Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mom, Yuk Ketahui penyebab Demam pada Anak

OTHERS  |  10 Jun '18

Penting untuk Anda ketahui, bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala dari suatu penyakit. Demam sendiri akan terjadi ketika system kekebalan tubuh Si Kecil tengah berperang untuk melawan sejumlah infeksi di dalam tubuh. Dalam dunia medis, anak akan dinyatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai angka 37,5 derajat Celcius atau bahkan lebih.

Cara yang paling tepat dan cepat guna mengetahui apakah Si Kecil demam atau tidak yaitu dengan memeriksa suhu tubuh buah hati Anda. Dan pemeriksaan suhu tubuh ini bisa Anda lakukan dengan menggunakan thermometer. 

Nah, di bawah ini ada beberapa penyebab demam yang biasanya di alami Si Kecil, dimulai dari gejala yang ringan hingga gejala yang berbahaya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Infeksi saluran pernapasan. Biasanya penyakit ini di sebabkan karena adanya serangan bakteri atau bahkan virus. Dimulai dari pilek, flu, sampai radang tenggorokan. 
  • Infeksi telinga
  • Tonsilitis
  • Efek samping imunisasi
  • Sinusitis
  • Virus roseola
  • Diare yang di akibatkan oleh makanan yang sudah terkontaminasi (gastroentritis)
  • Infeksi ginjal
  • Batuk rejan
  • Disentri
  • Tifus
  • Cacar air
  • Demam berdarah
  • Malaria
  • Infeksi saluran kemih
  • Pneumonia
  • Meningitis atau di sebut juga dengan peradangan pada bagian selaput pelindung otak
  • Septikemia atau infeksi darah
  • Kondisi lingkungan yang panas serta menggunakan baju yang terlalu tebal atau berlapis-lapis.

Penting untuk diketahui, ketika suhu tubuh Si Kecil meningkat, maka bisa membuat sejumlah bakteri atau bahkan virus yang menyebabkan infeksi pada tubuh menjadi sulit untuk bertahan hidup.

Gejala Demam Tinggi Pada Anak

Tubuh Si Kecil akan dipastikan mengalami demam jika suhu tubuhnya melewati batasan suhu tubuh yang normal, yaitu 37,5 derajat celcius. Ketika Si Kecil mengalami demam, biasanya akan disertai dengan gejala lainnya, seperti biang keringat, gemetar, rasa sakit di bagian kepala, nyeri di bagian otot, hilangnya nafsu makan, dehidrasi, tubuh terasa sangat lemas, bahkan jika suhu tubuhnya terlalu tinggi bisa menyebabkan kejang. 

Umumnya demam yang terjadi pada anak merupakan sebuah reaksi yang dimunculkan tubuh yang bersifat normal ketika tubuh harus melawan sejumlah infeksi yang terjadi di dalamnya. Akan tetapi demam juga bisa menjadi sangat berbahaya, jika disertai dengan beberapa komplikasi. 

Saat yang Tepat Mencari Bantuan Medis

Di bawah ini ada beberapa kondisi dimana demam yang di alami Si Kecil harus segera diwaspadai atau bahkan Anda bisa mencari bantuan medis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Ketika tubuh Si Kecil menjadi lebih lemas, bahkan kesadarannya berkurang.
  • Si Kecil menjadi lebih sensitive terhadap beberapa cahaya yang cukup terang.
  • Reaksinya yang kurang responsive.
  • Buah hati Anda menjadi sering tidur bahkan akan sangat sulit ketika dibangunkan. 
  • Si Kecil yang kerap kali mengalami kebingungan.
  • Mengalami sejumlah gangguan ketika bernapas.
  • Si Kecil yang mengalami gejala dehidrasi, diantaranya seperti jarang buang air kecil, mereka yang menangis tanpa keluarnya air mata, dan juga keluarnya keringat yang sedikit meskipun udaranya panas.
  • Muntah yang disertai dengan rasa sakit kepala atau bahkan leher yang terasa sangat kaku.
  • Bagian bibir dalam atau bahkan kulit yang terlihat sangat pucat atau bahkan mulai membiru.
  • Bagian dalam telinga yang mengalami sakit.
  • Bagian perut yang terasa snagat nyeri ketika buah hati Anda buang air kecil. 
  • Demam yang disertai dengan kejang.
  • Demam yang diseryai dengan munculnya ruam.
  • Terjadinya pembengkakan di bagian tenggorokan.

