambat proses pertumbuhan sel-sel telur, serta kualitas sperma suami yang naik-turun. Kami mengikuti saran dokter untuk membuang polip dengan jalan histerokopi (seperti operasi minor) dan memperbaiki kualitas sperma suami dengan mengkonsumsi vitamin suplemen lainnya. Kemudian kami melakukan program kehamilan inseminasi sesuai anjuran dokter. Tapi 4x melakukan inseminasi, semuanya masih belum berhasil.

Sampai akhirnya kami memutuskan untuk untuk IVF atau bayi tabung. Pertanyaannya, apa sih IVF atau bayi tabung itu? Bagaimana caranya? Bagaimana dengan biayanya?

In Vitro Fertilization, atau biasa disingkat IVF, adalah pemakaian laboratorium untuk menyatukan sperma dan sel telur dalam tabung yang kemudian diletakkan kembali ke dalam rahim untuk berkembang. Pembuahan yang terjadi di luar rahim ini sudah menjadi praktik yang sangat populer di Amerika Serikat.

IVF menjadi pilihan jalan bagi para orangtua yang tidak kunjung memiliki anak akibat adanya masalah dengan kesuburan. Masalah kesuburan yang dapat membuat IVF menjadi pilihan untuk memperoleh anak ada bermacam-macam, beberapa di antaranya adalah:

  • Adanya kondisi endometriosis
  • Jumlah sperma yang sedikit
  • Adanya masalah dengan rahim maupun dengan fallopian tubes pada pihak wanita
  • Adanya masalah ovulasi
  • Adanya masalah antibodi yang mempengaruhi kondisi sperma maupun sel telurSu
  • Sperma yang tidak mempunyai kemampuan untuk penetrasi dan bertahan dalam lendir serviks yang menghantarkan sperma ke rahim
  • Masalah ketidaksuburan yang tidak lazim

Untuk aku sendiri mengalami PCO ringan, yang di mana sel-sel telurku banyak tapi ukurannya kecil sehingga sulit untuk terjadi pembuahan di dalam. Sedangkan kualitas sperma suami naik-turun yang dipengaruhi oleh stress kerjaan, kurang istirahat, dan lainnya.

Pada bulan Februari 2016, kami melakukan serangkaian tes darah di laboratorium untuk mengetahui hormon-hormon yang ada di dalam tubuh kami siap atau tidak untuk distimulasi dengan obat suntikan sebagai proses dari IVF. Kalau angkanya kurang dari batas normal, ada kemungkinan kami belum bisa melakukan IVF. Hasilnya baik, dan kami bisa menjalani program IVF tsb. Ada serangkaian pantangan makanan dan minuman yang harus dipatuhi dalam menjalani IVF, seperti tidak makan kacang-kacangan, buah nanas dan pepaya, sayur mentah, coklat, teh, dan kopi. Kemudian harus rajin olahraga 30 menit per hari, rajin konsumsi buah alpukat, kiwi, dan minum jus 3 Diva (apel, tomat, wortel) setiap hari.

Pada bulan Maret 2016, proses suntik-menyuntik untuk menstimulasi sel telur dimulai. Kami memutuskan suami yang melakukan ini supaya menghemat biaya suster pulang-pergi ke rumah untuk menyuntik. Aku sendiri juga belajar menyuntik diri sendiri dan akhirnya bisa. Untuk obatnya, aku pakai GONAL 150iui, dosis terendah untuk pasien yang belum pernah ada riwayat hamil sebelumnya dan tidak ada kasus berat. Proses suntik ini dijalani sejak hari ke-2 haid sampai dengan hari ke-10, dan selama proses tersebut kami bolak-balik klinik untuk USG kondisi sel-sel telur setelah dimasukkan obat suntik tersebut, apakah teresponi dengan baik atau stuck. Dan dokter akan mengevaluasi apakah perlu ditambahkan dosis obat suntiknya atau ditambah hari untuk suntikannya.

Di hari ke 12, dokter memberikan "lampu hijau" untuk ke step selanjutnya yaitu melakukan Ovum Pick Up atau OPU. Salah satu syarat untuk melakukan OPU adalah setidaknya ada 5-6 sel telur yang berukuran di atas 17mm sehingga dapat dibuahi oleh sperma dan kondisi dinding rahim juga mencapai ketebalan tertentu. Dua hari sebelum tindakan OPU, aku gak olahraga lagi dengan tujuan supaya gak kecapekan atau tiba-tiba sakit. Proses OPU sendiri dilakukan dengan bius total, karena pengambilan sel-sel telur tersebut melalui vagina. Pada saat OPU dilakukan, sperma suami juga diambil. Kemudian akan dipertemukan keduanya di tim embrioligi di laboratorium. Bersyukur banget ada 8 sel telur yang bisa diambil dan lolos seleksi untuk dipertemukan dengan sel sperma. Proses OPU memakan waktu kurang lebih 30 - 45 menit. Step kedua selesai dan kami tidak lagi harus melakukan suntik obat untuk menstimulasi sel telur. Tetapi aku tetap mengkonsumsi obat, vitamin, dan makan sehat. 

