Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mitos Seputar Bayi Jatuh

MY STORY  |  PARENTING  |  10 Nov '18

Setiap orang tua pasti tidak ingin ada hal buruk yang menimpa bayi mereka. Namun terkadang sebaik apa pun orang tua berusaha mengawasi si buah hati, ada kalanya hal yang tidak diinginkan terjadi tanpa disengaja. Salah satunya adalah jika bayi terjatuh dari tempat tidur ataupun tempat tinggi lainnya.

Hal ini pernah terjadi terhadap bayi teman saya. Saat itu si bayi ditaruh di atas tempat tidur yang tingginya sekitar 60 cm. Si bayi ditinggal tanpa pengawasan hanya sekitar 2 menit untuk membuatkan susu di tempat tak jauh dari bayi berada. Tiba-tiba si bayi terjatuh dan menangis dengan posisi telentang. Kekhawatiran tentu timbul memikirkan akibat yang mungkin bisa terjadi setelah kejadian tersebut. Tindakan pertama orang tua adalah memeriksakan si bayi kepada ahli pijat spesialis bayi.

Bayi terjatuh bukan perkara yang bisa dianggap remeh. Sebagai orang tua, kita harus terus memperhatikan masa pasca jatuhnya bayi. Terus pantau kondisi atau yang disebut masa observasi hingga 3 hari pasca bayi terjatuh. Pastikan apakah sang bayi muntah, ada luka/memar/benjol, hilang fokus penglihatan, bayi menjadi lemas atau hilang kesadaran, rewel, tidak mau menyusu serta gejala-gejala mencurigakan lainnya. Segera periksakan bayi ke dokter untuk lebih memastikan keadaannya. Mungkin sebagian dokter akan merekomendasikan CT-Scan. Namun menurut beberapa info yang beredar, CT-Scan memiliki dampak radiasi yang berbahaya untuk bayi karena bisa memicu kanker.

Di masyarakat kita ada mitos yang beredar bahwa bayi yang pernah jatuh sekali akan jatuh lagi sampai sebanyak 7 kali, setelah itu tidak akan jatuh lagi. Well, itu menurut saya hanya mitos yang kebenarannya masih disangsikan. Bagaimanapun orang tua memiliki tugas utama menjaga sang anak dari hal-hal berbahaya. Jatuh sekali saja sudah cukup membuat orang tua merasa bersalah, apalagi bila sang anak jatuh berkali-kali, patut dipertanyakan keseriusan orang tua dalam menjaga bayi mereka.

Tugas kita sebagai orang tua adalah menjaga anak-anak kita sebaik mungkin dan menghindarkan mereka dari hal-hal yang bisa mencelakai. Terkadang sesuatu bisa terjadi tanpa disengaja, namun setidaknya kita sebagai orang tua sudah melakukan upaya maksimal dalam melindungi buah hati.

Semoga bermanfaat.

By: Kurniati Solekha

2655 Kurniati Solekha

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Si Kecil sering mengalami tantrum dan tak jarang membuat Moms kewalahan. Tips dari Mom Ade ini bisa membantu mengatasinya.