Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Milk Blister / Nipple Duct Saat Menyusui Anak Pertama

BABY  |  FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  17 Jun '19


Hallo again!

Kali ini aku mau sharing pengalaman aku tentang milk blister/nipple duct, atau penyumbatan ASI di puting.

Apa sih milk blister? Menurut Australian Breastfeeding Association:

"A white spot on the nipple may also be referred to as a blocked nipple pore, a bleb or a milk blister. It is usually about the size of a pin-head or a little larger. The 'white' spot may not be white in colour - it may be more of a pink or light yellow colour. The skin surrounding the white spot may be red and inflamed. A white spot might cause nipple pain, especially during a breastfeed.

The blockage is usually caused by either an overgrowth of skin or a small amount of thickened milk. It creates a blocked duct at the nipple tip and sometimes is associated with mastitis. There may be a hard strip of breast tissue leading away from the blockage in the nipple."

Jadi bahasa sederhananya milk blister/nipple duct adalah ketika puting tersumbat sehingga menyebabkan aliran ASI terhambat bahkan bisa menyebabkan masistis. Ciri-ciri milk blister atau nipple duct adalah di puting kita seperti ada jerawat kecil yang berwarna bening kuning gitu. Ketika aku mengalami milk blister cukup bikin stres sih, karena di sekitar aku belum pernah ada yang pernah mengalami hal ini. Awalnya yang aku rasain, ada gumpalan di sekitar payudara dan setiap mengASIhi anakku rasanya sakit banget. Dan lama-lama payudara aku jadi bengkak, tau kan ya kalau payudara bengkak itu sakitnya kayak gimana, kesenggol sedikit aja rasanya nyeri pake banget. Tapi di sini aku ga ngeh kalau ada semacam jerawat di putingku.

Akhirnya aku memutuskan untuk datang ke klinik laktasi, ada 4 klinik laktasi yang aku datangi. Klinik laktasi yang pertama nyaranin aku sering kompres biar bengkaknya reda dan aliran ASI jadi lancar lagi, plus aku juga diajarin bagaimana cara pijat laktasi, diajarin juga bagaimana cara menyusui yang benar, latch on yang benar. Setelah aku coba beberapa saran dari klinik pertama ini, ga ada perubahan yang signifikan, payudara aku tetap bengkak.

Setelah itu, aku cari second option ke klinik laktasi kedua, di sini juga ga jauh beda seperti klinik laktasi yang pertama. Disaranin untuk kompres, diajarin cara menyusui yang benar, latch on yang benar. Dan yes, tidak ada perubahan apa-apa. Hiks.

Masih penasaran, aku cari third option, ke klinik laktasi yang ketiga ini, jauh lebih parah dari dua yang sebelumnya, aku malah dikasih obat buat ngeredain bengkaknya. Mulai hopeless lah ya, udah 3 klinik laktasi dan belum ada 1 klinik yang bisa kasih tau sebenarnya aku kenapa dan gimana cara ngobatinnya.

Akhirnya aku memutuskan cari fourth option, aku ke salah satu rumah sakit ibu dan anak di bilangan Kemang. Dan Alhamdulillah, di sini aku menemukan semua jawaban yang kucari. Konselor laktasinya mendiagnosa aku terkena milk blister/nipple duct ini. Dan cara untuk mengobatinya adalah, si jerawat ini harus dipecahkan dan di "cungkil" gitu loh. Setelah si jerawat ini pecah, kita harus rajin untuk membasuh si puting ini dengan kain kassa basah, biar tidak terjadi penyumbatan lagi. Alhamdulillah setelah sebulan dari proses pemecahan, aku sudah terbebas dari milk blister/nipple duct, dan bengkak pada payudara juga langsung hilang.

Menurut konselor laktasi, ada beberapa penyebab dari milk blister/nipple duct ini, tapi aku info yang aku inget aja ya, di antaranya adalah bayi tidak bisa menyedot dengan baik (bisa disebabkan karena lip tie atau tongue tie), aku tidak melakukan pengosongan payudara dengan baik, terjadi luka pada puting, penggunaan dari salep khusus puting dan tidak aku bersihkan dengan baik.

Di sini konselor laktasi menyarankan untuk anak pertama aku diinsisi karena terindikasi tongue tie, untuk masalah tongue tie aku share di story lain ya.

Semoga cerita ini bisa membantu Moms yang kira-kira memiliki gejala yang sama seperti aku ya, dan ada baiknya segera konsultasi ke konselor laktasi biar bisa segera ditangani.

Semangat meng-ASI-hi ya Moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

230 Meidyana Kania

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Berhasil Relaktasi di saat Twins Usia 4 Bulan

Sedih banget rasanya waktu tau aku gak boleh memberikan ASI ke Ranaya setelah melahirkan.

Bye Bye Fever Pasca Vaksinasi DPT

Moms pasti sudah tak asing dengan imunisasi DPT, yang biasa diberikan ke anak sebanyak 5x sejak usia 2 bulan.

After Frenotomy Tongue Tie & Lip Tie Baby Qina

Anakku yang lahir dengan berat 2880 gr, tapi setelah 1 bulan berlalu beratnya hanya naik 100 gr saja.