Jika Si Kecil mengalami demam dan mengalami beberapa hal yang diebutkan di atas, maka sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter guna memperoleh penanganan yang lebih serius. Apalagi jika demam yang di alami Si Kecil lebih dari waktu 24 jam. Karena jika dibiarkan tanpa adanya penanganan, maka dipastikan akan membahayakan kesehatan buah hati Anda. 

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

441 Babyologist Indonesia

Comments

LATEST POSTS

Bisakah Seorang Wanita Berovulasi Lebih Dari Satu Kali Per Siklus?

Apakah moms mengetahui bagaimana seorang wanita berovulasi dan akhirnya mengalami pembuahan? Yuk, simak informasinya!

Ide Bermain Anak - Pattern Game

Masih banyak barang bekas yang bisa dikreasikan untuk jadi mainan si Kecil loh Moms! Yuk, coba permainan berikut.

Apa itu Sindrom Down?

Apakah Moms pernah mendengar tentang sindrom down? Apa jenis, penyebab sindrom down dan bagaimana efeknya?

Cara Membuat Bubur Beras Merah dengan Ayam, Kimchi, dan Jamur

Bubur, bisa digunakan untuk segala hidangan, termasuk hidangan untuk si Kecil loh Moms! Yuk, simak resep berikut.

Tips Menurunkan Berat Badan Pada Ibu Menyusui

Hi Moms, apakah baru saja melahirkan si Kecil dan ingin menurunkan berat badan? Bagaimana cara yang baik?

Mengatasi Baby Blues Pasca Lahiran, Ini dia Tipsnya!

Apakah Moms mengalami depresi pasca melahirkan atau baby blues? Yuk, simak tips menghadapinya ala mom Nadira.

Penyebab Penebalan Dinding Rahim yang Jarang Diketahui

Apakah Moms mengetahui bagaimana dinding rahim menjadi lebih tebal? Apakah yang akan terjadi jika dinding rahim tebal?

Breastfeeding Gear, Buy or No?

Bingung menyiapkan perlengkapan menyusui untuk si kecil Moms? Yuk, simak pengalaman mom Indah berikut.

Exclusive Privilege: BRANDS Saripati Ayam

Get a chance to try and feel the difference during pregnancy/breastfeeding with BRANDS Saripati Ayam.

Ini Gejala-gejala Turun Berok yang Dapat Terjadi pada Siapa Saja

Apakah Moms mengetahui bahwa turun berok bisa terjadi pada orang dewasa bahkan anak-anak? Yuk, kenali gejalanya!

Tips Menghadapi Mom Shaming Saat Bersilaturahmi

Apakah Moms sering mendapatkan shaming dari Moms lain? Bagaimana cara menghadapinya? Yuk, simak tips ala Mom Maharani.

Ini Waktu yang Tepat Bagi Moms untuk Memulai Terapi Pijat Setelah Melahirkan

Apakah Moms baru melahirkan dan ingin melakukan terapi pijat? Yuk, simak waktu yang tepat melakukan terapi pijat.

Benarkah Ukuran Payudara Pengaruhi Produksi ASI?

Apakah ukuran payudara pengaruhi produksi ASI? Sebenarnya apa yang mempengaruhi produksi ASI seorang ibu?

Tips Traveling Menggunakan Pesawat Bersama si Kecil

Apakah Moms ingin mencoba travelling bersama si Kecil? Yuk, simak beberapa tips berdasarkan pengalaman mom Tara.

Tips Tamasya Bersama Anak

Tentunya kita sangat senang jika ingin berliburan bersama keluarga. Yuk, simak tips berikut agar perjalanan lancar.

Tips Family Travelling Bersama Balita

Liburan bersama keluarga adalah moment yang selalu ditunggu, yuk simak tips travelling ala mom Charisma.

Kapan Sebaiknya Hamil Anak Kedua?

Apakah Moms berencana untuk menambah anak? Sebenarnya berapa lama saat yang baik untuk menambah anak selanjutnya?

Ini Jenis dan Gejala Penyakit Radang Usus yang Perlu Diwaspadai

Apakah Moms mengalami beberapa gejala seperti demam, diare, nyeri perut, dll? Waspada radang usus Moms!

5 Gejala Awal Kanker Payudara

Apakah Moms memiliki beberapa gejala seperti gatal dan sakit serta kulit memerah pada area payudara? Waspada kanker!

Moms, Jangan Abaikan Bahaya Kista Cokelat!

Organ reproduksi wanita memiliki risiko terkena kista, di antaranya adalah kista ovarium dan kista cokelat