Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mom Shaming Menyebabkan Saya Baby Blues

MY STORY  |  OTHERS  |  06 Sep '19


Saya tidak menyangka jika setelah kelahiran anak kedua, saya terkena Baby blues selama kurang lebih dua minggu. Awalnya pasca melahirkan saya biasa saja, saya masih bisa merasakan kebahagiaan dengan kehadiran anak kedua saya.

Baby blues itu dimulai ketika banyak saudara, tetangga dan teman-teman satu persatu mulai menjenguk saya dan si baby setelah kami pulang ke rumah.

Memang anak kedua saya dengan anak pertama jarak usianya tidak beda jauh, mereka hanya terpaut usia satu tahun. Karena saya mengalami kesundulan. Dari sinilah semua orang berkomentar, semua orang mulai menilai saya, semua orang mulai meremehkan saya sebagai ibu dari anak-anak saya.

Ada kata-kata dari mereka yang paling dalam sampai membuat beban pikiran dan batin saya saat itu menjadi kacau. Bahkan sampai saat ini masih mudah saya ingat. Mereka mengatakan,
"kasihan si anak masih satu tahun udah punya adik"
"Nanti ngerawatnya gimana? Emangnya sanggup rawat bayi dua sekaligus? Pasti repot banget deh."
"Berhenti kerja dong sekarang? Cewe sarjana kalau udah punya anak ya ngurus anak deh. Apalagi dua kaya lu."
"Kasian si kakak jadi disapih padahal belum dua tahun."
"Dedeknya dikasih Sufor aja biar gak repot nanti."

Awalnya saya santai saja menanggapi celotehan mereka yang hampir semua sama, soal menyinggung pola asuh, kasih sayang, mengasihani anak pertama saya dan mengomentari gelar serta karier saya. Saat itu saya cuma bisa senyum sambil jawab "iya gapapa. Mau gimana lagi."

Tapi ternyata karena jawaban saya yang pasrah itu dan tidak berusaha untuk membela diri dengan jawaban yang lebih bagus, membuat beban di kepala dan batin saya bermunculan. Saat itu saya jadi membenarkan semua perkataan orang pada saya. Saya meratapinya, saya kecewa pada diri saya, saya merasa saya jahat dan anak-anak saya menjadi korban atas kelalaian saya sendiri.

Sejak itu setiap hari saya dirundung rasa sedih, kecewa, kepala pusing, takut ketemu orang, dan setiap mendengar anak saya menangis saya ikutan nangis dan menyalakan diri sendiri. Ada rasa saya tidak mau menyentuh mereka. Saya curiga setiap orang memandangi saya. Saya ini orang tua yang tidak baik, saya bersalah, saya tidak bisa merawat mereka. Yang berkecamuk selalu kata-kata itu di kepala saya. Dan ketakutan semakin menyelimuti saya.

Setiap suami tanya kenapa, saya cuma bisa bilang lelah sambil menangis. Tapi suami saya tidak paham kalau saya terkena baby blues, dia cuma bilang sama saya "sabar ya. Kasian anak-anak." Setiap dengar kata kasian, saya takut banget. Rasanya mau teriak sekencang-kencangnya. Tapi lagi-lagi saya cuma bisa menangis.

Sampai akhirnya mertua datang sebagai bala bantuan, dia membantu merawat kedua anak saya. Juga menjadi awal penyembuh gejala baby blues yang saya alami.

Ketika saya lagi menangis di kamar karena meratapi hidup saya, mertua saya menghampiri saya dan saya masih ingat beliau berkata, "Jadi orang tua emang gini, capek, tapi ntar kalo liat anak tumbuh jadi anak yang sehat, ceria, pinter, nanti kita juga yang senang. Udah ikhlas aja. Anak rezeki. Di luar sana masih banyak yang sedih pengen punya anak."

Saat itu rasanya seperti sumpelan di telinga saya copot, dan saya seperti tersadar dari tidur, mau mendengarkan ucapan mertua. Saya juga mulai curhat ke mertua, mengatakan segala kesedihan saya dan segala ketakutan saya tentang menjadi orang tua yang tidak adil terhadap anak-anak yang masih kecil, tentang karier yang saya lepas, dan tentang apa kata orang lainnya nanti.

Mama mertuaku cuma menyampaikan ini padaku, "kamu harus bersyukur, ini hidup kamu, bukan hidup mereka, biarin aja mereka ngomong apa kan yang jalanin kamu, ini anak kamu ya harus kamu yang merawatnya, menyayanginya dan memberikan yang terbaik untuk mereka. Kalau kamunya mikirin ucapan orang yang ga bagus terus nanti tambah sedih, kamu harus ceria, semangat, agar anak-anak kamu juga ceria dan semangat."

Sejak saat itu saya merasa diri saya mulai kembali, mulai merasa membaik, dan menatap anak-anak pun jadi menyenangkan lagi. Saya langsung memeluk anak saya yang pertama dan kedua bergantian, rasanya rindu sekali dengan mereka. Rasanya seperti sudah lama sekali tidak bertemu mereka. Ke mana saja saya kemarin?

Jadi saya dapat menyembuhkan sendiri, yang membuat saya keluar dari lingkaran hitam Baby blues adalah diri saya sendiri. Dari mulai saya harus menerima diri saya terlebih dahulu dengan cara selalu bersyukur pada Tuhan dan ikhlas atas hidup saya ini. Berani menepis semua omongan negatif orang lain dan membuktikan kalau saya tidak seperti yang mereka katakan, pikiran harus tetap fokus pada rumah tangga dan kebahagiaan anak. Jika ada keluhan atau masalah segera cerita sama suami, mertua, orang tua atau sahabat. Dan terakhir kalau sudah lelah, saya harus segera cari bala bantuan untuk menghandle anak-anak agar saya bisa istirahat sejenak.

Begitulah cerita pengalaman saya terkena baby blues, dan juga bagaimana saya terlepas dari jerat baby blues. Rasanya menakutkan sekali dan berharap tidak akan pernah terjadi lagi. Semoga dapat menjadi pembelajaran buat kita semua.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

117 Ulan Sapitri

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?