Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Metode Parenting Time Out vs Time In

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  20 Jul '19


Pengalaman memiliki anak tentu menjadi pengalaman yang begitu menyenangkan, namun pasti tidak selalu menyenangkan semua ya Moms? Pasti ada pengalaman yang membuat kita sebagai orang tua kesal, emosi dan sebagainya. Apalagi kalau ini menjadi pengalaman pertama. Tantrum pasti menjadi hal yang sering dihadapi semua orang tua. Banyak metode parenting yang digunakan orang tua dalam mendidik anaknya, salah satunya Time Out.

Jujur saat ini saya sedang excited sekali untuk mencari tahu tentang metode parenting time out dan time in ini.

Apakah perbedaan time dan time in?

Time out adalah metode untuk menenangkan anak dengan cara membawa anak ke salah satu sudut ruangan, duduk selama beberapa menit sendirian dan mengharapkan anak untuk merenungkan apa yang diperbuatnya adalah salah. Time in secara garis besar sama dengan time out, namun yang membedakannya adalah kita tidak meninggalkan anak sendiri, kita menemaninya namun tetap dalam keadaan diam. Time out cocok atau lebih efektif untuk anak yang sudah berusia 2 tahun ke atas sedangkan time in dianggap sebagai pencegahan sebelum tindakan anak kita semakin "menjadi". Apabila orang tua sudah melihat adanya tanda bahwa anak sudah tidak terkontrol, segera melakukan metode time in ini.

Dari artikel yang saya baca, time out bisa meninggalkan efek negatif ke anak seperti ke psikologis, anak bisa merasa bahwa orang tuanya tidak menyayanginya, anak merasa "terbuang", ditinggalkan, ditolak, takut dan bingung. Untuk beberapa anak yang tidak suka sendiri, time out benar-benar menjadi hukuman besar baginya. Efek negatif ini memang tidak semua anak pasti merasakannya, tergantung anak dan orang tua yang menjalankannya.

Berbeda dengan time out, untuk metode time in, anak merasa tidak terbuang karena orang tuanya bersamanya dan bisa mendengarkan perasaannya. Anak tidak bingung karena orang tuanya bisa menjelaskannya terlebih dahulu dan anak merasa orang tuanya memperhatikannya.

Yang perlu diingat oleh kita sebagai orang tua dalam situasi ketika anak sangat marah secara emosional adalah anak sedang mengalami masalah dan mereka dalam situasi yang tidak bisa mereka selesaikan sendiri dan mereka membutuhkan orang dewasa untuk membantu mengidentifikasi masalah dan membantu mereka memperbaikinya.

Secara garis besar kita sudah mengetahuinya, lalu bagaimana dengan pendapat Moms? Saya yakin setiap orang tua memiliki metode sendiri dalam mendidik anaknya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1916 Mega Oe

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu.

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah",

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri.

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Anakku Hiperaktif Banget...

Moms punya kendala yang sama gak? Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian kewalahan hadapinya.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

Di masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku, dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Screen Time: Yes or No?

Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu & tontonan.

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.