Step selanjutnya adalah Embryo Transfer (ET). Di hari ke-3 setelah OPU, tim embriologi memberi tahu ada 6 embrio yang bisa dikembangkan. Ada 2 embrio dengan grade good, 2 embrio dengan grade moderate, dan 2 embrio dengan grade poor. Grade ini yang menentukan apakah proses ET dilakukan di hari ke-3 atau ke-5, atau ditunda sehingga perlu dibekukan terlebih dahulu (FET, Frozen Embryo Transfer). Hasil diskusi tim embriologi dan dokter kami adalah proses ET dilakukan di hari ke-5 atau sampai tahap blastosis (proses pembelahan sel-sel embrio).

Pada hari ke-5, ternyata ada 2 embrio yang berhasil survive dengan grade excellent dan good. Akhirnya kami memutuskan untuk memasukkan ke-2 embrio tersebut. Sebelum proses ET dilakukan, aku harus minum air putih biasa sebanyak 1 liter untuk mempermudah proses embryo transfer. Proses ET berlangsung selama 5 menit saja. Setelah itu, aku masih harus bed-rest selama 2 jam di ruang pemulihan. Selama 2 jam itu juga, suster memberikan suntikan penguat kandungan, obat minum penguat kandungan serta vitamin lainnya. Dan setelah 2 jam, kami pulang ke rumah.

Setelah ET, ada masa 2WW (2 weeks waiting), masa yang paling menentukan keberhasilan. Aku istirahat total, tidak keluar rumah kecuali ke klinik untuk suntik penguat kandungan, dan stay positive. Selama 2WW ini juga, hidup sehat harus tetap dijalani, makan putih telur, dan makan buah alpukat yang dipercaya bisa membantu proses penempelan embrio lebih sempurna. Dalam 2 minggu ini tidak ada perubahan yang signifikan dalam tubuh, hanya pinggang terasa nyeri seperti gejala akan haid. 

Di hari ke-14, pagi-pagi aku ke klinik untuk tes darah BHcg untuk mengetahui hamil atau tidak. Di sore harinya, suster klinik memberitahukan hasil tes darahnya, dan ternyata POSITIF HAMIL, dengan nilai BHcg 411. Kami diminta untuk kembali ke klinik untuk melakukan USG kantong kehamilan dan terdapat 1 janin. Aku dan suami sangat bahagia. Dokter menyatakan usia kehamilanku 6 minggu. Dan diminta datang kembali 2 minggu kemudian untuk mendengar detak jantung baby.

2 minggu kemudian kami datang kembali. Dokter dan suster melakukan USG, dan terdengar suara detak jantung baby yang sehat banget. Tetapi ada kejutan, ternyata ada suara detak jantung yang kedua. Aku hamil kembar. Aku dan suami cuma bisa bersyukur yang gak habis-habisnya. Bisa maju untuk IVF pertama kali, semua proses berjalan lancar, dan setelah menanti 5 tahun aku hamil anak kembar.  

Proses kehamilan dan melahirkan berjalan lancar. Hari ini putri-putri kami Charlotte dan Charlene berusia 10 bulan. 

Apa yang bisa aku share di sini adalah jangan menyerah, stay positive dalam menjalani proses program kehamilan baik inseminasi maupun IVF, dan berserah kepada Tuhan. Hindari pikiran yang negatif karena akan mempengaruhi kondisi fisik dan psikis kita. Jangan lupa untuk berdoa untuk dokter dan timnya dalam melakukan pekerjaannya.

Mengenai biaya yang harus disiapkan, setidaknya siapkan Rp 100 juta untuk fully ready dalam menjalani program.

By: Gavrila Joanita 

Sumber : https://meetdoctor.com/article/in-vitro-fertilization

http://www.morulaivf.co.id/id/post/transfer-embrio-hari-ke-3-atau-ke-5

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

16821 Gavrila joanita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Jenis Olahraga Ini Dilarang Selama Kehamilan

Saat hamil Moms dianjurkan untuk berolahraga. Tapi olahraga berikut ini dilarang lho Moms

Berapa Batas Usia Wanita untuk Hamil?

Apakah usia 30 tahun merupakan batasan seorang wanita untuk hamil? Simak penjelasannya berikut ini.

Produk yang Tidak Boleh Dipakai Saat Hamil

Saat hamil, ada beberapa hal yang harus dihindari baik dari asupan maupun produk perawatan, karena mengandung zat kimia yang berbahaya dan dapat [...]

Manfaat Jalan Pagi Bagi Ibu Hamil

Jalan pagi merupakan salah satu jenis olahraga yang dianjurkan untuk dilakukan oleh ibu hamil, khususnya ketika memasuki trimester akhir. Apa [...]

Manfaat Kayu Manis dan Madu untuk Program Hamil

Kayu manis dan madu sangat berkhasiat untuk mempercepat program kehamilan. Mengapa demikian?